imunisasi

Jamur Kombucha Stabilkan Metabolisme Tubuh

Jamur Kombucha Stabilkan Metabolisme Tubuh

By Republika Newsroom
Selasa, 28 Juli 2009 pukul 16:18:00 <!–

Iklan 468x60

–>

Jamur Kombucha Stabilkan Metabolisme TubuhISTIMEWAJAMUR KOMBUCHA

JAKARTA– Metabolisme tubuh memegang peranan penting dalam pembentukan kualitas kesehatan. Sedikit gangguan saja, berbagai sumber penyakit bisa mengintai. Untuk menjaga metoblisme tubuh tetap stabil beragam cara bisa dilakukan termasuk salah satunya dengan mengkonsumsi teh fermentasi jamur Kombucha.

Konon jamur yang berasal dari negeri gingseng korea itu diyakini berkhasiat mempengaruhi tubuh secara menyeluruh, dengan menstabilkan metabolisme tubuh dan menawarkan racun dengan asam glukuronat. Hal ini menyebabkan peningkatan kapasitas pertahanan endogenis tubuh terhadap pengaruh beracun dan tekanan lingkungan, sehingga metabolisme sel yang rusak diperkuat, dan berlanjut dengan pemulihan kesehatan tubuh.

Hal itu diperkuat dari beberapa penelitian yang telah dilakukan mengkonsumsi teh jamur Kombucha bisa mengobati sembelit, memperbaiki kondisi tubuh, bermanfaat melawan arteriosclerosis, memulihkan fungsi alat pencernaan, bermanfaat bagi penderita stres mental, menawarkan racun dan membunuh kanker.

Hal itu dihasilkan selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung (8-12 hari), sehingga terjadi berbagai reaksi pada larutan teh-manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain. Maka dari itu, jamur kombucha ini bagaikan sebuah pabrik biokimia mini.

Seperti apa bentuknya? Secara karakteristik, jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis.

Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat

Di Indonesia, untuk mendapatkan Kombucha terbilang mudah. Karena sudah banyak dijual dipasaran. Rata-rata harga yang ditawarkan untuk bibit jamur Kombucha 100 ribu-150 ribu rupiah. Anda pun bisa dengan mudah membiakan dan mengkonsumsi teh fermentasi jamur Kombucha dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Siapkan ekstraksi teh 10-20 gram bubuk teh ke dalam 1 liter air. Lantas saringlah teh yang telah diseduh dan campurkan dengan gula berkisar 10% dari volume air. Lalu larutan tersebut didinginkan.
  • Kemudian masukan bibit jamur kombucha ke dalam larutan teh dengan wadah toples. Tentu pemilihan wadah patut mempertimbangkan bahan yang khusus bahan pangan.
  • Wadah ditutup dengan kain/kertas dan disimpan pada suhu kamar selama 8-12 hari. Fermentasi berlangsung sekitar 8 – 12 hari, tergantung suhu. Lebih hangat temperatur ruangan, lebih cepat proses fermentasinya.
  • Usai melalui masa fermentasi, giliran proses pemisahan dan penyaringan.Lapisan selulosa yang terbentuk dipisahkan dari seduhan teh. Hasil fermentasi dan disimpan dalam toples lainnya. Seduhan teh lalu disaring supaya bersih dari residu fermentasi. Teh kombucha siap dikonsumsi.
  • Sebaiknya sebelum dikonsumsi dan disimpan produk tersebut dipanaskan dahulu, supaya tidak terjadi fermentasi lanjutan(Cakrawala, 2007).
  • Setiap kali selesai fermentasi pada saat pemisahan selalu disisakansepersepuluh (10%) bagian untuk keperluan pembuatan teh kombucha berikutnya. Tutup botol dengan rapat dengan menggunakan kain.
  • Minuman ini memilki rasa yang enak. Menyegarkan, sedikit kecut. Minumlah tiga gelas sehari dengan ukuran satu gelas (4 to 6 ons atau lebih) pada waktu perut kosong dipagi hari, gelas kedua setelah makan siang dan gelas ketiga pada saat menjelang tidur. Menuju sehat, tak terlalu rumit bukan? Selamat mencoba. (wikipedia/cr2/rin)

Obat Herbal, Alternatif Sembuhkan Penyakit

Obat Herbal, Alternatif Sembuhkan Penyakit

By Republika Newsroom
Minggu, 09 Agustus 2009 pukul 09:10:00 <!–

Iklan 468x60

–>

PALEMBANG– Obat-obatan dengan menggunakan bahan-bahan alami (herbal) saat ini menjadi alternatif dalam penyembuhan berbagai macam penyakit, dengan efek samping yang minimal dibandingkan obat-obatan kimia. Hal itu mengemuka pada Seminar Perkembangan Herbal dan Penggunaannya dalam Bidang Kesehatan bersama Tolak Angin dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatra Selatan (Sumsel), di Palembang, Sabtu (8/8).

Namun sejumlah pembicara kalangan ahli farmasi dan dokter maupun kalangan produsen obat herbal, mengemukakan perlunya kejelasan pemakaian dan penggunaan obat herbal yang pembuatannya juga melalui standard medis yang layak. Apalagi kenyataannya, mayoritas penduduk dunia telah menggunakan obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan sebagai bahan utama herbal untuk mengobati berbagai gejala penyakit yang mereka alami. Peluang itu, dimanfaatkan pabrik yang memproduksi obat-obatan herbal dan terus tumbuh sampai saat ini.

Menurut dr H Hibsah Ridwan MSc, Wakil Ketua IDI Sumsel, pengobatan herbal sebenarnya tidak asing lagi di Indonesia, bahkan sejarah pengobatan dan terapi di Indonesia dimulai dengan metode herbal. Berdasarkan penelitian, ternyata banyak kalangan medis juga telah menggunakan obat-obatan jenis ini. “Apalagi sejauh ini, herbal tidak bermasalah dengan tubuh,” kata nya.

Namun diingatkan, kebanyakan obat-obatan herbal yang dijual di pasaran tanpa menyertakan dosis yang tepat, sehingga tidak diketahui berapa lama waktu konsumsi mesti dijalankan. Kalangan medis juga masih meragukan obat herbal itu, terutama berkaitan dengan dosis, standardisasi, efek toksiditas serta prosedur lainnya. Karena itu, pembuatan obat-obatan herbal perlu mendapatkan regulasi yang jelas.

Regulasi

Menurut ahli farmasi dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr dr MT Kamaluddin MSc SpFK, sekitar 35 persen negara belum mempunyai aturan yang jelas tentang regulasi obat-obatan herbal ini, apakah sebagai makanan tambahan, suplemen atau obat.
Dia menyebutkan pula, terdapat 109 negara yang tidak memiliki kepastian tentang khasiat obat-obatan herbal, antara lain karena material yang diambil dari tumbuh-tumbuhan untuk menyembuhkan itu tidak disertai komposisi dosis yang tepat.

Tapi dia membenarkan bahwa pada dunia kedokteran sendiri, sudah banyak obat-obatan yang menggunakan bahan-bahan herbal.
Pembuatannya dicampur dengan zat-zat ekstrak tumbuh-tumbuhan sesuai dengan dosis dan kadar yang tepat. Pasien juga cenderung memilih alternatif pengobatan herbal, dengan anggapan lebih memberi kesembuhan sempurna dibanding obat-obat farmasi umumnya. Namun penggunaan obat herbal itu, seharusnya disertai dengan petunjuk yang tepat.

Menurut Irwan Hidayat yang juga Direktur Utama PT Sido Muncul, sejumlah produk herbal yang dikeluarkan perusahaan itu seperti Tolak Angin telah mendapatkan Sertifikat Obat Herbal Berstandar (OHT). Karena itu, produk herbal tersebut telah memenuhi prosedur standardisasi penggunaan bahan-bahan dan uji preklinis sesuai dengan regulasi yang dicanangkan.

Pihaknya mengajak dunia kedokteran lebih mengenal obat-obatan herbal, mengingat semua dokter adalah ilmuwan. Apalagi potensi sumber obat herbal di Indonesia sangat melimpah, sekaligus untuk memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki negeri ini. (ant/rin)

Buang Racun Tubuh dengan Asparagus

Buang Racun Tubuh dengan Asparagus

By Republika Newsroom
Selasa, 01 September 2009 pukul 13:33:00

Buang Racun Tubuh dengan AsparagusCORBISASPARAGUS

JAKARTA– Bagi Anda pecinta menu restoran, sudah pasti mengenal sayuran asparagus. Sayangnya, sayuran bernama latin Asparagus officinalis ini memang bukan sayuran asli Indonesia melainkan Eropa, Afrika Utara dan Asia Barat. Artinya, secara umum masyarakat Indonesia mungkin belum mengetahui manfaat dan khasiat apa yang terkandung dalam sayuran ini.

Asparagus dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki tinggi 100-150 cm, berkarakteristik tidak memiliki bunga melainkan berupa kuncup yang berada diatas. Umumnya berwarna hijau, meski ada yang berwarna hijau dengan daun berwarna ungu (Asparagus ungu) atau jenis lain yang berwarna putih ke kuning-kuningan (Asparagus Spargel). Tanaman ini merupakan asli Eropa yang kemudian pada masa kolonialisme disebar ke Afrika Utara dan Asia Barat.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari asparagus, khususnya untuk mencegah penyakit. Mulai dari radang sendi hingga memperbaiki kinerja ginjal, hati dan usus karena memiliki efek diuretic. efek ini yang membuat saluran urin menjadi lancar. Artinya, segala racun yang merugikan tubuh segera dibuang. Sebabnya, bagi yang mengkonsumsi asparagus, urin akan berbau tajam, persis saat anda usai mengkonsumsi petai atau jengkol.

Tak hanya itu, Asparagus juga kaya akan vitaminC dan E, folat, kaya serat, mengandung lemak tak jenuh,  dan anti kolesterol. Sama seperti kebanyakan sayuran, bila cara pengolahannya salah maka manfaat yang ada serta merta hilang. Sebabnya, pengolahan sayuran macam aspragus memiliki teknik tersendiri.

Masyarakat Cina, telah lama menggunakan aspragus selain sebagai sajian menu juga sebagai makanan sehat yang mengobati penyakit mulai dari arthrtis hingga masalah kesuburan.

Cara mendapatkan khasiat aspragus cukup mudah. Salah satunya, dengan membuat sup aspragus. Konon, hasil penelitian ilmiah secara modern menunjukkan bahwa asparagus organik mengandung steroidal glikosida yang memiliki efek anti pembengkakan. Satu setengah mangkuk asparagus organik yang telah dimasak mengandung sejumlah besar asam folik, vitamin C, potassium, dan beta karotin.

Asam Folik membantu mengurangi cacat bawaan pada bayi, kanker panggul, usus dan dubur, serta bermanfaat untuk mencegah penyakit-penyakit jantung. Kandungan vitamin C nya sementara itu dapat membantu tubuh mencegah kanker, penyakit jantung serta meningkatkan daya tahan tubuh. Potassium membantu meregulasikan keseimbangan elektrolit dalam sel dan menjaga fungsi jantung dan tekanan darah yang normal.

Akan tetapi, cara memasaknya jangan terlalu lama. Sebab, saat asparagus dimasak, khasiat alkaloidnya berkurang karena unsur hidrogen dan oksigen yang terdapat di dalamnya akan hilang, unsur-unsur lainnya pun menjadi rusak, dan juga akan mengganggu ginjal.

Cara lain, asparagus dicampur dengan sari wortel. Dengan cara seperti ini, sari asparagus dapat berfungsi sebagai diuretik atau pelancar air seni, tetapi pemakaiannya disarankan tidak terlalu banyak. Zat di dalam asparagus dapat menghancurkan asam-oksalat di dalam ginjal dan di dalam jaringan otot, maka asparagus juga dapat menolong penderita rematik dan radang syaraf.

Cara lainnya, dengan menggubah asparagus menjadi minuman. Ambil, 100 gram aspragus untuk dicuci bersih, kemudian direbus dengan 400 ml air mendidih hingga tersisa 200 ml. Kemudian disaring, didinginkan lalu diblender dengan menambahkan 50 ml air matang sedikit-sedikit sampai halus.cara penggunaanya, diminum 2 kali seminggu. (berbagai sumber/cr2/rin)

Vaksinasi Flu Burung Kurang Efektif

Vaksinasi Flu Burung Kurang Efektif
Selasa, 6 Januari 2009 | 22:00 WIB

JAKARTA, SELASA – Vaksinasi flu burung pada unggas ternyata tidak efektif untuk mematikan virus itu di dalam tubuh unggas sehingga tidak bisa mengendalikan penyebaran virus itu kepada manusia. Bahkan, vaksinasi secara sembarangan justru bisa meningkatkan tingkat keganasan virus tersebut dan berpotensi besar menular kepada manusia.

Menurut peneliti dari Tropical Disease Diagnostic Center (TDDC) Universitas Airlangga, drh CA Nidom, Selasa (6/1), di Jakarta, hasil riset yang dilakukan menunjukkan vaksinasi pada semua jenis ayam, baik ayam buras atau kampung maupun ayam ras pedaging, tidak ada manfaatnya untuk mencegah penularan pada manusia.

Dalam riset itu, tim peneliti membandingkan antara kelompok ayam yang diberi vaksin flu burung dan ayam yang tidak diberi vaksin. Setelah dipaparkan dengan virus flu burung, ayam yang tidak mendapat vaksin langsung mati. Adapun ayam yang telah divaksin dan terbentuk antibodinya terlihat sehat meski telah dipaparkan dengan virus itu.

Namun ternyata feses atau kotoran ayam yang sudah divaksin itu positif mengandung virus flu burung sampai hari keenam atau hari terakhir pemeriksaan laboratorium. “Jadi, dari aspek penyebaran virus itu pada manusia, vaksinasi tidak punya manfaat apa pun, tetapi bisa mencegah kematian pada unggas,” ujarnya.

Maka dari itu, pemerintah sebaiknya mengalihkan dananya yang semula untuk vaksinasi massal flu burung menjadi dana untuk kompensasi bagi para peternak yang unggasnya mati akibat terserang flu burung. Yang perlu dilakukan adalah, pengawasan flu burung secara nasional untuk memetakan daerah di mana ada unggas yang terinfeksi flu burung, ujarnya.

Selain itu, restrukturisasi industri perunggasan mendesak dilakukan. Salah satunya adalah, melarang perdagangan ayam hidup di pasar unggas, mengontrol lalu-lintas unggas antar daerah, dan melarang peternakan unggas di kawasan pemukiman.”Pengendalian flu burung tidak bisa hanya dilakukan peternak, tetapi harus berskala nasional,” kata Nidom.

Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok Pulih

By Republika Newsroom
Rabu, 04 Maret 2009 pukul 14:34:00

Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok PulihCORBIS.COMPEMICU: Salah satu pemicu Sindrom Stevens-Jhonson adalah obat-obatan. Pasien seharusnya mengkonsultasikan setiap obat yang akan dikonsumsi

DEPOK-Bocah penderita Stevens-Johnson Syndrome yang sempat diisukan sakit karena diimunisasi TT (tokso tetanus) di Kota Depok, Syadiah (7 tahun) dinyatakan pulih setelah 18 hari dirawat di RS Sentra Medika, Depok. Sementara pengawasan konsumsi obat-obatannya masih diperketat.

