Analisis

Anak Lumpuh Korban Suntik Dokter Jalani Fisioterapi

http://surabaya.detik.com/read/2007/07/19/161031/807056/475/anak-lumpuh-korban-suntik-dokter-jalani-fisioterapi

Kamis, 19/07/2007 16:10 WIB
Anak Lumpuh Korban Suntik Dokter Jalani Fisioterapi
Ryma S – detikSurabaya

Jember – Laili Faradiska Ardila (12) menjalani fisioterapi di RSUD dr Soebandi Jember, Kamis (19/07/07). Anak perempuan itu lumpuh setelah disuntik oleh dokter spesialis THT rumah sakit tersebut, Juli 2003 lalu.

Selama empat tahun Laili menjalani fisioterapi untuk merangsang syaraf-syarafnya agar berfungsi kembali. Laili menjalani fisioterapi seminggu dua kali yakni tiap hari Senin dan Kamis.

Ketika keluar dari ruangan fisioterapi terlihat Laili hanya terbujur kaku di brankar yang akan membawanya ke ambulans. Mulutnya nampak kaku dan terbuka sedikit.

Dibalik selimut yang menutupi badannya, terlihat tanggan kirinya kaku dan agak tertekuk di atas badannya. Saat dipanggil namanya, Laili mengedipkan matanya. Siti Nurhasanah, ibu Laili yang mendampingi selama menjalani fisioterapi tidak mau berkomentar tentang pengobatan anaknya.

Sementara, dokter yang merawat Laili, dr Budi Rahardjo juga tidak mau menjawab kondisi kesehatan Laili karena sedang tugas ke luar kota. “Memang dia saya tangani dan sedang menjalani fisioterapi. Tetapi untuk detailnya saya tidak bisa menjawab karena saya sedang di Jakarta,” kata Budi.

Seperti diberitakan, Laili mengalami kelumpuhan setelah mendapatkan suntikan sebelum operasi amandel 2003 silam. Setelah dua kali disuntik obat anti biaotik, tubuhnya kejang dan langsung tidak sadarkan diri.

Setelah itu tubuhnya kaku dengan organ tubuh seperti tangan dan kaki tidak bisa digerakkan. Dia hanya mampu tergolek di ranjangnya selama empat tahun ini. Dia tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya.

Selain Laili, Ayudyah Sasi,29 warga Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sumbersari juga tergolek kaku di atas ranjang. Dia mengalami kelumpuhan tersebut sejak Agustus 2005 paska operasi seksio (caesar) ketika melahirkan anak keduanya di RSUD dr Soebandi Jember. Ayudyah mengalami gangguan motorik sehingga tangan dan kakunya tidak bisa digerakkan, indra pendengaran dan penglihatan juga terganggu.

Ayudyah Sasi dirawat di ruang Anggrek I (bekas kamar Laili) RSUD dr Soebandi selama dua tahun dan Selasa (17/7/2007) lalu baru dipulangkan ke rumahnya. Ayu saat ini menjalani perawatan di rumah.(mar/mar)

Advertisements

3 warga lumpuh setelah diimunisasi

http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=24884&Itemid=34

Jumat, 01 Agustus 2008

3 warga lumpuh setelah diimunisasi

KAJEN – Tiga warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan mengalami lumpuh permanen. Pihak keluarga menyatakan, korban menderita kelumpuhan setelah diimunisasi polio, namun pernyataan resmi dari pejabat Dinas Kesehatan menyebutkan, penyebab kelumpuhan karena faktor genetik.

Ketiga warga yang mengalami kelumpuhan masing-masing sepasang kakak beradik Muhamad Basuni (15) dan Hasan Bisri (12), keduanya putra Wastari (46), warga Desa Pandanarum RT 6 RW I. Sedangkan seorang lagi bernama Kasturah (55), warga Desa Pandanarum RT 8 RW I. Basuni dan Bisri menderita kelumpuhan sejak balita. Sedangkan Kasturah menunjukkan gejala kelumpuhan sejak usia belasan tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr Hasyim Purwadi, Kabag Sosial, Siswoyo SSos, didampingi Ketua Komisi D, HM Safrudin Huna, dan Kepala Desa Pandanarum Zubaidi Ridwan, Kamis siang (31/7), menjenguk ketiga korban dan memberikan santunan berupa uang. Namun, tidak disebutkan berapa besaran uang yang diberikan.

Wastari ditemui ditemui di sela-sela penyantunan, menerangkan, kedua putranya menunjukkan gejala lumpuh setelah demam tinggi usai diberi imunisasi saat kedua anaknya masih balita. Setelah itu, kedua anaknya berangsur-angsur mengalami kelumpuhan. Bahkan anak pertamanya, Muhamad Basuni, kondisinya kini sangat memprihatinkan.

”Kedua anak saya pada tahun 2005 sudah pernah dirawat di puskesmas, namun kami memutuskan pulang karena tidak ada biaya. Saya hanya pekerja serabutan dan harus menghidupi empat orang anak yang masih kecil-kecil,” terang Wastari.

Kasturah kondisinya lebih mengenaskan. Selama puluhan tahun, ia hanya bisa tergolek di tempat tidur di rumah keponakannya yang bekerja sebagai tukang becak.

Menurutnya, ia mengalami gejala kelumpuhan saat usia 13 tahun. Saat itu, ia menderita demam tinggi usai berobat. Ia mengalami kelumpuhan permanen sejak usia 30 tahun.

Bantah malapraktik
Kepala Dinas Kesehatan dr Hasyim Purwadi, membantah jika ketiganya menderita kelumpuhan akibat malapraktik atau pun pascaimunisasi. Menurutnya, ketiga warga tersebut mengalami kelumpuhan karena faktor genetik.

”Kami akan membawa ketiganya ke RSUD Kraton, untuk diperiksa apakah ketiganya kemungkinan bisa difisioterapi. Untuk Hasan Bisri akan diusahakan bantuan alat bantu jalan berupa tripod, sedangkan dua lainnya sudah tidak mungkin dibantu dengan alat bantu jalan,” jelas Hasyim Purwadi.

Kasus kelumpuhan akibat faktor genetik dialami oleh sejumlah warga di Kabupaten Pekalongan, di antaranya Marisah (33), telah meninggal dunia, Mariyah (33), adik Marisah, Warjem (31), adik Mariyah, Caswari (24), Nafisah, dan Inayah (21), semuanya warga Desa Tegalsuruh, Kecamatan Sragi dan masih berhubungan kerabat. haw-bg

Cara Benar Makan Buah

Cara Benar Makan Buah

By Republika Contributor
Selasa, 02 Desember 2008 pukul 12:29:00
<!–

SHARE
RSS

–>

Cara Benar Makan BuahCORBIS.COMTERATUR: Serat pada buah berfungsi efektif membuat tubuh lebih sehat dan segar. Makanlah buah sebelum makan untuk memperoleh manfaat maksimal.

JAKARTA– Di Indonesia, makan buah biasanya dilakukan setelah makan. Umumnya disebut dengan pencuci mulut. Padahal cara makan buah seperti itu, justru tidak akan memperoleh manfaat maksimal.

Sebaliknya, buah seharusnya dimakan saat perut kosong, bukan sebagai makanan penutup yang disantap selesai makan nasi. Jika membiasakan makan buah saat perut kosong, akan membantu pembuangan racun tubuh, sekaligus mensuplai energi yang cukup untuk kegiatan sehari-hari. Terutama bagi Anda yang sedang menjalani diet.

Saat Anda makan potong roti dan seporsi buah, sebenarnya buah akan lebih mudah diserap daripada roti. Di dalam lambung hanya butuh waktu singkat sudah dapat masuk kedalam usus kecil, saat itu roti belum sepenuhnya hancur, akibatnya jalan bagi buah tersebut terhambat.