”Kondisi terakhir Syadiah memungkinkan untuk berobat jalan dan dinyatakan 99 persen sembuh,” terang dokter spesialis anak RS Sentra Medika yang merawat pasien, Indra Sugiarno, Rabu (4/3).

Setelah lepas infus lima hari lalu, ujar Indra, Syadiah langsung dikenalkan makanan padat. Bahkan, kini ia bisa makan hidangan favoritnya, mie instan. Selain itu, dokter kulit RS Sentra Medika masih terus memantau kondisi kulit ari pasien pasca pengelupasan seminggu sekali. Lantaran warna kulit Syadiah tidak rata akibat terkelupas (hipopigmentasi).

Saat ditanya tentang penyebab penyakit Syadia, Indra belum bisa memastikan karena ada beberapa faktor pemicu, seperti obat, makanan, genetik serta faktor lainnya yang belum diketahui ilmu medis. Namun, ia memastikan penyakit Syadiah ini bukan disebabkan karena imunisasi.

”Kemungkinan besar Syadiah punya faktor genetik yang menyebabkan dia rentan terkena Stevens-Johnson Syndrome dan dari obat-obatan yang diminum,” terangnya. Maka, orangtua Syadiah harus mengkonsultasikan terlebih dulu obat yang dikonsumsi. Terutama dua jenis obat yang acapkali jadi sumber penyakit ini, yaitu obat antikejang dan antiasam urat.

Beruntungnya, resiko fatal sindrom ini pada Syadiah hanya sekitar 30 persen. Sehingga ia bisa pulih lebih cepat dan terhindar dari kondisi yang memberatkan penyakit ini, seperti perlengketan saluran pernafasan dan pencernaan yang saling berhadapan di rongga dalam.

Di kesempatan yang sama, Sadiyah yang selama perawatan terkesan takut diekspos, saat jumpa pers kemarin ia mau menjawab pertanyaan wartawan dengan sedikit malu-malu. “Saya besok pengen sekolah dan ketemu teman-teman,” ujarnya.

Sementara itu, ayah Syadiah, Prasetyo merasa bersyukur atas kesembuhan putrinya. Ia juga mengaku merasa terbantu dengan penanganan medis RS Sentra Medika yang tanggap serta berterima kasih pada Dinkes Kota Depok yang membantu masalah pembiayaan melalui Jamkesmas.

Sebelumnya, kasus Syadiah ini menyeret Dinkes Kota Depok yang dituding tidak mendiagnosa terlebih dulu anak-anak yang ikut imunisasi. Akibatnya, Syadiah yang menjadi salah satu peserta imunisasi tiba-tiba mengalami sakit yang mengakibatkan kulit tubuhnya menghitam dari wajah hingga pangkal paha. c84/itz

Kontroversi Vaksin

Kontroversi Vaksin

By Republika Newsroom
Senin, 22 Desember 2008 pukul 09:22:00 <!–

Iklan 468x60

–>

Kontroversi Vaksin

Kalau kita mau telaah lebih lanjut, masih banyak sekali jenis-jenis vaksin yang bersumber dari bahan-bahan yang diharamkan.

Vaksin adalah sebuah senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus. Terbuat dari virus yag telah dimatikan atau “dilemahkan” dengan menggunakan bahan-bahan tambahan lainnya seperti formalaldehid, thymerosal dan lainnya. Sedangkan vaksinasi adalah suatu usaha memberikan vaksin tertentu ke dalam tubuh untuk menghasilkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit /virus tersebut.

Vaksin terdiri dari beragam jenis. Jenis-jenis vaksinasi yang ada antara lain vaksin terhadap penyakit hepatitis, polio, Rubella, BCG, DPT, Measles-Mumps-Rubella (MMR) cacar air dan jenis penyakit lainnya seperti influenza. Di Indonesia, vaksinasi yang umum dilakukan pada bayi dan balita adalah Hepatitis B, BCG, Polio dan DPT. Selebihnya seperti vaksinasi MMR adalah bersifat tidak wajib. Ada pun vaksinasi terhadap penyakit cacar air (smallpox) termasuk vaksinasi yang sudah tidak dilakukan lagi di Indonesia.

Vaksin dan sistem kekebalan tubuh
Pemberian vaksin dilakukan dalam rangka untuk memproduksi sistem immune (kekebalan tubuh) seseorang terhadap suatu penyakit. Berdasarkan teori antibodi, ketika benda asing masuk seperti virus dan bakteri ke dalam tubuh manusia, maka tubuh akan menandai dan merekamnya sebagai suatu benda asing. Kemudian tubuh akan membuat perlawanan terhadap benda asing tersebut dengan membentuk yang namanya antibodi terhadap benda asing tersebut. Antibodi yang dibentuk bersifat spesifik yang akan berfungsi pada saat tubuh kembali terekspos dengan benda asing tersebut.

Dr Willian Howard dari USA mengatakan bahwa tubuh telah memiliki metodenya sendiri untuk pertahanan, yang tergantung pada vitalitas tubuh pada saat tertentu. Jika vitalitas tubuh cukup, maka tubuh akan bertahan terhadap seluruh infeksi, tetapi sebaliknya jika tidak maka pertahanan akan lemah. Sesungguhnya kita tidak dapat mengubah vitalitas tubuh menjadi lebih baik justru dengan menggunakan berbagai jenis racun (vaksin) ke dalam tubuh tersebut.

Vaksin dan injauan kehalalannya
Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang diselenggarakan di Indonesia pada Agustus tahun lalu, sempat bermasalah dibeberapa wilayah di Indonesia. Permasalahannya adalah beberapa daerah tersebut (Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan Banten) menolak pemberian vaksin polio karena diragukan kehalalannya. Dalam proses pembuatan vaksin tersebut menggunakan ginjal kera sebagai media perkembangbiakan virus.

Memang kalau kita mau telaah lebih lanjut, masih banyak sekali jenis-jenis vaksin yang bersumber dari bahan-bahan yang diharamkan. Seorang pakar dari Amerika mengatakan bahwa vaksin polio dibuat dari campuran ginjal kera, sel kanker manusia, serta cairan tubuh hewan tertentu termasuk serum dari sapi, bayi kuda dan ekstrak mentah lambung babi.

Selain sumber-sumber di atas, beberapa vaksin juga dapat diperoleh dari aborsi calon bayi manusia yang sengaja dilakukan. Vaksin untuk cacar air, Hepatitis A, dan MMR diperoleh dengan menggunakan fetal cell line yang diaborsi, MRC-5 dan WI-38. Vaksin yang mengandung MRC-5 dan WI-38 adalah beberapa vaksin yang mengandung cell line diploid manusia.

Penggunaan janin bayi yang sengaja digugurkan ini bukan merupakan suatu hal yang dirahasiakan kepada publik. Sel line janin yang biasa digunakan untuk keperluan vaksin biasanya diambil dari bagian paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus dan hati yang diperoleh dari aborsi yang terpisah. Penamaan isolat biasanya dikaitkan dengan sumber yang diperolah. Misalnya WI-38 adalah isolat yang diperoleh dari paru-paru bayi perempuan berumur tiga bulan.

Status Kehalalan
Di lihat dari segi bahan memang masih ada yang meragukan dalam proses pembuatan vaksin. Namun dari segi manfaat, vaksinasi ini cukup efektif dalam menekat tingkat terjangkitnya berbagai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan serangan virus.

Di tengah kontroversi tersebut MUI telah menetapkan keputusan No 16 tahun 2005 yang mengeluarkan fatwa kehalalan atas vaksin polio. Hal ini berkaitan dengan suatu kaidah usul fikih yang mengatakan bahwa mencegah kemudharatan lebih didahulukan daripada mengambil manfaatnya. Demikian alasan yang dijadikan dasar hukum pengambilan keputusan terhadap kehalalan vaksin polio sekalipun diketahui bahwa vaksin tersebut disediakan dari bahan yang meragukan. Dalam keadaan darurat, di mana vaksin halal belum ditemukan, maka hal itu bisa dilakukan untuk mencegah mudharat yang lebih besar, yaitu terjangkitnya penyakit yang membahayakan.

Namun demikian kita tidak bisa hanya bertahan pada kondisi darurat, melainkan juga melakukan usaha untuk perbaikan. Seperti misalnya usaha yang akan dilakukan oleh PT Bio Farma yang dalam tiga tahun mendatang akan memproduksi vaksin polio halal. Mudah-mudahan usaha ini segera bisa diwujudkan, sehingga masyarakat bisa lebih diuntungkan dengan ketersediaan vaksin halal. Dengan demikian pencegahan penyakit itu bisa dilakukan dengan bahan-bahan yang berasal dari yang halal. Elvina Agustin Rahayu dan Nur Wahid, Auditor LPPOM MUI/dokrep/Desember 2006

MUI Desak Depkes cari Vaksin Meningitis Halal

http://www.republika.co.id/berita/48973/MUI_Desak_Depkes_cari_Vaksin_Meningitis_Halal

MUI Desak Depkes cari Vaksin Meningitis Halal

Kamis, 07 Mei 2009 pukul 17:27:00

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak  Departemen Kesehatan untuk mencari vaksin meningitis yang tidak mengandung unsur babi. ”Masa’ darurat ini akan terus menerus, khan tidak. Kami minta pemerintah dalam hal ini Depkes untuk mengupayakan vaksin meningitis yang tidak haram,” tegas Umar Shihab, salah seorang Ketua MUI dalam konferensi pers di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (7/5).

Umar Shihab mengungkapkan, Komisi Fatwa MUI telah memutuskan bahwa haram hukumnya menggunakan vaksin yang mengandung babi. ”Haram hukumnya, tapi karena tidak ada yang lain, maka MUI menetapkan penggunaan vaksin tersebut boleh dilakukan, karena keadaan darurat. Agar tidak ada kegelisahan atau kerisauan bagi calon jamaah haji dan umroh,” papar Umar Shihab.

Turut dalam konferensi pers itu, Ketua MUI Amidhan dan Nasri Adlani serta Ketua LP POM MUI Nadratuzzaman Hosen. Pada kesempatan itu Umar Shihab juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara pemerintah dan MUI terkait vaksin meningitis mengandung babi ini.

Sementara Ketua LP POM MUI Nadratuzzaman Hosen mengungkapkan sudah merupakan standar dunia bahwa vaksin untuk penyakit-penyakit yang berasal dari virus, selalu digunakan enzim babi. ”Jadi selalu menggunakan tripcin, yang mengandung babi,” tandas Nadratuzzaman.

Alasannya menurut Nadratuzzaman, struktur DNA babi dengan struktur DNA manusia sangat mirip dan sangat dekat, bahkan mencapai angka 98 persen. Selain itu, dunia barat juga tidak peduli jika babi itu haram untuk umat Muslim.

”Salah satu dampaknya adalah penyakit-penyakit yang ada pada babi babi gampang menular ke manusia. Jadi di dunia ini hamp-ir semua menggunakan itu. Masalahnya mereka tidak mempedulikan haram atau halalnya babi bagi umat Islam,” ungkap Nadratuzzaman.

Bahkan menurutnya, justru kalangan medis dunia takut jika menggunakan enzim dari bahan sapi. ”Karena kata mereka, mereka khawatir karena banyak sapi yang terkena penyakit sapi gila,” papar Nadratuzzaman.  – osa/ahi

Tidak Ada Unsur Babi pada Vaksin Meningitis Jemaah Haji Indonesia

http://www.republika.co.id/berita/48693/Tidak_Ada_Unsur_Babi_pada_Vaksin_Meningitis_Jemaah_Haji_Indonesia

Tidak Ada Unsur Babi pada Vaksin Meningitis Jemaah Haji Indonesia

By Republika Newsroom
Rabu, 06 Mei 2009 pukul 16:36:00

JAKARTA — Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Prof. Dr. Tjandra Yoga Adhitama menegaskan, vaksin meningitis yang diberikan kepada calon jemaah haji Indonesia adalah vaksin meningitis “Mencevax ACWY”. Vaksin ini di dalam proses pembuatannya menggunakan kultur media yang bebas binatang, termasuk bebas dari material bovine (sapi) dan porcine (babi).

“Jadi vaksin meningitis yang digunakan jemaah haji Indonesia tidak mengandung unsur babi,” kata Tjandra Yoga menjawab kekhawatiran adanya vaksin miningitis yang digunakan jemaah haji/umrah memiliki kandungan babi.

Dijelaskan, vaksin tersebut selain digunakan jemaah haji Indonesia juga telah digunakan oleh negara-negara yang mengirimkan jemaah haji yaitu Saudi Arabia, Iran, Nigeria, Yaman, Malaysia, Philiphina, Singapura, Pakistan Banglades, Ghana, India, Kazakstan, Kuwait, Libanon dan masih banyak lagi.