Makanan dalam lambung akan berubah menjadi asam. Kemudian, asam lambung ditambah lagi dengan buah sehingga mudah menyebabkan buah berubah kualitas. Ujung-ujungnya bisa menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Makan buah dengan perut kosong adalah yang salah satu cara terbaik memperoleh zat gizi maksimal.

Pernahkah Anda mendengar orang mengatakan, “setiap kali aku makan semangka suka tersedak” atau “ketika aku makan durian maka lambung terasa mengembang”. Selain itu sering juga orang berkata “selesai makan pisang, aku segera ingin ke toilet”.

Kenyataannya, jika makan buah saat perut kosong, tidak akan timbul masalah tersebut diatas. Buah dan makanan lain dalam lambung akan tercampur hingga membentuk gas tubuh, menyebabkan tersedak atau lambung mengembang. Yang lebih penting lagi, makan buah dengan perut kosong dapat menghindari rambut berubah menjadi putih, botak, syaraf tegang, hitam pada sekeliling mata.

Jangan mengira jeruk, lemon yang rasanya asam dapat membantu asam dalam lambung. Riset menunjukkan, semua buah yang masuk kedalam lambung, setelahnya akan berubah menjadi basa.

Jangan makan buah yang telah dipanaskan, buah yang telah dipanaskan akan hilang semua vitaminnya. Sama dengan tidak memakannya, karena semua vitamin akan hilang melalui pemanasan.

Serat pada buah sangat berfaedah, sebab itu makan buah utuh efeknya jauh lebih bagus daripada hanya minum sari dari buah saja. Saat minum sari buah, minumlah seteguk demi seteguk, sehingga ada waktu yang cukup untuk bercampur dengan air liur.

Tiga hari diet hanya bersantap buah, dapat menjadi cara yang efektif untuk membersihkan lambung dan membuang racun tubuh. Hanya makan buah dan minum air buah perasan, maka hanya butuh tiga hari akan mendapatkan tubuh yang lebih segar.

Memasuki periode “bersantap buah”, Anda akan merasa enak setiap kali makan buah yang berbeda. Sekali-kali juga boleh makan salad buah, dengan demikian selain inovatif juga mendapatkan hasil yang bagus. (berbagai sumber/ri)

Pengaruh Makanan pada Perilaku

Pengaruh Makanan pada Perilaku

By Republika Contributor
Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 10:03:00

 

 

Setiap orang beriman diperintahkan Allah SWT untuk senantiasa mengonsumsimakanan yang halal dan baik (mengandung gizi dan vitamin yang cukup). Dua hal tadi–makanan halal danbaik– di samping akan menyebabkan terjaganya kesehatan jasmani, juga akan semakin mendorong meningkatkan kualitas takwa dan syukur kepada Allah SWT.

Hal ini sebagaimana dinyatakan di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 172,”Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.”

Sebaliknya, makanan yang haram, baik substansi maupun cara mendapatkannya,meskipun secara
lahiriyah mengandung gizi dan vitamin yang cukup, akan menumbuhkan perilaku yang buruk dan
merusak, baik bagi dirinya maupun bagi keluarganya di dunia ini maupun di akhirat nanti.

Sabda Rasulullah SAW, ”Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka neraka lebih utama baginya.”

Oleh karena itu yang memerlukan perhatian, pikiran, hati, dan keimanan adalah menentukan
cara mendapatkan makanan atau rezeki yang bersih dan halal itu. Misalnya tidak melalui penipuan, korupsi, membungakan uang, menerima suap, dan cara-cara batil lainnya. Apalagi mengambil harta negara yang seharusnya dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat banyak. Wallahu a’lam.