Keterangan ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan seperti dirilis situs “depkes.go.id” Senin (4/5) lalu. Selain itu Depkes juga memberikan layanan bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh agar menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id./taq

MUI: Vaksin Meningitis Mengandung Enzim Babi

http://www.republika.co.id/koran/14/46293/MUI_Vaksin_Meningitis_Mengandung_Enzim_Babi

MUI: Vaksin Meningitis Mengandung Enzim Babi

Sabtu, 25 April 2009 pukul 21:26:00

LPPOM MUI Sumatra Selatan menemukan fakta vaksin meningitis mengandung enzim porchin dari babi.PALEMBANG — Majelis Ulama Indonesia Sumatra Selatan (MUI Sumsel) mengingatkan pemerintah untuk mengganti vaksin meningitis (radang selaput otak) yang biasa digunakan untuk jamaah haji dan umrah. Pasalnya, vaksin meningitis itu mengandung enzim porchin yang berasal dari babi.Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun, menegaskan, kandungan enzim babi dalam vaksin meningitis terungkap setelah Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) di provinsi itu melakukan penelitian dengan melibatkan pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).”MUI Sumsel melakukan penelitian tersebut, setelah tiga bulan lalu mendapat laporan tentang adanya kandungan enzim babi dalam vaksin meningitis,” ungkap Kiai Sodikun kepada Republika, Jumat (24/4). Setelah mendapat laporan itu, papar dia, LPPOM MUI yang dipimpin langsung ketuanya, Prof Nasruddin Iljas, melakukan penelitian dengan melibatkan pakar dari Unsri, salah satunya, Prof T Kamaludin, direktur Program Pascasarjana Unsri…

MUI Sumsel Yakini Vaksin Meningistis untuk Calhaj Haram

http://republika.co.id/berita/46652/MUI_Sumsel_Yakini_Vaksin_Meningistis_untuk_Calhaj_Haram

MUI Sumsel Yakini Vaksin Meningistis untuk Calhaj Haram

By Republika Newsroom

Senin, 27 April 2009 pukul 11:42:00

PALEMBANG — Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan (MUI Sumsel) tetap pada sikapnya, meyakini bahwa vaksin meningitis yang digunakan untuk calon jemaah haji atau umrah tersebut haram karena mengandung enzim yang berasal dari binatang babi. Ketua MUI Sumsel KH Sodikun, Senin (27/4) menegaskan, apa yang disampaikan LPPOM MUI Sumsel bersama para pakar sudah melalui diskusi dan pengkajian. “Hasil kajian MUI Sumsel ini sudah kami sampaikan ke MUI pusat melalui forum Rakernas MUI pada November 2008 di Jakarta. Namun apa yang kami sampaikan sampai kini belum ada respon baik dari Menteri Agama dan Menteri Kesehatan,” ujarnya. Menurut Sekretaris MUI Sumsel KH Ayik Farid, “Dalam Rakernas MUI sudah kami sampaikan bahwa proses pembuatan vaksin meningitis tersebut menggunakan enzim porchin dari binatang babi. LPPOM MUI Pusat juga sudah mengakui itu, namun karena sudah ada kontrak pengadaan vaksin tersebut selama lima tahun maka penggunaannya tidak bisa diganti.” Ayik Farid juga mengakui, bahwa temuan MUI Sumsel tersebut sudah melewati forum diskusi dengan para pakar, diantaranya pakar farmakologi Prof Dr T Kamaluddin Ketua Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya (Unsri), pakar penyakit dalam dan pakar dokter anak. “Jadi apa yang kami sampaikan tentang vaksin meningitis yang mengandung enzim babi bukan tanpa melalui kajian. Kajian ini sudah kami sampaikan ke MUI Pusat melalui forum Rekernas MUI pada Novermber 2008. MUI Sumsel bukan ingin membuat keresahan di tengah masyarakat. MUI Sumsel berharap masalah ini segera menjadi perhatian serius Departemen Agama dan Departemen Kesehatan,” tambah Sodikun. Sementara itu Prof Nasruddin Iljas Ketua LPPOM MUI Sumsel menjelaskan, negara lain seperti Malaysia telah menggunakan vaksin meningitis yang halal dari sapi. “Jadi sudah seharusnya pemerintah pusat, khususnya Departemen Agama segera mencari alternatif pengganti vaksin meningitis yang tidak mengandung binatang babi.” Nasruddin mengatakan, jika produk makanan, obat-obatan serta kosmetik mengandung bahan yang tidak halal maka akan menghambat bahkan menyebabkan ibadah umat Islam sia-sia. “Ini harus menjadi perhatian. Apalagi sekarang marak beredar makanan yang berasal dari daging babi,” tambahnya. Terhadap para jemaah haji yang telah menggunakan vaksin meningitis yang mengandung enzim babi tersebut, Ketua MUI Sumsel menjelaskan, masuknya zat haram ke dalam tubuh para calon jemaah haji itu berakibat menghalangi kemabruran hajinya. Sebab syarat mabrurnya haji, selain bersih secara jiwa, para jamaah haji juga harus bersih secara raga. “Kalau tubuh kita kemasukan zat yang diharamkan maka dapat menghalangi terkabulnya doa. Tapi bagi mereka yang tidak tahu bisa dimaafkan, yang berdosa adalah orang yang mengambil kebijakan dan mengetahui hal itu tapi tetap dilaksanakan,” tegasnya. oed/fif

Ekstrak Meniran Terbukti Cegah Influenza Jemaah Haji

Ekstrak Meniran Terbukti Cegah Influenza Jemaah Haji
Senin, 30 Maret 2009 | 23:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemberian Phyllanthus niruri atau ekstrak meniran bersamaan dengan multivitamin dapat mengurangi risiko Penyakit influenza-like illness (ILI) pada jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah haji.

Demikian paparan DR.Masdalina Pane, SKM, MKes dan koleganya yang meneliti khasiat meniran untuk mencegah ILI pada jemaah haji Indonesia dari subdirektorat kesehatan haji Depkes RI di Jakarta, Senin (30/03).

Isu kesehatan pada jemaah haji Indonesia selalu menjadi topik hangat tiap tahunnya. Penyakit ILI yang merupakan salah satu Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang sering ditemukan pada jemaah haji Indonesia berdasarkan laporan tahunan pelaksanaan haji.

Masdiana menjelaskan influenza-like illness (ILI) secara klinis didefinisikan sebagai ISPA yang disebabkan oleh virus dengan gejala utama batuk kering, demam tinggi sekitar 38,5 derajat celcius, rasa lelah berlebihan, nyeri otot, meriang, demam, sakit kepala, tenggorokan dan hilang nafsu makan.

Ia mengatakan berdasarkan data laporan tahunan penyelenggaran haji, hampir 60% jemaah haji Indonesia tiap tahunnya terkena ISPA, dan 85% nya merupakan ILI dan hanya 15% saja yang benar-benar influenza.

Masdalina mengatakan selama ini jemaah haji Indonesia hanya diberikan vaksin Meningitis meningocous secara gratis sebelum berangkat ke tanah suci. Sementara itu bagi jemaah yang memerlukan vaksin tambahan, biasanya akan diberi vaksin influenza sesuai permintaan jemaah.

Namun menurutnya pemberian vaksin influenza juga tidak dapat mencegah individu terserang ILI, karena strain patogen virus yang menyebabkan ILI berbeda dengan influenzea.

Berangkat dari permasalahan tersebut, maka subdirektorat kesehatan haji Depkes RI bersama dengan Divisi alergi-imunologi klinik departemen penyakit dalam FK UI, RSCM dan didukung oleh PT Dexa Medica mengadakan penelitian dan uji klinis untuk pencegahan ILI pada jemaah haji Indonesia.

dr.Iris Rengganis, SpPD, KAI, salah satu peneliti yang melakukan uji klinis terhadap jemaah haji dari departemen ilmu penyakit dalam FKUI mengatakan penelitian ini dilakukan pada 309 jemaah haji Indonesia tahun 2007/2008(1428 H) dengan kisaran usia 18-65 tahun yang secara klinis dinilai sehat oleh tim kesehatan haji.

“Dalam penelitian ini jemaah dibagi sebara acak menjadi tiga kelompok,” ujar Iris. Kelompok pertama dan kedua hanya diberikan Phyllanthus niruri atau multivitamin saja. Sedangkan kelompok satunya lagi diberikan kombinasi keduanya.

“Produk uji kita berikan dengan dosis dua kali sehari untuk kapsul Phyllanthus niruri 50 mg dan sekali sehari untuk tablet multivitamin selama 40 hari yang meliputi seminggu sebelum berangkat dari tanah air dan selama perjalanan haji,” jelas Iris.

Selama mengikuti penelitian, subyek tidak diperkenankan minum suplemen lainnya. Setelah 40 hari uji coba, selanjutnnya dilakukan evaluasi klinis. Menurut Iris, dari hasil evaluasi klinis didapat data yang menunjukkan pemberian Phyllanthus niruri tunggal kepada kelompok pertama menunjukkan penurunan jumlah jamaah yang terjangkit ILI menjadi 10,5%, kelompok multivitamin tunggal sebesar 12,7 %, dan kelompok kombinasi sebesar hanya 8,1%.

“Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang mendapatkan kombinasi keduanya dapat menekan kemungkinan terkena ILI paling kecil diikuti dengan kelompok yang mendapat meniran tunggal. Baru setelah itu kelompok yang hanya mendapat multivitamin,” tutur Iris.

Menurutnya kesimpulan yang didapat adalah pemberian Phyllanthus niruri bersamaan dengan multivitamin dapat mengurangi risiko ILI pada jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah haji.

Sementara itu peneliti sub bagian patologi Universitas Airlangga, DR.Drs.Suprapto Maat, MS.Apoteker pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa ekstrak tanaman Phyllantus niruri telah dibuktikan secara klinis oleh peneliti yang bernama Thabrew dapat meningkatkan aktivitas sistem komplemen melalui jalur klasik yang pada akhirnya dapat meningkatkan sitotoksisitas sel natural killer (NK) untuk menambah daya tahan tubuh.

Sayuran Asli Indonesia Kandung Antioksidan Tinggi

Sayuran Asli Indonesia Kandung Antioksidan Tinggi
By Republika Newsroom
Minggu, 22 Maret 2009 pukul 14:41

Sayuran Asli Indonesia Kandung Antioksidan TinggiATHROME.WORDPRESS.COMDaun Katuk Menyehatkan

BOGOR – Kabar gembira bagi para penggemar sayur, dan lalap. Para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan senyawa antioksidan alami dalam sekurangnya 11 macam sayuran “indegenous” atau asli dari Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Juru bicara IPB Ir Henny Windarti, MSi dalam penjelasannya di Bogor, Minggu (22/3) mengemukakan bahwa anggota penelitian tersebut, antara lain Dr Nuri Andarwulan, Ratna Batari, Diny Agustini Sandrasari dan Prof Hanny Wijaya.

Ke-11 sayuran tersebut antara lain, kenikir (Cosmos caudatus), beluntas (Pluchea indica), mangkokan (Nothopanax scutellarium), kecombrang (Nicolaia speciosa Horan), kemangi (Ocimum sanctum), katuk (Sauropus androgynus), kedondong cina (Polyscias pinnata).

Kemudian antaman (Centella asiatica), poh-pohan (Pilea trinervia), daun gingseng (Talinum paniculatum), dan krokot (Portulaca oleracea).

Menurut Nuri Andarwulan, peneliti di Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST) IPB, senyawa antioksidan alami itu berupa senyawa fenolik (tokoferol, flavonoid, asam fenolat), senyawa nitrogen (alkaloid, turunan klorofil, asam amino, dan amina), atau karotenoid seperti asam askorbat.

Ia mengatakan bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan dan pernah dipaparkan dalam seminar bertema “Natural Antioxidants: Chemistry, Biochemistry and Technology” itu menunjukkan nilai total flavonoid sayur-sayuran indigenous sangat bervariasi.

“Seluruh sampel sayuran indegenous mengandung komponen quercetin,” katanya.

Hasil penelitian yang dilakukan tim menunjukkan bahwa sayuran indegenous yang mempunyai flavonoid tertinggi berturut-turut ialah katuk (831,70 miligram per 100 gram), kenikir (420,85 miligram per 100 gram) dan kedondong cina (358,17 miligram per 100 gram). Sedangkan krokot mempunyai total flavonoid terkecil yaitu 4,05 miligram per 100 gram.

Komponen flavonoid pada daun katuk yang paling dominan adalah kaempferol sebesar 805,48 mi merupakan sayuran dengan nilai total flavonoid tertinggi dibandingkan sayuran indigenous lainnya, kandungan total fenol tertingi justru dimiliki kenikir (1225,88 miligram per 100 gram), diikuti beluntas 1030,03 miligram per 100 gram dan mangkokan 669,30 miligram per 100 gram.

“Nilai total fenol sayur-sayuran indigenous rata-rata jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai total flavonoid-nya. Hal ini menunjukkan di dalam sayur-sayuran tersebut terkandung senyawa fenol lain yang bukan berasal dari flavonol maupun flavone,” katanya.

Sementara itu, peneliti Universitas Tufts di Boston Amerika Serikat Bradley Bolling, PhD mengatakanm antioksidan mengurangi akumulasi produk radikal bebas, menetralisir racun, mencegah inflamasi, dan melindungi penyakit genetik.

Ia mengemukakan bahwa masalah yang sering dijumpai dalam penelitian antioksidan yaitu referensi. Sangat banyak produk para botani, yang kuran valid dalam ukuran kapasitas antioksidan pada klinik. Selain itu juga ada kelemahan kelemahan standar penggunaan ukuran kapasitas antioksidan dan kelemahan data nilai antioksidan pada para botani.

Untuk itu diperlukan strategi memecahkan masalah tersebut, antara lain, data aktivitas antioksidan dengan memperbandingkan produk para botani, mengikuti pemeringkatan pemasukan data. Di samping itu, menyediakan ukuran langsung kapasitas antioksidan dan asses tidak langsung potensi bioaktivitas, dan mengindentifikasi bagaimana dampak metabolisne bioaksi antioksidan.

Penelitan tersebut paling tidak menunjukkan perilaku makan tinggi sayuran, terutama penggemar pecel dan urap, memiliki keuntungan dari senyawa antioksidan tinggi yang dikandung sayur-sayuran tersebut.  Lagi pula jenis sayuran itu tak sulit di dapat. Tak perlu repot bukan? /ant/itz

Semanggi Merah Tangkal Kanker Prostat

Semanggi Merah Tangkal Kanker Prostat
By Republika Newsroom
Senin, 23 Maret 2009 pukul 12:37:00

Semanggi Merah Tangkal Kanker ProstatSEMANGGI MERAH: Kandung Isoflavonoid tinggi

Tak sedikit kaum pria yang takut terkena kanker prostat. Maklum saja penyakit ini tergolong ganas dan mengganggu aktivitas seksual. Kaum adam ingin terhindar dari penyakit ini, dan apapun upaya akan dilakukan untuk menghindari.

Bagi anda yang ingin mencegah kanker prostat datang menghampiri anda, ada baiknya mengikuti saran Dokter Julia Arnold, peneliti dari National Center for Complementary and Alternatif Medicine, National Institute of Health, Amerika Serikat.

Saran yang Julia anjurkan adalah untuk mengonsumsi ekstrak daun semanggi berwarna merah.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer Prevention Research itu menyebutkan tanaman semanggi yang bernama latin Marsilea Drummondii, dari family Marsileaceae, mengandung isofavlon yang berperan meningkatkan level dehidroepiandrosterone (DHEA) yang berperan melindungi kesehatan prostat.

“Hormon itu dapat direkayasa secara laboratorium dengan memberikan isoflavon,” ujar Julia. Kabar gembira bukan? Lagipula semanggi adalah termasuk sayuran khas indonesia. Mengosumsi semanggi tiap hari tentu bukan kiat berat menghindari kanker prostat./naturalherbsguide.com/itz

Tomat, Si Merah Pencegah Kanker

Tomat, Si Merah Pencegah Kanker
By Republika Newsroom
Selasa, 17 Februari 2009 pukul 15:33:00 <!–

Iklan 468x60

–>

Tomat, Si Merah Pencegah KankerCORBISTOMAT: Tomat terutama jenis tomat buah kaya vitamin C vitamin A dan zat antioksidan lycopen yang efektif cegah kanker

JAKARTA – Siapapun pasti mengenal Tomat, tapi tahukan anda bila tomat pun bermacam bentuk. Pertama tomat buah, berwarna merah, berdaging tebal, dengan biji berair dan mudah didapat di pasar tradisional Indonesia sekali pun.

Sementara yang berukuran lebih kecil dan biasanya berwarna oranye kehijauan dan hijau bila belum matang, dikenal sebagal tomat sayur karena kerap digunakan dalam masakan. Selain itu ada juga yang berukuran kecil sebesar kelereng disebut tomat ceri. Jenis tomat ini juga digunakan untuk campuran membuat sambal atau dalam hidangan salad.