DPD Surati Menkes Soal Obat Mengandung Babi

DPD Surati Menkes Soal Obat Mengandung Babi
JUMAT, 24 OKTOBER 2008 | 00:36 WIB

MEDAN, KAMIS – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba, mengatakan, pihaknya akan menyurati Menteri Kesehatan (Menkes) mengenai masalah kandungan unsur lemak babi dalam kapsul obat kapsul yang beredar di Indonesia. 
     
“Kita akan menyurati Menkes agar dalam satu atau dua hari ini agar mengeluarkan pernyataan resmi kalau kapsul obat yang beredar di Indonesia bebas dari kandungan babi,” katanya usai menggelar pertemuan tentang safety food bersama Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dan Dinas Kesehatan Sumut di Medan, Kamis.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh daerah kabupaten/kota untuk wajib melakukan food safety di daerahnya masing-masing, termasuk melakukan pengawasan, obat dan makanan. 

“Ini sesuai dengan prinsip otonomi daerah. Dimana kabupaten/kota sudah seharusnya membuat  laboratorium sendiri untuk melakukan pengawasan obat dan makanan di daerah masing-masing,” katanya.

Kepala BBPOM Medan, Supriyanto Utomo, mengatakan, sampai sejauh ini tidak ditemukan kapsul produk dalam negeri yang mengandung lemak babi. Sementara untuk produk kapsul dari luar negeri, baru bisa masuk ke Indonesia jika ada sertifikasi halal majelis ulama dari negara asal. Bagi negara yang tidak memiliki majelis ulamanya, maka boleh impor ke Indonesia setelah memberikan hasil analisa bahan-bahan  kapsul obatnya melalui lembaga resmi. 

Begitupun, kata dia, pihaknya saat ini sedang melakukan sampling kapsul secara acak. Jika nanti ditemukan satu saja obat kapsul yang terkandung unsur lemak babi, barulah BPOM akan melakukan sampling secara total.
ABD 
Sumber : Antara

Dinkes-MUI Medan Bahas Kapsul Mengandung Lemak Babi

 

Dinkes-MUI Medan Bahas Kapsul Mengandung Lemak Babi

By Republika Contributor
Kamis, 23 Oktober 2008 pukul 21:08:00

MEDAN–Dinas kesehatan Sumut dan MUI Medan diminta duduk bersama dalam satu meja untuk mengkaji hasil penelitian Lembaga Pengkajian dan Penelitian Obat dan Makanan (LPPOM) MUI Medan terkait adanya kandungan lemak babi dalam bahan kapsul. 

“Dinkes dan MUI harus secepatnya mengambil keputusan, apakah benar kapsul yang banyak beredar di pasaran saat ini mengandung lemak babi atau tidak,” kata pengamat sosial Universitas Sumatera Utara (USU) Yos Rizal MSi, di Medan, Kamis. 

Ia mengatakan, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan masyarakat akan menjadi korban dan semakin bingung, sebab masyarakat muslim akan sangsi untuk mengkonsumsi obat karena ragu atas kehalalannya. 

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Muhammad Hatta, mengatakan, dewasa ini sekitar 80 persen obat-obatan kapsul dari luar negeri yang banyak beredar di masyarakat dicampur dengan lemak babi, seperti misalnya obat insulin. 

“Hal itu sangat mengherankan kenapa pemerintah tidak bisa memberi pengawasan terhadap obat-obatan, termasuk juga makanan, minuman, dan kosmetik yang beredar,” katanya. 

Seharusnya, katanya, pemerintah dapat memberi jaminan keselamatan kepada masyarakat, karena sesuai kategori hukum, apapun yg merusak kesehatan itu dilarang. 

“Untuk itulah, diharapkan RUU tentang sertifikasi halal segera disetujui pemerintah,” katanya. 

Sementara Kasubdin Bina Farmasi dan Makanan Dinkes Sumut, Siskandri, mengatakan hasil penelitian itu sendiri masih belum jelas dari mana asalnya. 