Tomat tak hanya sedap untuk masakan, tapi juga berkhasiat untuk kesehatan. Studi yang dimuat di Journal of the National Cancer Institute menguatkan bahwa mengkonsumsi tomat dalam jumlah cukup dapat menurunkan resiko kanker, meski tidak semua  jenis kanker. Dari 72 penelitian yang dilakukan, 57 menyatakan terdapat keterkaitan konsumsi tomat dengan penurunan resiko kanker, demikian menurut keterangan Dr. Edward Giovannucci dari Harvard Medical School.

“Data yang ada hampir semua mengaitkan konsumsi tomat dengan kanker prostat, paru-paru dan sistem pencernaan,” ungkap Giovannucci. Penemuannya juga menunjukan bahwa konsumsi tomat dapat menurunkan resiko kanker lain seperti pankreas, usus besar, payudara dan leher rahim.

“Sangat baik mengkonsumsi tomat sebagai pola makan sehat, seperti konsumsi buah atau sayuran lainnya,”  ungkap Dr Moshe Shike direktur Cancer Prevention and Wellness Program, Cancer Center, New York, kolega Giovannuci.

Giovannucci sendiri melakukan penelitian mengenai tomat dalam bentuk apapun, baik mentah, saus, pasta, sup atau salad. Khasiat ditemukan dalam semua olahan tersebut, penelitian juga menyimpulkan bahwa kandungan manfaat tomat tidak terganggu dengan pemasakan dan pengolahan.

Hanya saja, terkadang tomat dicampur dengan lemak dan gula yang tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. seperti tomat segar dikonsumsi bersamaan dengan keju. Sumber lemak tinggi itulah yang harus dikurangi.

Namun jika dibandingkan dari semua jenisnya tomat, yang paling baik dikonsumsi adalah tomat merah atau tomat buah. Tomat berwarna merah mengandung vitamin C dan vitamin A lima kali lebih banyak dibandingkan dengan tomat sayur. Semakin matang tomat, semakin kaya kandungan vitaminnya. Zat-zat dalam tomat saat dimasak dengan sayuran lain pun tidak hilang malah menghancurkan Radikal Bebas dalam masakan.

Selain vitamin C pigmen merah pada tomat juga mempunyai nilai lebih. Semakin merah tomat semakin banyak mengandung lycopene, nama zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet. Kandungan  lycopene inilah yang berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel–pemicu kanker leher rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas.

Berbeda dengan sayuran lain yang lebih bermanfaat jika dikonsumsi segar atau bahka mentah, ternyata tomat lebih baik dicampur dengan masakan atau dihancurkan sebelum dikonsumsi. Para peneliti menemukan lycopene yang dikeluarkan pada tomat tersebut lebih banyak dibandingkan bila langsung dimakan tanpa diolah dahulu. Sayangnya, meskipun kandungan lycopennya berlimpah, pasta tomat dan saus tomat yang dijual dipasaran sudah banyak dibubuhi zat aditif seperti pewarna atau pengawet sintetis.

Sangat dianjurkan membuat saus atau pasta tomat sendiri sehingga kandungan bermanfaat tomat tidak tercemari dengan zat-zat berbahaya yang justru memicu rusaknya sel-sel tubuh./cr1/itz

Fakta dibalik Tomat

  1. Rasa asam buah tomat berasal dari asam malik dan asam sitrat
  2. Buah tomat menstimulir keluarnya enzim pencernaan, terutama yang berasal dari pankreas. Guna meningkatkan kerja saluran cerna, minum jus tomat setiap hari sebelum makan
  3. Jus tomat berkasiat tonik bagi penderita yang sedang sakit maupun pada fase penyembuhan.
  4. Pengobatan tradisional Cina membuktikan, tomat mempunyai khasiat pereda demam (antiseptik) dan penawar racun (detoksikan)
  5. Tomat olahan seperti direbus, saus tomat, dan pasta membuat likopen lebih mudah diserap sehingga lebih berkhasiat untuk mencegah kenker prostat dan penyakit jantung.
  6. Waspada bagi orang yang sensitf terhadap tomat, sebab bisa timbul alergi di saluran cerna akibat kandungan saponin, solanin, dan histamin.

Ingin Lebih Kebal? Ayo Santap Jamur

http://www.republika.co.id/berita/37103/Ingin_Lebih_Kebal_Ayo_Santap_Jamur

Ingin Lebih Kebal? Ayo Santap Jamur
By Republika Newsroom
Jumat, 13 Maret 2009 pukul 12:09:00 <!–

Iklan 468x60

–>

<!–

SHARE
RSS

–>

Ingin Lebih Kebal? Ayo Santap JamurCORBIS.COMJAMUR MAITAKE

Mau terhindar dari penyakit kanker? Mulailah menyantap jamur maitake atau oister. Seratus gram perhari atau lebih sangat cukup. Penelitian yang dilakukan Keith Martin Dari Universitas Negara Bagian Arizona, Mesa, AS, membuktikan jamur berkhasiat mencegah kanker.

Dalam penelitian ini Martin menggunakan mencit sebagai binatang percobaan. Beberapa mencit diberi bahan kimia yang dapat menimbulkan peradangan usus besar (kolon). Peradangan tersebut bisa menumbuhkan tumor. Kemudian ia memberikan beberapa jamur dalam kadar berlebih. Ternyata hasil cukup signifikan, para mencit tersebut terhindar dari kerusakan usus.

“Jamur sepertinya bakal menjadi kunci efektif untuk merangsang sistem kekebalan tubuh,” kata Martin seperti yang dikutip oleh reuters.com. Namun ia mengatakan jumlah jamur yang dikonsumsi harus banyak agar hasil yang diperoleh maksimal. Jumlah yang disarankan yakni 100 gram atau 2,5 cangkir perhari.

Kurang dari itu, menurut Martin, meski dikonsumsi lama tidak akan memberi hasil dan belum mengubah sistem imun seseorang. Jadi, tambahkan jamur dalam menu masakan sehari-hari dari sekarang./itz

Akibat Imunisasi Tetanus, Jiwa Syadiah Terancam

Akibat Imunisasi Tetanus, Jiwa Syadiah Terancam

http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/21/1/194956/akibat-imunisasi-tetanus-jiwa-syadiah-terancam
Sabtu, 21 Februari 2009 – 11:27 wib
Marieska Harya Virdhani – Okezone

Foto: Marieska/okezone

DEPOK – Dokter spesialis anak Rumah Sakit Sentra Medika Depok menyatakan nyawa Syadiah (7), bisa saja melayang apabila tidak mendapatkan pertolongan secepatnya.

Pelajar kelas 1 sekolah dasar itu terpaksa dirawat setelah kondisi kesehatannya terus memburuk, usai mendapat imunisasi tetanus di sekolahnya. Belakangan diketahui, ternyata Syadiah menderita Stepen Jhonson Syndrome.

“Penyakit ini bisa mengancam jiwa,” ujar Indra Sugiarno, dokter spesialis anak RS Sentra Medika yang merawat Syadiah di Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2009).

Stepen Jhonson Syndrome didefinisikan sebagai kumpulan gejala yang timbul akibat reaksi hiper sensitifitas tubuh terhadap pengaruh dari luar. “Bisa dari obat-obatan, infeksi, atau hal yang lain,” terangnya.

Gejala awal penyakit ini adalah munculnya bercak-bercak hitam di tubuh yang kemudian berubah menjadi merah. Pada tahap selanjutnya lapisan kulit epidermis dan dermis akan terkelupas akibat penumpukan sel-sel yang mati.

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengalami nasib serupa dengan Syadiah karena peluang kejadian kasus ini perbandingannya 1:1 satu juta orang dalam setahun. “Minimnya peluang terjadinya kasus ini karena penyakit diakibatkan kerentanan genetik,” terang dia.

(ful)

Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok Pulih

Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok Pulih
By Republika Newsroom
Rabu, 04 Maret 2009 pukul 14:34:00 <!–
Iklan 468x60

–>

Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok PulihCORBIS.COM

PEMICU: Salah satu pemicu Sindrom Stevens-Jhonson adalah obat-obatan. Pasien seharusnya mengkonsultasikan setiap obat yang akan dikonsumsi

http://www.republika.co.id/berita/35352/Pasien_Sindrom_Stevens_Johnson_Depok_Pulih

DEPOK-Bocah penderita Stevens-Johnson Syndrome yang sempat diisukan sakit karena diimunisasi TT (tokso tetanus) di Kota Depok, Syadiah (7 tahun) dinyatakan pulih setelah 18 hari dirawat di RS Sentra Medika, Depok. Sementara pengawasan konsumsi obat-obatannya masih diperketat. ”Kondisi terakhir Syadiah memungkinkan untuk berobat jalan dan dinyatakan 99 persen sembuh,” terang dokter spesialis anak RS Sentra Medika yang merawat pasien, Indra Sugiarno, Rabu (4/3). Setelah lepas infus lima hari lalu, ujar Indra, Syadiah langsung dikenalkan makanan padat. Bahkan, kini ia bisa makan hidangan favoritnya, mie instan. Selain itu, dokter kulit RS Sentra Medika masih terus memantau kondisi kulit ari pasien pasca pengelupasan seminggu sekali. Lantaran warna kulit Syadiah tidak rata akibat terkelupas (hipopigmentasi). Saat ditanya tentang penyebab penyakit Syadia, Indra belum bisa memastikan karena ada beberapa faktor pemicu, seperti obat, makanan, genetik serta faktor lainnya yang belum diketahui ilmu medis. Namun, ia memastikan penyakit Syadiah ini bukan disebabkan karena imunisasi. ”Kemungkinan besar Syadiah punya faktor genetik yang menyebabkan dia rentan terkena Stevens-Johnson Syndrome dan dari obat-obatan yang diminum,” terangnya. Maka, orangtua Syadiah harus mengkonsultasikan terlebih dulu obat yang dikonsumsi. Terutama dua jenis obat yang acapkali jadi sumber penyakit ini, yaitu obat antikejang dan antiasam urat. Beruntungnya, resiko fatal sindrom ini pada Syadiah hanya sekitar 30 persen. Sehingga ia bisa pulih lebih cepat dan terhindar dari kondisi yang memberatkan penyakit ini, seperti perlengketan saluran pernafasan dan pencernaan yang saling berhadapan di rongga dalam. Di kesempatan yang sama, Sadiyah yang selama perawatan terkesan takut diekspos, saat jumpa pers kemarin ia mau menjawab pertanyaan wartawan dengan sedikit malu-malu. “Saya besok pengen sekolah dan ketemu teman-teman,” ujarnya. Sementara itu, ayah Syadiah, Prasetyo merasa bersyukur atas kesembuhan putrinya. Ia juga mengaku merasa terbantu dengan penanganan medis RS Sentra Medika yang tanggap serta berterima kasih pada Dinkes Kota Depok yang membantu masalah pembiayaan melalui Jamkesmas. Sebelumnya, kasus Syadiah ini menyeret Dinkes Kota Depok yang dituding tidak mendiagnosa terlebih dulu anak-anak yang ikut imunisasi. Akibatnya, Syadiah yang menjadi salah satu peserta imunisasi tiba-tiba mengalami sakit yang mengakibatkan kulit tubuhnya menghitam dari wajah hingga pangkal paha. c84/itz

MINUM AIR SEMBUHKAN PENYAKIT

MINUM AIR SEMBUHKAN PENYAKIT
By Republika Newsroom
Selasa, 20 Januari 2009 pukul 14:32:00 <!–

Minum Air Sembuhkan Penyakit
AMIN MADANI/ DOK REPUBLIKA

MINUM: Meminum air putih adalah aktivitas yang dibutuhkan tubuh sehari-hari. Dengan metode yang tepat, dapat membantu menyembuhkan penyakit.

JAKARTA– Air adalah salah satu unsur utama dalam membangun makhluk-makhluk hidup. Melalui berbagai riset diketahui persentase air ditubuh manusia mencapai 71%. Angka yang sama dengan kandungan air di permukaan bumi yaitu 71%, sisanya 29% adalah daratan.

Berbagai kegiatan dan gerakan-gerakan interaksi dalam hidup, mulai dari proses pemasukan gizi, pengeluaran kotoran, proses pertumbuhan dan berkembang biak tidak akan terjadi tanpa peran air. Begitu dahsyatnya eksistensi air di kehidupan manusia.

Air juga berperan penting dalam proses menelan makanan, menghaluskan, mencerna, memindahkan dan mendistribusikannya. Bersamaan dengan itu, air juga ikut memperlancar proses penyebaran berbagai zat-zat vitamin, hormon-hormon, unsur-unsur pertahanan serta penyebaran oksigen ke seluruh bagian tubuh, menjaga suhu panas dan kelembaban tubu serta proses-proses hidup lainnya.

Allah SWT berfirman, “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al-Anbiya 21:30).

Para ahli pengobatan alternatif mengatakan, penderita demam, diabetes atau penyakit-penyakit kronis lainnya akan mendapatkan manfaat dari minum air putih dalam kadar yang mereka butuhkan.

Penulis buku Terapi Air: Keampuhan Air dalam Mengatasi Aneka Penyakit Berdasarkan Wahyu dan Sains, Mahir Hasan Mahmud mengatakan, satu sendok air putih dalam setiap seperempat atau setengah jam akan membantu menyembuhkan banyak penyakit lambung dan usus.

Bagi yang memiliki masalah bau badan juga akan mendapatkan solusi dengan banyak minum air putih. Lebih dari itu, penyuapan satu sendok air putih setiap setengah jam pada orang yang sakit perut, panas tinggi atau dahaga akan banyak membantu.

Dalam bukunya, Mahmud juga menuliskan berbagai riset yang dilakukan oleh salah satu organisasi medis di Jepang menunjukkan, pengobatan dengan air memiliki efektivitas tinggi. Bahkan dalam beberapa kasus penyakit, kesuksesannya bisa mencapai 100%.

Riset-riset yang telah dilakukan antara lain untuk penyakit migrain, tekanan darah tinggi dan rendah, linu persendian, ayann, kegemukan yang disertai debaran jantung yang kencang. Serta batuk, TBC, asma, bronchitis, infeksi selapur otak dan semua penyakit yang berhubungan dengan urin dan hati.

Selain itu, riset dengan pengobatan air juga dilakukan terhadap penyakit kelebihan zat asam dan infeksi pada lambung, disentri, pemantangan, wasir dan rutinitas haid yang tidak teratur pada perempuan.

Dengan metode konsumsi air, hasil riset tentang masa penyembuhan penyakit cukup mencegangkan. Tekanan darah stabil dalam 20 hari, penyakit lambung membaik dalam 10 hari, diabetes semakin stabil dalam 30 hari, TBC sembuh dalam 3 bulan, kanker dalam jangka waktu 6 bulan yang dibuktikan dengan hasil sinar X dan pemeriksaan menyatakan perkembangan yang menggembirakan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh manfaat maksimal air adalah sebagai berikut:

  • Minum empat gelas air putih begitu terbangun untuk shalat shubuh.
  • Berhenti mengonsumsi makanan selama 45 menit setelah minum air, baru kemudian boleh menyantap sarapan.
  • Berhenti mengonsumsi makanan selama dua jam dalam bentuk apa pun setelah makan pagi, baik berbentuk cair maupun kasar. Hal yang sama juga dilakukan pada jam makan siang dan malam.
  • Setelah makan malam tidak boleh mengonsumsi apa pun.
  • Jika empat gelas air putih dirasa terlalu berat, terutama bagi yang telah lanjut usia, dapat digantikan sedikit demi sedikit dan berhatap sampai dapat menghabiskan empat gelas sekaligus. (ri)

Vaksin dari Janin Bayi

http://www.halalguide.info/content/view/803/

Vaksin dari Janin Bayi

PDF Print E-mail
Wednesday, 31 January 2007

ImageHalalGuide–Penggunaan janin bayi yang sengaja digugurkan ini bukan merupakan suat hal yang dirahasiakan publik. Sel line janin yang biasa digunakan untuk keperluan vaksin biasanya diambil dari bagian tubuh seperti paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus, dan hati yang diperoleh dari aborsi janin.

Vaksin untuk cacar air, hepatitis A, dan MMR diperoleh dengan menggunakan fetal cell line yang diaborsi, MRC-5, dan WI-38. Vaksin yang mengandung MRC-5 dan WI-38 adalah beberapa vaksin yang mengandung cell line lipoid manusia.

Tabel di bawah ini menunjukkan jenis vaksin yang diperoleh dari praktik aborsi:

Penyakit

Vaksin

Produsen

Sel Line (human fetal)

Polio

Poliovax

Aventis-Pasteur

MRC-5

Measles Mumps Rubella

MMR II

Merck & Co

RA273 & WI38

Meales-Rubella

Biavax II

Merck & Co

RA273 & WI38

Rubella Only

MR-VAX

Merck & Co

RA273 & WI38

Rabies

Imovax

Aventis-Pasteur

MRC-5

Hepatitis A

Hivrax

Vagta

Glaxo Smith Kline

Merck & Co

MRC-5

Hepatitis A-B combo

Twinnix

Glaxo Smith Kline

MRC-5

Chickenpox

Varixax

Merck & Co

WI 38 & MRC-5

Smallpox

Acambix 1000

Acambis

MRC-5

Ebola

Unknown

Merck & Co

PER C6

HIV

Unknown

Merck & Co

PER C6

Sepsis

Xigris

Eli Lilley

HEK 293

Influenza

Unknown

Medimmune

PER C6

Sumber Jurnal Halal LPPOM MUI

Penanganan Flu Burung Ala Thailand

http://www.bainfokomsumut.go.id/open.php?id=10&db=h5n1

Senin, 24 Jul 2006

Penanganan Flu Burung Ala Thailand

alam sebuah simposium internasional tentang penanganan dan pencegahan merebaknya flu burung, yang digelar di Jakarta pada 13-14 Juli 2006, turut hadir pakar dari beberapa negara tetangga, termasuk dari Thailand.

Somsak Pakpinyo, seorang sarjana S3 Universitas Chulalongkorn, berbicara sebagai wakil dari Thailand dan mempresentasikan kebijakan negerinya menangani flu burung.

Hal yang menarik dari pemaparan Somsak adalah kebijakan Thailand yang melarang penggunaan metode vaksinasi unggas dan ayam ternak dalam upaya pencegahan penyebaran flu burung.

Somsak menyebutkan bahwa Pemerintah Thailand tidak menggunakan metode vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyebaran flu burung dalam industri peternakan, sejak awal penyakit itu beredar di negeri itu.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tri Satya Naipospos, dari Komisi Nasional Flu Burung, menyebutkan bahwa Indonesia justru menerapkan kebijakan vaksinasi sebagai pelengkap metode biosecurity yang ditempatkan sebagai lini terdepan.

Strategi Thailand

Selama Januari 2004 hingga Januari 2005, industri peternakan Thailand terganggu virus flu burung. Virus yang bersirkulasi pada saat itu dikategorikan sebagai Avian Influenza jenis H5N1 yang patogenik.

Penanganan pun dilakukan secara serius, terlihat dari reaksi cepat perdana menteri dan departemen-departemen terkait yang menyusun strategi nasional.

Sebagai “panglima” pencegahan merebaknya virus, kata Somsak, Departemen Pengembangan Pangan bertanggungjawab dalam hal pengendalian virus di sektor peternakan, termasuk ternak ayam, ayam piaraan di kandang-kandang belakang rumah, bebek, dan angsa.

“Setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian vaksinasi AI, pemerintah berkeputusan untuk melarang vaksinasi dalam industri peternakan,” kata dia.

Memang, vaksinasi merupakan salah satu cara untuk menangkal penyebaran virus AI. Organisasi Pertanian Dunia (FAO) menyarankannya sebagai pendamping biosecurity, pendidikan pengenalan AI, dan kesadaran masyarakat.

Selain berfungsi untuk menekan penyebaran virus, terbukti metode vaksinasi “ampuh” mengendalikan epidemi flu burung di Cina.

Namun vaksinasi AI tidak menyelesaikan masalah. Vaksinasi merugikan sektor ekonomi karena bertentangan dengan regulasi IOE dan Uni Eropa karena satu persen dari hewan yang divaksinasi dapat tetap menularkan virus tanpa menunjukkan gejala-gejala klinis.

Itu sebabnya vaksinasi disebut-sebut menghadirkan “pembunuh diam-diam”, karena daya tahan virus justru meningkat, mutasi bisa terjadi setiap waktu, dan hanya 20-50 persen vaksin burung yang beredar di pasar yang membawa anti-bodi H5N1.

“Strategi kedua yang diterapkan di negeri Gajah Putih adalah pemantauan aktif secara klinis terhadap industri peternakan,” kata Somsak.

Sistem pemantauan di Thailand menyebutkan bahwa kriteria suspek kasus AI adalah bila kematian unggas mencapai 10 persen atau lebih dan 40 persen dalam tiga hari.

Pemusnahan dilakukan dalam radius 5 km dari titik kasus penyebaran, dengan harga ganti rugi minimal 70 persen harga pasar.

“Tapi untuk ayam petarung, tidak langsung dimusnahkan tapi diungsikan ke tempat lain untuk kemudian diamati lebih cermat,” ujar dia.

Khusus tentang uang ganti-rugi, Pemerintah Thailand menetapkan angka 70 persen dari harga pasar adalah angka yang dianggap cukup masuk akal karena setelah isu flu burung merebak, daya beli masyarakat terhadap panganan unggas menurun drastis, termasuk daging dan telur ayam.

Pemusnahan massal terhadap unggas yang terpapar dan dicurigai terpapar flu burung pun dilakukan dalam tempo tak lebih dari 24 jam sejak hasil uji klinis menunjukkan adanya penularan virus tersebut.

Dalam hal reaksi terhadap penularan antar-ternak, sistem pengawasan sangat lekat terhadap pergerakan hewan dari satu tempat ke tempat lain.

“Strategi ini diterapkan oleh polisi, petugas pangan, peternak, dan rumah jagal. Kerja sama di antara mereka adalah kunci keberhasilan pemantauan virus,” masih kata Somsak.

Strategi Thailand juga terletak di tindakan pencegahan. Peternakan unggas ditingkatkan standarnya, sesuai dengan biosecurity, tingkat higienitas, dan pengawasan dokter hewan.

Di Thailand, terdapat sekitar 50 ribu peternakan unggas, terdiri atas yang kecil dan besar. Pemerintah tentu tidak mampu menyelidiki tiap peternakan, itu sebabnya peran perguruan tinggi seperti Universitas Chulalongkorn dapat sangat membantu.

Biaya Pemusnahan

Dalam kesempatan yang sama, Tri Satya menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia menjadikan vaksinasi sebagai metode penanganan setelah menghitung biaya pemusnahan massal hewan yang ditengarai terpapar virus sangatlah besar.

“Dana penanganan flu burung saja sampai saat ini belum ada yang cair, kita sangat kekurangan dana memerangi flu burung,” kata dia.

Thailand, menurut Tri Satya, sangat peduli terhadap penanganan flu burung karena industri peternakan di dalam negeri memang sangat rentan — berbeda dengan Indonesia.

“Pangsa pasar produk peternakan unggas Thailand 60 persennya adalah untuk negeri-negeri Eropa, yang peraturannya melarang ternak tervaksin. Sementara di Indonesia, industri peternakan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri yang sudah sangat besar,” kata dia.

Di lain pihak, pilihan vaksinasi kurang disukai oleh kalangan pecinta unggas.

Sekretaris Umum Pelestari Burung Indonesia, Endang Budi Utami, menyebutkan bahwa biaya penanganan flu burung dengan cara vaksinasi jauh lebih mahal daripada pemusnahan (stamping-out).

“Pertama, vaksinasi tidak bisa digunakan hanya satu kali, melainkan berkali-kali dan harus terus dilakukan selama hewan itu hidup,” kata perempuan yang akrab disapa Emi tersebut.

Alasan kedua adalah vaksinasi sulit dilakukan terhadap burung-burung liar dan besar, sementara banyak koleksi para pecinta burung yang berupa burung liar dan berukuran besar.

“Saya juga yakin bahwa vaksinasi itu tidak dapat membunuh semua virus di dalam tubuh hewan, ada saja yang tersisa dan ini justru membawa celaka nantinya karena virus bisa lebih mutan,” jelasnya.

Pilihan stamping-out seperti tindakan Thailand atau vaksinasi adalah hal yang sama-sama mengandung resiko. Namun ibarat membeli mobil baru, setiap orang dapat saja dihadapkan dengan pilihan membelinya dengan cara kredit atau tunai.

Membeli tunai memang terasa berat di awal, namun mobil dibawa pulang tanpa rasa tergelayut utang.

Sementara membeli dengan cara berutang, sama-sama membawa pulang mobil baru, namun yang satu ini harus ditambah dengan cicilan serta kewajiban membayar bunga — yang pada akhirnya dapat membuat harga mobil nyaris setara dengan dua mobil baru bila dibeli tunai.

Pemerintah Indonesia bisa jadi kesulitan bila harus menyediakan sejumlah uang tunai yang besar pada metode stamping-out, namun hampir dapat dipastikan semua virus berakhir di situ.

Metode vaksinasi memungkinkan pengendalian penyebaran virus, tetapi tak ada jaminan virus berhenti berkembang sehingga bukan tidak mungkin biaya ekonomi pada masa mendatang bisa jauh lebih mahal daripada stamping-out. (Ant)

Gizi Jinten Tangkal Kanker dan AIDS

http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Nutrition&y=cybershopping|0|0|6|456

Gizi Jinten Tangkal Kanker dan AIDS
Nutrition Thu, 24 Jul 2008 15:30:00 WIB

Jinten kaya akan zat gizi, terutama karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral. Jenis rempah-rempah ini tak hanya memperlancar ASI, tetapi juga dapat menangkal penyakit kanker, AIDS, rematik, dan hipertensi.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan rempah-rempah. Ini pula yang membuat wilayah negara kita dijajah Belanda lebih dari 3,5 abad. Salah satu jenis rempah adalah jinten.

Sekilas jinten berbentuk seperti biji wijen. Di Indonesia, jinten memang kalah populer daripada jenis rempah-rempah lainnya, meskipun biasa digunakan sebagai bumbu di beberapa negara seperti Italia, Perancis, dan Jerman.

Selain sebagai bumbu masakan, biji jinten juga digunakan sebagai komponen obat tradisional di India, yaitu untuk mengatasi masalah gangguan pencernaan, pengobatan pasca persalinan, dan meningkatkan laktasi (air susu ibu).

Masyarakat Timur Tengah dan Afrika juga menggunakan biji jinten untuk meningkatkan kesehatan dan melawan berbagai penyakit.

Jenis jinten

Masyarakat dunia mengenal beberapa jenis jinten, yaitu jinten (Carum carvi L.), jinten manis (Pimpinella anisum L.), jinten putih (Cuminum cyminum L.), jinten hitam manis (Nigella damacena L.), dan jinten hitam pahit (Nigella sativa L.).

Menurut Farel (1990), jinten (Carum carvi L.) berasal dari Belanda. Dalam bahasa Inggris, jinten disebut dengan caraway seed. Panjang biji jinten rata-rata 6 mm.

Jinten manis (Pimpinella anisum L.) diduga berasal dari Timur Tengah, tetapi dikenal hampir di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, jinten manis juga dikenal dengan nama adas manis atau dalam bahasa Inggris disebut anise seed.

Jinten manis mempunyai panjang biji berkisar antara 3 hingga 5 mm dengan lebar 1 sampai 2 mm, berwarna cokelat hijau keabuan.

Jinten putih (Cuminum cyminum L.) dalam bahasa Inggris dikenal dengan cumin seed. Berasal dari Mesir dan biasa dimanfaatkan di Amerika Selatan, Afrika, dan Timur Tengah. Panjang biji berkisar 6 mm, berwarna cokelat kekuningan.

Jinten hitam (Nigella sp) diduga berasal dari Eropa Selatan. Dalam bahasa Inggris, jinten hitam terkenal dengan nama love in the mist. Terdiri dari dua jenis, yaitu jinten hitam manis dan jinten hitam pahit.

Jinten hitam merupakan jenis jinten yang paling populer dibandingkan dengan jinten jenis lain.

Memenuhi AKG

Jinten mempunyai kandungan gizi yang sangat baik, terutama karbohidrat, protein, dan seratnya. Jinten putih mengandung vitamin A yang sangat baik, yaitu 1.270 SI per 100 gram bahan, sedangkan jinten hitam sangat kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E. Konsumsi 100 gram biji jinten telah memenuhi 55 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) vitamin B1 yang dianjurkan dalam sehari, yakni 35 persen AKG vitamin B6 dan 33 persen AKG niasin.

Jinten merupakan sumber kalium yang potensial, sehingga sangat baik dikonsumsi penderita hipertensi. Namun, penggunaan biji jinten pada umumnya hanya sebagai bumbu masakan, sehingga jumlahnya tidak banyak.

Jinten biasanya digunakan sebagai pelengkap bumbu kari atau kuah bersantan.

Tabel. Komposisi kimia berbagai jenis jinten per 100 gram
Zat gizi jinten*    Jinten manis    Jinten segar*    Jinten putih segar*    Jinten hitam**
Air (g)     9,9     9,5     8,1     6,4
Protein (g)     19,8     17,6     17,8     20,2
Lemak (g)     14,6     15,9     22,3     32
Karbohidrat (g)     49,9     50,5     44,2     37,4
Kalsium (mg)     689     646     931     188
Besi (mg)     16     37     66     57,5
Magnesium (mg)     258     170     366     –
Fosfor (mg)     1.351     440     499     –
Kalium (mg)     17     1.441     1.788     1.180
Natrium (mg)     6     16     168     85,3
Seng (mg)     4     5     5     –
Niasin (mg)     363     –     5     6,3
Vitamin A (SI)     –     –     1.270     –
Vitamin C (mg)     –     –     8     –
Vitamin B1 (mg)     –     –          0,8
Piridoksin (mg)     –     –          0,79
Vitamin E (mg)     –     –          0,34
Sumber Pustaka: * Farrel (1990), ** Nergiz dan Otles (1993)

Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Selain sebagai bumbu masakan, jinten berkhasiat membantu penyembuhan berbagai penyakit. Yang biasa digunakan untuk pengobatan adalah biji jinten hitam.