“Kapsul yang beredar di Indonesia itu bebas dari kandungan lemak babi, kecuali obat-obatan impor. Kami telah mengundang MUI Medan untuk membicarakan hal ini (22/10) untuk meminta klarifikasi tentang hasil penelitian mereka, tapi mereka tidak datang,” katanya. 

Menurut dia, Badan POM sendiri sudah melakukan pengawasan secara ketat terhadap obat yang beredar, baik dari luar maupun dalam negeri., bahkan khusus obat impor dimintakan sertifikasi halal dari negara asalnya. 

Untuk kapsul asal dalam negeri hanya diproduksi dua pabrik, yakni, Kapsulindo dan Kapsuljel yang berkedudukan di Jakarta. Kedua pabrik tersebut, produksinya menggunakan bahan dari lemak sapi dan hal itu pun sudah diakui halal oleh MUI pusat. ant/pt

Vaksin dari Janin Bayi

http://www.halalguide.info/content/view/803/

Vaksin dari Janin Bayi

PDF Print E-mail
Wednesday, 31 January 2007

ImageHalalGuide–Penggunaan janin bayi yang sengaja digugurkan ini bukan merupakan suat hal yang dirahasiakan publik. Sel line janin yang biasa digunakan untuk keperluan vaksin biasanya diambil dari bagian tubuh seperti paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus, dan hati yang diperoleh dari aborsi janin.

Vaksin untuk cacar air, hepatitis A, dan MMR diperoleh dengan menggunakan fetal cell line yang diaborsi, MRC-5, dan WI-38. Vaksin yang mengandung MRC-5 dan WI-38 adalah beberapa vaksin yang mengandung cell line lipoid manusia.

Tabel di bawah ini menunjukkan jenis vaksin yang diperoleh dari praktik aborsi:

Penyakit

Vaksin

Produsen

Sel Line (human fetal)

Polio

Poliovax

Aventis-Pasteur

MRC-5

Measles Mumps Rubella

MMR II

Merck & Co

RA273 & WI38

Meales-Rubella

Biavax II

Merck & Co

RA273 & WI38

Rubella Only

MR-VAX

Merck & Co

RA273 & WI38

Rabies

Imovax

Aventis-Pasteur

MRC-5

Hepatitis A

Hivrax

Vagta

Glaxo Smith Kline

Merck & Co

MRC-5

Hepatitis A-B combo

Twinnix

Glaxo Smith Kline

MRC-5

Chickenpox

Varixax

Merck & Co

WI 38 & MRC-5

Smallpox

Acambix 1000

Acambis

MRC-5

Ebola

Unknown

Merck & Co

PER C6

HIV

Unknown

Merck & Co

PER C6

Sepsis

Xigris

Eli Lilley

HEK 293

Influenza

Unknown

Medimmune

PER C6

Sumber Jurnal Halal LPPOM MUI

Penanganan Flu Burung Ala Thailand

http://www.bainfokomsumut.go.id/open.php?id=10&db=h5n1

Senin, 24 Jul 2006

Penanganan Flu Burung Ala Thailand

alam sebuah simposium internasional tentang penanganan dan pencegahan merebaknya flu burung, yang digelar di Jakarta pada 13-14 Juli 2006, turut hadir pakar dari beberapa negara tetangga, termasuk dari Thailand.

Somsak Pakpinyo, seorang sarjana S3 Universitas Chulalongkorn, berbicara sebagai wakil dari Thailand dan mempresentasikan kebijakan negerinya menangani flu burung.

Hal yang menarik dari pemaparan Somsak adalah kebijakan Thailand yang melarang penggunaan metode vaksinasi unggas dan ayam ternak dalam upaya pencegahan penyebaran flu burung.

Somsak menyebutkan bahwa Pemerintah Thailand tidak menggunakan metode vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyebaran flu burung dalam industri peternakan, sejak awal penyakit itu beredar di negeri itu.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tri Satya Naipospos, dari Komisi Nasional Flu Burung, menyebutkan bahwa Indonesia justru menerapkan kebijakan vaksinasi sebagai pelengkap metode biosecurity yang ditempatkan sebagai lini terdepan.