Menurut Hutapea (1994), biji jinten hitam, terutama jinten hitam pahit, berkhasiat sebagai obat cacing. Hargono (1985) menyatakan, biji jinten hitam bisa mempelancar ASI, sebagai peluruh kentut, pencegah muntah, pencahar, dan pengobatan pasca persalinan.

Jinten hitam bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Menurut El Kadi dan Kandil (1986), jinten hitam meningkatkan rasio antara sel-T penolong dengan sel-T penekan sebesar 72 persen. Berarti bisa meningkatkan aktivitas fungsional sel pembunuh alami.

Hasil penelitian Dr. Basil Ali (1993) dari The College of Medicine, King Faisal University, Arab Saudi, jinten hitam bisa digunakan untuk membantu penyembuhan penyakit kanker, AIDS, dan penyakit lain yang berhubungan dengan penurunan tingkat kekebalan tubuh.

Dr. Haq (1997) dari The Department of Biological and Medical Research Center, Arab Saudi, menyatakan jinten hitam meningkatkan rasio antara sel-T penolong dan sel-T penekan sebesar 55 persen, dengan rata-rata pencapaian aktivitas sel pembunuh alami 30 persen.

Jinten hitam juga baik untuk mengobati alergi karena mempunyai aktivitas antihistamin, yaitu asam amino yang diproduksi jaringan tubuh yang dapat menyebabkan reaksi alergi, dan berhubungan dengan suatu kondisi seperti asma cabang tenggorokan.

Mahfouz dan Bahr El Din (1963) mengemukakan bahwa nigellone yang diisolasi dari minyak atsiri jinten hifam dapat menekan gejala asma cabang tenggorokan.

Chakravarty (1993) mengemukakan, kristal nigellone merupakan agen penghambat histamin dengan cara menghambat protein kinase C, yang dikenal sebagai zat pemacu pelepasan histamin. Kristal nigellone juga menurunkan pengambilan kalsium dari penyangga sel sehingga dapat menghambat pelepasan histamin.

Jinten hitam diyakini berfungsi antitumor. Pusat penelitian Amala di Amala Nagar, India (1991), mengemukakan bahwa asam lemak berantai panjang yang berasal dari jinten hitam mencegah pembentukan EAC (Ehrlich Ascites Carcinoma) dan sel DLA (Dalton’s Lymphoma Ascites) yang merupakan jenis sel kanker yang umum ditemukan.

Jinten hitam juga berfungsi sebagai antimikroba. The Pakistan Journal of Pharmacy tahun 1989 mengemukakan tentang kegunaan antijamur dari minyak atsiri jinten hitam.

Department of Pharmacy, Universitas Dhaka, Bangladesh, pada tahun 1992 mengemukakan, minyak atsiri jinten hitam efektif melawan bakteri Vibrio cholera, Escherichia coli, dan Shigella sp.

Masyarakat Pakistan dan Bangladesh secara tradisional menggunakan jinten hitam untuk mengatasi muntah, diare, dan sakit perut karena adanya gas dalam perut. Juga untuk membantu mengatasi keadaan yang tidak enak akibat obat pencahar.

Cegah Radang Sendi, Perbanyak ASI

Jinten hitam bersifat antiperadangan. Menurut El Dakhakny (1965), jinten hitam mengurangi efek radang sendi. The Pharmacology Research Laboratories, Department of Pharmacy, King College, London, mengemukakan, bahwa turunan dari fixed oil jinten hitam, yaitu tymoquinie merupakan agen antiperadangan. Cara kerjanya dengan menghambat pembentukan eicosanoid.

The Microbiology Unit of The Research, College of Pharmacy, King Saudi University, menyatakan aktivitas antiperadangan oleh jinten hitam mirip produk komersial dan tidak menimbulkan alergi. Menurut Agarwahl (f979), minyaknya bisa meningkatkan volume air susu ibu.

The University of Potchefstroom pada 1989 mengungkapkan kombinasi dari bagian lipid dan struktur hormon dalam jinten hitam dapat meningkatkan aliran ASI, menstimulasi sumsum tulang dan sel imun, meningkatkan produksi interferon, melindungi sel normal dan mencegah perusakan sel oleh virus, menghancurkan sel tumor, meningkatkan jumlah antibodi yang memproduksi sel-B.

Jinten hitam baik dikonsumsi orang sehat karena mengikat radikal bebas dan menghilangkannya. Mengandung sterol, khususnya betasterol, yang dikenal punya aktivitas antikarsinogenik, juga mencegah rematik.

Menurut Houghton (1995}, tymoquinone, yang terkandung dalam biji jinten hitam dapat menghambat jalur siklo-oksigenase dan lipo-oksigenase yang berfungsi sebagai mediator dari alergi dan peradangan. Asam lemak tidak jenuh tidak lazim (C20:2) yang mirip asam arakhidat juga berperan dalam menghambat substrat, sehingga membantu pencegahan rematik,

EI-Tahir (1993) menemukan pemberian thymoquinone secara intravena dapat menurunkan tekanan darah. Komponen alkaloid yang menyebabkan rasa pahit dalam jinten hitam, yaitu nigelline, mampu menurunkan demam, menguatkan jaringan, mencegah iritasi kulit, meningkatkan selera makan dan metabolisme, meredakan masalah pencernaan, serta menguranqgi kelebihan asam.

Selain jinten hitam, jinten dari jenis lain juga mempunyai khasiat. Menurut The George Mateljan foundation, jinten putih mempunyai efek antikarsinogen, sehingga efektif mencegah penyakit tumor, terutama yang menyerang saluran pencemaan dan tumor hati. Kandungan vitamin A membantu menginaktivasi radikal bebas di dalam tubuh.

Jinten putih digunakan secara tradisional, terutama di negara-negara Barat, untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan saluran pencemaan.

Sebagai Minuman & Makanan Tambahan

Tingginya nilai gizinya, biji jinten dapat direkomendasikan sebagai makanan tambahan. Di Eropa, biji jinten, terutama jinten manis, sering ditambahkan ke dalam aneka kue, cake, ataupun roti untuk memperkuat aroma. Juga ke dalam teh atau susu untuk menambah kenikmatannya.

Untuk keperluan industri makanan dari obat, bijinya biasa diolah menjadi oleoresin. Oleoresin diperoleh dengan cara mengekstrak biji jinten yang telah dilumatkan dengan pelarut organik. Hasil ekstraksi berupa bahan semi padat yang memiliki aroma dan rasa khas.

Warm minyak oleoresin kuning kehijauan. Minyak ini rasa dan aromanya jauh lebih tajam daripada biji jinten segar. Untuk membantu penyembuhan penyakit, jinten sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah besar. Jinten tidak mengandung komponen yang bersifat alergi dan membahayakan kesehatan.

Seperti rempah lain, jinten dapat dikonsumsi sebagai teh. Menurut Schultz (1998} dan Wichtl (1994), teh jinten bisa dikonsumsi 2-3 kali sehari.

Di pasaran kini banyak dijual jinten dalam bentuk bubuk. Meski lebih praktis, rasa dan aromanya kurang tajam dibandingkan dengan jinten utuh.

Untuk mendapatkan rasa tajam, jinten sebaiknya digoreng sebelum digunakan untuk membuat bumbu masakan.

Oleh:
Prof. DR. Made Astawan
Ahli teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: Senior

Puasa: Detoksifikasi Luar-Dalam

http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Hot+Topic&y=cybermed|0|0|5|167

Puasa:
Detoksifikasi Luar-Dalam
Hot Topic Mon, 29 Sep 2008 16:00:00 WIB

Tubuh kita adalah kuburan racun. Di zaman modern ini kira-kira ada 80 ribu jenis racun yang masuk ke tubuh lewat makanan, minuman dan udara yang kita hirup setiap detiknya! Detoksifikasi adalah jawaban untuk mengusir racun dari dalam tubuh.

Racun adalah segala sesuatu yang memiliki dampak buruk pada fungsi sel tubuh. Racun ini ada yang diproduksi sendiri dan merupakan hasil olahan dari fungsi tubuh. Ada pula yang terbuat dari zat kimia sintetis, zat asing bagi tubuh kita.

Racun buatan ini di zaman modern melenggang masuk tubuh dengan bebas lewat makanan, minuman, dan udara. Diperkirakan setiap tahun ada 2.000 jenis zat kimia baru buatan manusia yang masuk ke tubuh. Lebih mengerikan lagi, diperkirakan 80 ribu zat kimia sudah telanjur masuk ke dalam tubuh.

Dibandingkan dengan generasi kakek dan nenek dulu, tubuh kita penuh muatan racun. Di zaman kakek dan nenek belum ada makanan hasil olahan yang mengandung pengawet di meja makan, kecuali kerupuk. Dulu semua makanan serba alami. Nenek kita pun dulu mencuci dan membersihkan rumah memakai pembersih dari bahan alami.

Ketika mereka membutuhkan udara segar, tinggal membuka jendela, bukan menyalakan AC atau memasang penyegar ruangan buatan. Mereka tidak direpotkan telepon genggam dan komputer, yang diam-diam juga beracun.

Kebanyakan racun yang menumpuk dalam tubuh kita berasal dari gaya hidup, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan olahan. Makanan jenis ini mengandung zat-zat artifisial, pengawet, penstabil, pewarna, perasa, lemak trans yang sangat berbahaya.

Selain itu, makanan olahan kaya akan garam dan gula. Lebih parah lagi, makanan tak sehat biasanya mengandung pestisida, hormon, dan racun metal berat berbahaya.

Serangan racun juga masuk ke tubuh setiap hari lewat obat-obatan, nikotin dari rokok dan kafein kopi. Tak banyak orang sadar bahwa obat bebas ataupun obat resep dokter sebenarnya juga merupakan sumber racun berbahaya.

Dibersihkan hati

Sebenarnya tubuh sudah memiliki sistem sendiri untuk membersihkan diri dari racun. Jika sistem dalam tubuh bekerja secara optimal, tentu saja racun yang “indekos” itu jumlahnya akan minimal. Tubuh yang sehat dan bekerja secara optimal ditandai dengan setidaknya dalam sehari buang air besar sekali atau dua kali.

Perjalanan makanan dalam tubuh manusia sehat antara 24 hingga 48 jam. Kenyataannya, transit makanan dalam tubuh manusia sibuk dan tak sempat berpola hidup sehat bisa mencapai 65 hingga 100 jam!

Buktikan sendiri dengan mengonsumsi akar bit. Warna bit itu akan mengotori warna feses, sehingga Anda bisa tahu, kapan saat makan dan kapan makanan itu keluar dalam bentuk feses.

Organ tubuh yang paling bertanggung jawab dalam membersihkan tubuh dari racun adalah hati. Dalam rongga tubuh, hati adalah organ terbesar. Warnanya cokelat kemerahan gelap karena setiap waktu organ hati menampung kira-kira setengah liter darah.

Ada dua pembuluh yang menyuplai darah ke dalam hati. Sebagian besar suplai darah itu berasal dari pembuluh portal yang membawa zat makanan dan racun dari sistem pencernaan. Sisanya dari pembuluh arteri hepatik yang membawa darah kaya oksigen dari jantung.

Hati tersusun dari kira-kira 300 miliar sel yang siap mengontrol proses metabolisme tubuh. Apa pun yang kita makan, minum, hirup lewat udara, serap lewat kulit, semuanya akan terkumpul di hati. Sel-sel hati ini akan memproses nutrisi dari zat makanan menjadi zat yang dibutuhkan tubuh.

Racun-racun juga dimetabolisasi oleh hati, sehingga dapat dibuang dengan aman. Beberapa racun yang sudah dicerna itu disalurkan ke pembuluh darah, dan akhirnya disaring oleh ginjal untuk kemudian dibuang lewat air seni.

Zat racun yang lain dibawa oleh cairan empedu, cairan berwarna kuning atau kehijauan yang diproduksi oleh hati. Cairan ini dibawa melalui saluran empedu menuju kandung empedu dan usus untuk kemudian dibuang lewat buang air besar.

Tugas hati tak hanya itu. Hati adalah pabrik zat kimia yang penting dalam tubuh kita. Hati bertugas menyimpan kelebihan gula alias glukosa. Glukosa dikeluarkan tubuh ketika kita butuh energi. Hati juga memproduksi albumin, cairan empedu, kolesterol, faktor pembeku darah, globin, dan faktor-faktor kekebalan tubuh.

Albumin adalah protein yang mengatur pertukaran air antara darah dan jaringan. Empedu adalah cairan yang membawa keluar zat tak berguna dan mencerna lemak di usus kecil.

Kolesterol adalah zat yang dibutuhkan sel dalam tubuh. Faktor pembeku darah dibutuhkan untuk menghentikan perdarahan. Globin adalah bagian hemoglobin pembawa oksigen dalam darah. Faktor kekebalan tubuh melindungi tubuh dari infeksi.

Cuti badan

Boleh dibilang, beban kerja yang diemban hati sungguh berat. Meski begitu, hati tak pernah mengeluh bekerja keras saat kita terlalu banyak mengonsumsi lemak atau rajin memasukkan racun ke dalam tubuh. Kerap terjadi hati tiba-tiba ditemukan sudah bengkak dan rusak tanpa pemberitahuan lewat gejala-gejala tertentu.

Tak perlu menunggu hati rusak untuk mengetahui tubuh penuh racun. Tanda-tanda tubuh tersesaki oleh racun ini sebenarnya mudah dikenali. Berat badan yang bertambah bisa merupakan tanda tubuh kelebihan racun.

Demikian juga kehadiran selulit di paha dan daerah lain. Selulit ini sebenarnya merupakan lemak beracun yang terperangkap di kulit daerah pinggul, paha, dan pantat.

Selain itu, alergi, sakit kepala, tekanan darah tinggi, gangguan menstruasi, hipoglikemi atau gula darah rendah, sindrom kelelahan kronis, kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, ketidakseimbangan hormon, ketidaksuburan sebenarnya merupakan tanda-tanda bahwa tubuh membutuhkan detoksifikasi.

“Detoksifikasi adalah sebuah usaha untuk membersihkan tubuh dengan menghilangkan racun yang mengendap dalam tubuh,” ujar Dr. Inayah Budiasti, Sp.GK, MS, dokter spesialis gizi yang berpraktik di Hang Lekiu Medical Center Jakarta.

Cara bersih-bersih racun adalah dengan mengurangi beban kerja tubuh. “Yaitu dengan memilih jenis makanan yang diasup supaya tidak membebani kerja tubuh. Nah, bulan Ramadan merupakan masa untuk tidak memberi beban berat bagi tubuh,” kata dokter yang akrab disapa Dr. Asti ini.

Sehari-hari tubuh punya pekerjaan rutin berat, “Setiap hari tubuh harus menyiapkan sistem tubuh berupa produksi imunitas, hormon, antioksidan, dan lain-lain. Tubuh juga harus memperbaiki sel tubuh dan mengganti jaringan. Selain itu, tubuh juga harus memproduksi dan mensuplai makanan ke seluruh tubuh,” paparnya.

Puasa, menurut Dr. Asti, merupakan cara ideal untuk membersihkan tubuh setelah setahun bekerja keras. “Seperti halnya kita yang bekerja terns, tubuh juga butuh liburan,” ujarnya. Pada saat “liburan” itu tubuh memperbaiki seluruh sel-sel di dalamnya.

Proses reparasi sel itu bertahap dan membutuhkan waktu. “Sistem tubuh kita ini sangat kompleks. Tubuh tidak bisa menerima kejutan berupa sistem pembersihan yang mendadak dan singkat,” ungkapnya.

Bulan Ramadan, menurutnya, ideal karena waktunya panjang, sehingga tubuh punya kesempatan beradaptasi. Sebagai detoksifikasi yang meringankan kerja sistem tubuh, ibadah puasa hendaknya dijalankan dengan bijaksana.

“Jangan sampai makan berlebihan karena takut lemas dan lapar saat berpuasa,” ujar Dr. Asti.

Jadi alih-alih mengistirahatkan tubuh, berat badan malah naik. Karena takut lapar atau bisa juga balas dendam seusai menahan lapar selama 14 jam, makan jadi berlebihan dan tak mempertimbangkan gizinya. Bukan hanya berat badan, kadar kolesterol juga ikut meroket gara-gara pola makan yang keliru saat berpuasa.

Perbanyak serat

Banyak orang mengira kehilangan jam makan dan takut lemas, sehingga makan berlebihan. Menurut Dr. Asti, sebenarnya kita tidak kehilangan waktu makan. Sehari kita makan besar tiga kali dan dua kali camilan. Pada saat puasa, dengan pengaturan waktu makan, kita tidak kehilangan waktu makan.

Saat sahur pukul tiga, kita makan setara makan pagi. Sebelum imsak, jangan lupa makan buah atau minum susu. Ini setara dengan mengonsumsi snack pagi.

“setelah itu kita berpuasa dan baru mulai makan setelah buka. Ada yang langsung mengonsumsi makan berat saat buka, ada juga yang memilih camilan. Yang mengonsumsi makan berat, setelah magrib dan salat tarawih boleh makan snack. Jadi sebetulnya, dengan pengaturan makan seperti ini kita tidak kehilangan waktu makan,” papar Dr. Asti.

Sering merasa lemas saat puasa itu terjadi karena salah strategi. Rasa lemas terjadi karena saat sahur mengonsumsi makanan yang memancing produksi insulin dalam tubuh. Insulin ini kemudian menyebarkan membawa makanan untuk disalurkan ke seluruh sel yang membutuhkan.

“Usus pun cepat kosong. Kondisi ini akan memicu lambung memproduksi asam lambung. Lalu ini memicu otak memproduksi sinyal lapar,” tuturnya.

Karena berpuasa, perut tak boleh diisi. Keadaan ini akan ditanggapi tubuh dengan mengirim sinyal kondisi kelaparan. Dalam kondisi ini, tubuh yang lemas dan kelaparan disikapi tubuh dengan melambatkan metabolisme tubuh.

Agar terhindar dari situasi itu, Dr. Asti menyarankan untuk tidak menyantap makanan pemicu insulin di saat sahur. “Makanan yang memicu insulin itu contohnya adalah nasi padang,” ujarnya.

Supaya tubuh tetap segar dan mampu menjalankan fungsi detoksifikasi, ia menyarankan konsumsi banyak serat dan air saat sahur. Serat dan air lebih lama mendiami usus, sehingga tldak segera membuat tubuh mengirim sinyal lapar ke otak. Selain itu, serat baik untuk melancarkan buang air besar. Serat berasal dari buah dan sayur. “Jangan lupa buah saat sahur. Lalu pilih menu berkuah saat sahur, misalnya sup sayuran,” tuturnya.

Aturan lebih ringan saat berbuka puasa. “Yang harus diingat, jangan makan berlebihan saat buka. Ingat, kolak dan cendol nilai kalorinya bisa 200 hingga 300. Jangan makan terlalu banyak. Bila tahu akan dijamu untuk makan malam, pembuka puasa diperingan. Kalau makan kolak, sebaiknya pilih yang santannya encer,” katanya.

Sembilan Manfaat Detoksifikasi

1. Berat badan turun, selulit berkurang
Berat turun adalah efek samping yang langsung terasa. Berat akan stabil jika detoksifikasi dan hidup sehat terus berlanjut. Selulit (lemak yang terperangkap dalam kulit) biasanya berkumpul di sekitar pinggul, paha dan pantat berkurang jika racun berkurang.

2. Kadar kolesterol dan tekanan darah berkurang
Detoksifikasi berarti mengurangi lemak jenuh dan garam, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayuran serta asam lemak esensial. Hasilnya, kadar kolesterol dan tekanan darah menurun.

3. Kulit lebih cantik
Kulit bermasalah merupakan cermin masalah di dalam tubuh. Jerawat, eksim, psoriasis, dan lain-lain bisa diringankan dengan detoksifikasi.

4. Meningkatkan vitalitas
Kadang kita merasakan lelah saat ada masalah dalam hidup. Vitalitas adalah hadiah yang didapat usai menjalani detoksifikasi.

5. Pencernaan sehat
Pencernaan penuh racun tidak efisien menyerap nutrisi karena banyak sumbatan. Racun di saluran cerna itu bisa bocor dan masuk ke aliran darah, sehingga menimbulkan gejala alergi, lemah, dan sakit kepala. Buang air besar lancar dan rutin pertanda pencernaan bersih.

6. Kesuburan meningkat
Detoksifikasi merupakan cara mudah dan murah untuk meningkatkan kesuburan. Lakukan detoksifikasi tiga bulan sebelum berencana hamil.

7. Sembuh dari masalah kronis
Migrain, sembelit, stres merupakan masalah kronis, mungkin tanpa diketahui akar penyebabnya. Detoksifikasi bisa mencabut akar masalahnya.

8. Sistem kekebalan tubuh meningkat
Kekebalan tubuh meningkat dengan nutrisi yang tepat. Detoksifikasi memberikan tubuh penuh vitamin dan antioksidan yang menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan.

9. Membersihkan pikiran
Membawa pikiran beracun mengenai diri sendiri, misalnya tentang kegagalan, akan membatasi sukses dan kebahagiaan. Detoksifikasi membantu membersihkan pikiran, sehingga Anda bisa:

• Membebaskan diri dari emosi negatif seperti kemarahan, kesedihan, ketakutan, rasa bersalah, rasa sedih.
• Menghentikan kebiasaan buruk dan mengubah kesimpulan yang menggerogoti kenikmatan dan kesuksesan hidup.
• Mengurangi stres dan menambah rasa tenang, percaya diri, dan kepuasan dalam segala situasi.
• Menyelesaikan konflik dengan keluarga, teman, dan rekan kerja.
• Meningkatkan kejernihan mental dan kreativitas.

Mendeteksi Racun Dalam Tubuh

Hidup di tengah dunia modern, rasanya sulit mengklaim diri bebas dari racun. Mari ikuti tes di bawah ini untuk mengetahui seberapa besar risiko yang kita alami untuk kemasukan racun. Jika menjawab “ya” untuk salah satu hal di bawah ini, tak ada salahnya untuk mengikuti detoksifikasi.

Pola makan
Apakah Anda makan atau minum secara teratur:
1. Makanan olahan seperti makanan jadi, roti, makanan kalengan, biskuit, keripik, cake, cokelat, atau permen.
2. Daging/ikan nonorganik.
3. Makanan asin, termasuk di antaranya kecap asin.
4. Gula/pemanis yang ditambahkan ke makanan atau minuman.
5. Produk susu nonorganik.
6. Minuman berkafein.
7. Minuman berkarbonasi.
8. Alkohol.
9. Jus atau minuman yang mengandung zat tambahan seperti pengawet, pemanis, dan lain-lain.

Di rumah dan tempat kerja:
1. Apakah Anda membersihkan rumah menggunakan disinfektan?
2. Apakah Anda menggunakan microwave?
3. Apakah Anda memasak barbecue lebih dari sekali sebulan?
4. Apakah Anda sering memasak bertemperatur tinggi seperti memanggang?
5. Apakah Anda menggunakan pestisida di kebun?
6. Apakah Anda tinggal di dekat kebun yang menggunakan pestisida?
7. Apakah Anda tinggal di dekat kabel tegangan tinggi atau dekat menara pemancar telepon genggam?
8. Apakah Anda tinggal di dekat lapangan terbang?
9. Apakah Anda tinggal di kota besar?
10. Apakah Anda bekerja di ruangan ber-AC?
11. Apakah Anda bekerja di pabrik bahan kimia?
12. Apakah Anda bekerja menggunakan peralatan elektronik seperti mesin fotokopi dalam jangka waktu panjang?

Langkah Detoksifikasi Sederhana

• Hindari makanan atau minuman mengandung zat pemanis, pewarna, pengawet.
• Pilih makanan segar, jangan makanan olahan.
• Pilih makanan organik
• Batasi daging
• Gunakan pembersih rumah dari bahan alami
• Simpan makanan di piring keramik
• Banyak minum air putih
• Hindari gorengan
• Kurangi kafein
• Kurangi penggunaan televisi, telepon genggam.

Tanda Perlu Detoksifikasi

Apakah Anda mengalami hal-hal berikut ini?

Berkaitan dengan fungsi hati:
• Selulit
• Mual setelah mengonsumsi makanan berlemak
• Bertambah gemuk di perut atau kelebihan berat badan
• Depresi, perubahan suasana hati
• Alergi, asma
• Sakit kepala
• Tekanan darah tinggi
• Gangguan menstruasi/timbulnya menopause dini
• Gula darah rendah
• Sindroma kelelahan kronis
• Ketidakseimbangan hormon
• Ketidaksuburan
• Nyeri di payudara

Berkaitan dengan pencernaan:
• Lendir kekuningan di pagi hari
• Sembelit
• Kembung
• Sering buang air besar encer
• Susah buang air besar.

Sumber: Senior

Ekstrak Meniran Bantu Penderita AIDS

Ekstrak Meniran Bantu Penderita AIDS
Kamis, 21 Agustus 2008 | 17:23 WIB

PARA penderita HIV/AIDS kini mendapat sebuah harapan baru dalam meningkatkan kesembuhan. Berdasarkan hasil temuan awal dari Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, peluang penderita HIV/AIDS untuk sembuh semakin meningkat dengan mengombinasikan pengobatan antiretroviral dengan terapi adjuvant menggunakan ektrak meniran atau phylanthus.

Seperti diungkap DR.Drs.Suprapto Ma’at, Apt, MS, di Jakarta, Kamis (21/8), ektrak meniran berpotensi meningkatkan harapan kesembuhan para penderita HIV/AIDS karena terbukti dapat meningkatkan kadar salah satu jenis sel pertahanan tubuh Limfosit T – terutama sel T helper (sel Th).

“Ekstrak meniran untuk penderita HIV AIDS bersifat sebagai adjuvant, terutama untuk meningkatkan T-helpernya. Saya akan rencanakan untuk menelitinya lebih lanjut dan sangat yakin hasilnya akan baik,” ungkap  DR. Suprapto dalam diskusi Kolaborasi Jangka Panjang Penelitian dan Industri Farmasi yang digagas PT. Dexa-Medica .

Ektrak menir, jelas Suprapto, pada prinsipnya dapat digunakan sebagai terapi adjuvant pada pengobatan infeksi yang membandel seperti infeksi virus, infeksi jamur, infeksi bakteri, intraseluler dan penyakit infeksi kronis lainnya.

“Adjuvant artinya membantu dalam menanggulangi suatu infeksi. Selain diberikan obat standar,  ditambah dengan stimulan.  Dengan terapi adjuvant, proses penyembuhan penyakit bisa lebih cepat dan yang lebih penting adalah menghilangkan proses kekambuhan,” papar peneliti yang baru mendapat penghargaan BJ Habibie Technology Award 2008 atas riset aplikatifnya tentang tanaman Meniran untuk Stimuno itu.

Kasus unik
Keyakinan DR.Suprapto akan prospek cerah esktrak meniran bagi pengobatan AIDS makin bulat setelah ia menemukan kasus peningkatan sel Th secara signifikan pada seorang pasien di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya belum lama ini.

“Beberapa bulan lalu, ada seorang pasien asal Denpasar yang juga anak seorang dokter kandungan. Sakit yang dialami pasien ini awalnya belum diketahui penyebabnya, namun tiga bulan terakhir suhu tubuhnya tak pernah di bawah 39 derajat celcius,” ungkapnya.

Pasien ini, lanjut DR Suprapto, sempat dicurigai menderita enfeksi malaria dan TBC, tetapi upaya pengobatan tak kunjung membuahan hasil. Tim dokter yang terdiri dari beberapa ahli akhirnya menyimpulkan bahwa pasien ini mengalami masalah kekebalan tubuh, sehingga harus diperiksa kadar limfositnya – terutama sel Th (T-helper atau CD4+).

Sel Th ini berfungsi mengaktifkan dan mengatur sel-sel lainnya pada sistem kekebalan (misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T sitotoksik) yang semuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.

Hasil pemeriksaan T-helper ternyata menunjukkan bahwa kadarnya sangat rendah yakni 52, yang bisa dikategorikan pasien sudah mengidap AIDS stadium lanjut. Dokter lalu memberikan ekstrak manira dengan penambahan dosis secara bertahap setiap bulan dan ternyata jumlah sel Th terus meningkat sebelum akhirnya kembali normal memasuki bulan ketiga.

“Dengan kasus ini, ada rencana untuk melakukan penelitian penggunaan ekstrak meniran di antara pasien HIV/AIDS, terutama AIDS,” ujarnya

DR Suprapto juga telah meminta kepada RSUD Dr Soetomo untuk membantu pasien HIV/AIDS tidak mampu dengan memberikan ekstrak filantus sebagai terapi adjuvant bersama obat atretroviral.
“Saya yakin ekstrak menir nanti akan dapat membantu, bukan mengobati, penyembuhan HIV/AIDS. Atau paling tidak memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang umur penderita,” tegasnya.

Obat Tradisional Pengusir Demam Anak

Obat Tradisional Pengusir Demam Anak
Kamis, 21 Agustus 2008 | 09:30 WIB

Sebagai langkah pertolongan pertama, obat tradisional dapat diandalkan untuk mengatasi demam.

BANYAK orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat  memberikan obat-obatan tradisional.

Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.

Tiga Jenis Demam

Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).

2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).

3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.

Aneka Obat Tradisional Penurun Panas

Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)

1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)

Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.

2. Kunyit (Curcuma longa)

Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.

Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.

4. Pegagan (Centella asiatica L.)

Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.

Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)

Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.

Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.

6. Bawang merah (Allium cepa L.)

Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)

Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

9. Air kelapa muda

Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.

Dosis Aman untuk Anak

Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

Usia Dosis

Bayi                       1/8 dosis dewasa

2­-5 tahun              1/4 dosis dewasa

6­-9 tahun              1/3 dosis dewasa

10-13 tahun           1/2 dosis dewasa

14-16 tahun          3/4 dosis dewasa

Penulis: Utami Sri Rahayu

Konsultan Ahli: dr Adji Suranto, SpA dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT DKI Jaya)

45 Mitos dan Fakta Seputar ASI

45 Mitos dan Fakta Seputar ASI
Sabtu, 9 Agustus 2008 | 17:51 WIB

JAKARTA, SABTU – Kekhawatiran bahwa menyusui akan menyebabkan payudara kendur, hanyalah sebuah mitos yang tak terbukti kebenarannya. Presenter Sophie Navita, yang menyusui kedua anaknya mengatakan, mitos tersebut tidak benar. Payudara kendur, kata Sophie, karena kehamilan yang menyebabkan perubahan hormon.

“Payudara memble, itu karena hamil dan perubahan hormon bukan karena menyusui. Kalau nggak mau memble, ya jangan hamil,” ujar Sophie dalam Obrolan Santai “Kembali ke ASI, Sebuah Pilihan Bijak”, di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8) sore.

Dalam sebuah buku panduan yang diperbanyak oleh World Vision Indonesia, disebutkan 45 mitos dan fakta tentang ASI. Ingin tahu? Inilah mitos (M) dan fakta (F) tersebut

*M : Menyusui menyebabkan payudara kendur. F : Payudara kendur disebabkan oleh bertambahnya usia dan kehamilan.
*M : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu. F : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.
*M : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui. F : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting.
*M : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi. F : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.
*M : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi. F : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh. F : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh. F : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja. F : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
*M : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi. F : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.
*M : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi. F : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.
*M : Pisang dapat membersihkan usus bayi. F : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.
*M : Susu formula sama baiknya dengan ASI. F : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.
*M : Susu formula membuat bayi lebih sehat. F : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.
*M : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI. F : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.
*M : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi. F : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.
*M : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu. F : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.
*M : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar. F : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.
*M : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang. F : Bayi menangis belum tentu lapar.
*M : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI. F : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran. F : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI. F : Ketika sakita, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.
*M : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya. F : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.
*M : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring. F : Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.
*M : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui. F : Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.
*M : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan. F : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga. F : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi. F : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.
*M : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri. F : Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.
*M : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan. F : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.
*M : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya. F : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.
*M : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir. F : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.
*M : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis. F : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.
*M : Bayi menangis, pasti karena lapar. F : Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.
*M : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain. F : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar.
*M : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih. F : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.
*M : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong. F : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.
*M : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri. F : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.
*M : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
*M : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan IMD.
*M : Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir. F : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.
*M : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir. F : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.
*M : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar. F : Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.
*M : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI. F : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.(ING)

ASI Bikin Anak Cerdas, Kok Bisa?

ASI Bikin Anak Cerdas, Kok Bisa?
Senin, 12 Mei 2008 | 17:04 WIB

INGIN memiliki anak Anda yang cerdas? Berikanlah Air Susu Ibu (ASI) sejak lahir kepada bayi Anda karena dalam ASI terkandung sejenis nutrisi penting yang berfungsi untuk belajar dan mengingat lebih baik yang disebut Gangliosida.

Gangliosida merupakan salah satu komponen dari membran sel manusia, terutama membran sel saraf dan otak. Untuk mendapat asupan nutrisi gangliosida optimal, bayi memang sebaiknya mendapat gangliosida dari ASI. Dalam ASI, ada dua jenis gangliosida yaitu, GD3 (disialogangliosides 3) dan GM3 (monosialogangliosides 3).

Gangliosida banyak terdapat pada air susu ibu pada enam minggu pertama masa menyusui. Pada awal menyusui, ASI yang memancar didominasi GD3. Begitu proses menyusui hampir usai, GM3 mendominasi. “Kadar GD3 pada ASI adalah 2-8 mcg/ml. Sedangkan GM3 mencapai 2-14 mcg/ml.

“Karena itu, ibu yang baru melahirkan dianjurkan memberikan ASI kepada bayinya,” ungkap Ines Gulardi MSC dari PT Fonterra Brands Indonesia pada acara media edukasi bertema Peranan Nutrisi Gangliosida (GA) guna mengoptimalkan hubungan antar-sel otak pada bayi dan Balita di Denpasar, Senin.

Didampingi dr I Gusti Ayu Trisna Windiani SPA dari bagian Tumbuh Kembang Anak RSUP Sanglah Denpasar, ia mengatakan, ASI membantu pembentukan hubungan antar-sel otak, membantu kemampuan belajar dan menyimpan memori.

Ia menambahkan, selain GA, tumbuh kembangnya bayi juga dipengaruhi oleh stimulan yang diterima. Oleh sebab itu, orangtua diharapkan dapat menstimulasi anak dengan kasih sayang, berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Gangliosida yang terdapat dalam ASI itu juga terkandung dalam susu sapi dan sumber makanan lainnya yang bisa dikonsumsi manusia secara aman.

Namun begitu, ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. Selain alami, kualitas dan kandungan nutrisinya  tidak tertandingi oleh susu formula terutama bagi pertumbuhan bayi secara maksimal.  Untuk itu, jika seorang ibu tidak dapat menyusui bayinya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan, ujar Ines Gulardi.

Peminum ASI Kolesterolnya Lebih Baik

Peminum ASI Kolesterolnya Lebih Baik
Selasa, 12 Agustus 2008 | 16:03 WIB

MEMBERIKAN air susu ibu (ASI) sebagai makanan utama adalah keputusan terbaik untuk bayi di awal masa pertumbuhannya. Selain membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, ASI akan membuat anak tumbuh lebih cerdas dan sehat. Tepatnya, ASI akan menormalkan kolesterol.

Di antara sekian banyak manfaatnya bagi bayi, sebuah penelitian terbaru di AS mengindikasikan bahwa ASI dapat mempengaruhi pembentukan sistem metabolisme lemak dalam darah. Seperti dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition, pemberian ASI semasa bayi akan membuat seseorang tumbuh lebih sehat saat karena kadar kolesterolnya cenderung lebih baik saat mencapai usia dewasa.

Kesimpulan ini merupakan hasil analsis dan kajian data 17 riset melibatkan 17 ribu partisipan yang memperoleh ASI maupun susu formula. Kajian riset ini, kata peneliti, pada intinya memberi rekomendasi bahwa paparan terhadap ASI secara dini berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa.

“Oleh karena ada bukti substansial bahwa ASI menyediakan manfaat dan proteksi kesehatan  jangka panjang, pemberian ASI sebaiknya diutamakan apabila memungkinkan,” ungkap para peneliti seperti dikutip WebMD.

Dari hasil analisis terungkap,  para partisipan dari tujuh penelitian yang mendapat ASI secara ekslusif tercatat memiliki kadar kolesterol yang sedikit lebih rendah pada masa dewasa dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan susu formula.

Dalam tinjauan penelitian sebelumnya, para ahli juga menemukan bahwa kadar kolesterol darah  tercatat lebih tinggi pada bayi-bayi yang diberikan ASI ketimbang bayi yang mendaparkan susu formula. Ketika menginjak usia kanak-kanak,  kadar kolesterol pada kedua kelompok ini tidak menunjukkan perbedaan.

“Penemuan ini membawa kami pada sebuah hipotesa bahwa paparan sejak dini terhadap ASI yang mengandung kolesterol tinggi mungkin dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol jangka panjang ,” kata peneliti.

Kajian riset ini didasarkan atas data-data dari 17 studi observasi yang mencatat apakah partisipan mendapatkan ASI atau susu formula dan juga menjalani pengukuran kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa. Data diambil dari sekitar  17.000 partisipan — 12.890 di antaranya mendapat ASI dan  4.608 lainnya meminum susus formula. Penelitian juga memperhitungkan faktor lain seperti status sosial ekonomi,  indeks masa tubuh, usia dan kebiasaan merokok.

Alasan mengapa pemberian ASI menyebabkan rendahnya kadar kolesterol saat dewasa, kata para ahli, adalah tingginya kandungan kolesterol dalam ASI  kemungkinan dapat memicu perubahan fisiologis yang mempengaruhi sintesis kolesterol. Namun begitu, peneliti juga menekankan bahwa  faktor lain seperti perbedaan gaya hidup antara orang dewasa yang semasa kecilnya mendapat ASI atau susu formula, mungkin juga berperan.

Mari Dukung Ibu Memberi ASI!

Mari Dukung Ibu Memberi ASI!

Selasa, 5 Agustus 2008 | 19:18 WIB

KANDUNGAN air susu ibu (ASI) ternyata memberi manfaat yang sangat besar bagi bayi bila kita memberikan ASI kepada mereka. Sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari bahwa menyusui adalah salah satu hak bayi di awal kehidupannya. Oleh karena itu, sosialisasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan perlu ditingkatkan.

“Meski berbagai kalangan meyakini menyusui merupakan naluri, namun kenyataannya menyusui adalah keterampilan yang harus dipelajari dan dipahami para ibu, juga praktisi kesehatan termasuk bidan, dokter spesialis anak, dokter kebidanan dan tenaga medis lain,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Badriul Hegar, dalam seminar Bedah ASI, Selasa (5/8), di Jakarta.

Terkait hal itu, IDAI terus mengupayakan sosialisasi ASI kepada anggotanya dan masyarakat dengan berbagai strategi antara lain meningkatkan ilmu pengetahuan tentang ASI, meningkatkan keterampilan dengan memberi pelatihan manajemen laktasi bagi petugas kesehatan dan masyarakat di sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta. Strategi lain adalah menginformasikan tentang ASI melalui media cetak dan elektronik.

Komitmen IDAI adalah terus mengupayakan setiap bayi mendapat haknya di awal kehidupan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap orang tua akan mempunyai perasaan lebih berarti bila mereka dapat memberi yang terbaik untuk anaknya, kata Badriul. Pihaknya berharap, upaya ini akan memberi dukungan para orang tua untuk mendapat emas seperti yang didengungkan pada Pekan ASI Sedunia tahun 2008.

Mendapatkan ASI merupakan hak asasi bayi yang dapat dipenuhi bila para ibu mendapat perlindungan dan bantuan menyeluruh tentang informasi manfaat pemberian ASI. Sejak awal kelahiran, bayi hanya diberi ASI dan disusui sesering mungkin tanpa dibatasi. Bayi bisa mengukur sendiri kemampuan dan kebutuhan cairan yang diperlukan. “Kita hanya perlu meluangkan waktu dan memberi kesempatan padanya untuk mendapat yang terbaik yang dia butuhkan,” ujarnya.

ASI mengandung nilai nutrisi yang secara kuantitas seimbang serta secara kualitas sangat unggul. Komposisi nutrien atau zat gizi yang terkandung di dalam ASI sangat tepat dan ideal untuk tumbuh kembang anak. Di samping itu, komposisi ASI juga menyebabkan bayi dan anak yang mengonsumsi terjaga kesehatannya.

ASI bukan merupakan tempat penularan dari sebagian besar infeksi pada ibu. Oleh karena itu, menyusui merupakan tindakan terbaik bagi ibu dan bayi. Pada sebagian besar kasus ibu menyusui dengan tersangka infeksi, menghentikan menyusui hanya akan mengurangi masukan nutrisi dan manfaat kekebalan dari ASI, kata Badriul menambahkan.

Kecerdasan anak ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. Salah satu faktor penting penentu kecerdasan adalah nutrisi, terutama pemberian ASI sejak lahir untuk waktu cukup lama atau eksklusif enam bulan. ASI juga dapat memenuhi semua kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang. ASI sebagai makanan bayi paling ideal dan tidak dapat digantikan oleh susu formula sudah tidak dapat disangkal lagi, ujarnya.

Badriul menambahkan, keberhasilan pemberian ASI eksklusif enam bulan dapat diwujudkan dengan motivasi kuat, pengetahuan dasar tentang menyusui, usaha yang terus-menerus, dan dukungan fasilitas persalinan sayang bayi. Pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan harus pula selalu ditingkatkan agar dapat berperan aktif dalam mengatasi kendala yang mungkin timbul selama proses menyusui.

Enam Orang Tewas Setelah Diberi Antibodi

Enam Orang Tewas Setelah Diberi Antibodi
Senin, 2 Juni 2008 – 13:04 wib
Ahmad Dani – Okezone

BEIJING – Enam orang dilaporkan tewas setelah disuntik antibodi di sebuah rumah sakit Universitas di China. Kasus terakhir yang sama, korban tewas akibat kesalahan dari obat-obatan tersebut.

“Enam orang tewas antara 22 hingga 28 Mei setelah diberikan antibodi berupa imunisasi globulin,” kata, Yu, jurubicara di RS Universitas Nanchang di Provinsi Jiangxi, seperti dikutip Associated Press, Senin (2/6/2008).

Pihak rumah sakit mengaku akan meminta pertanggungjawaban dari produsen obat tersebut. Namun sayang, mereka menolak untuk memberitahukan siapa produsen obat yang mengakibatkan enam orang tewas itu.

Sementara itu Jurubicara Badan Pengawas Obat dan Makanan, Huang Fu membenarkan ada enam orang yang tewas tersebut. Tapi, saat ini pihaknya sedang melakukan investigasi dan membawa contoh obat untuk dilakukan penelitian.

Glubolin adalah antibodi yang diberikan untuk melawan penyakit seperti Hepatitis A dan gigitan anjing seperti rabies. (ahm)

Anak Sapi Huuu…Anak ASI, Yes!

Anak Sapi Huuu…Anak ASI, Yes!
Puluhan anak-anak mengampanyekan Dukung Ibu Menyusui di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8).

Sabtu, 9 Agustus 2008 | 15:06 WIB

JAKARTA, SABTU – Sekitar 30 anak berkeliaran di Senayan City, Sabtu (9/8) sore. Ada apa gerangan? Ternyata mereka tengah terlibat aktif mengampanyekan dukungan bagi ibu menyusui. Kegiatan ini merupakan puncak peringatan Pekan ASI se-dunia 1-8 Agustus 2008 yang diadakan World Vision Indonesia (WVI).

Puluhan anak itu berpakaian badut sapi dan memegang sebuah balon berwarna oranye bertuliskan “Dukung Ibu Menyusui”. Tak ketinggalan sebuah kertas bertuliskan “Ayo Dukung Ibu Menyusui” dan “Air Susu Sapi untuk Anak Sapi, Air Susu Ibu untuk Bayi”.

Dari Lantai 6 Senayan City, secara bergerombol mereka menyinggahi setiap lantai dan membagikan puluhan balon kepada pengunjung mal sembari berkata, “Datang ya ke lantai 6.” Di Lantai 6 Senayan City akan diadakan seminar tentang ASI dibawakan oleh pakar ASI dr Utami Lestari dan artis Sophie Navita.

Rombongan anak yang meneriakkan, “Anak Sapi? Huuu…. Anak ASI? Yess!,” sambil mengepalkan tangannya ke udara ini memancing perhatian para pengunjung mal.