Strategi Thailand

Selama Januari 2004 hingga Januari 2005, industri peternakan Thailand terganggu virus flu burung. Virus yang bersirkulasi pada saat itu dikategorikan sebagai Avian Influenza jenis H5N1 yang patogenik.

Penanganan pun dilakukan secara serius, terlihat dari reaksi cepat perdana menteri dan departemen-departemen terkait yang menyusun strategi nasional.

Sebagai “panglima” pencegahan merebaknya virus, kata Somsak, Departemen Pengembangan Pangan bertanggungjawab dalam hal pengendalian virus di sektor peternakan, termasuk ternak ayam, ayam piaraan di kandang-kandang belakang rumah, bebek, dan angsa.

“Setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian vaksinasi AI, pemerintah berkeputusan untuk melarang vaksinasi dalam industri peternakan,” kata dia.

Memang, vaksinasi merupakan salah satu cara untuk menangkal penyebaran virus AI. Organisasi Pertanian Dunia (FAO) menyarankannya sebagai pendamping biosecurity, pendidikan pengenalan AI, dan kesadaran masyarakat.

Selain berfungsi untuk menekan penyebaran virus, terbukti metode vaksinasi “ampuh” mengendalikan epidemi flu burung di Cina.

Namun vaksinasi AI tidak menyelesaikan masalah. Vaksinasi merugikan sektor ekonomi karena bertentangan dengan regulasi IOE dan Uni Eropa karena satu persen dari hewan yang divaksinasi dapat tetap menularkan virus tanpa menunjukkan gejala-gejala klinis.

Itu sebabnya vaksinasi disebut-sebut menghadirkan “pembunuh diam-diam”, karena daya tahan virus justru meningkat, mutasi bisa terjadi setiap waktu, dan hanya 20-50 persen vaksin burung yang beredar di pasar yang membawa anti-bodi H5N1.

“Strategi kedua yang diterapkan di negeri Gajah Putih adalah pemantauan aktif secara klinis terhadap industri peternakan,” kata Somsak.

Sistem pemantauan di Thailand menyebutkan bahwa kriteria suspek kasus AI adalah bila kematian unggas mencapai 10 persen atau lebih dan 40 persen dalam tiga hari.

Pemusnahan dilakukan dalam radius 5 km dari titik kasus penyebaran, dengan harga ganti rugi minimal 70 persen harga pasar.

“Tapi untuk ayam petarung, tidak langsung dimusnahkan tapi diungsikan ke tempat lain untuk kemudian diamati lebih cermat,” ujar dia.

Khusus tentang uang ganti-rugi, Pemerintah Thailand menetapkan angka 70 persen dari harga pasar adalah angka yang dianggap cukup masuk akal karena setelah isu flu burung merebak, daya beli masyarakat terhadap panganan unggas menurun drastis, termasuk daging dan telur ayam.

Pemusnahan massal terhadap unggas yang terpapar dan dicurigai terpapar flu burung pun dilakukan dalam tempo tak lebih dari 24 jam sejak hasil uji klinis menunjukkan adanya penularan virus tersebut.

Dalam hal reaksi terhadap penularan antar-ternak, sistem pengawasan sangat lekat terhadap pergerakan hewan dari satu tempat ke tempat lain.

“Strategi ini diterapkan oleh polisi, petugas pangan, peternak, dan rumah jagal. Kerja sama di antara mereka adalah kunci keberhasilan pemantauan virus,” masih kata Somsak.

Strategi Thailand juga terletak di tindakan pencegahan. Peternakan unggas ditingkatkan standarnya, sesuai dengan biosecurity, tingkat higienitas, dan pengawasan dokter hewan.

Di Thailand, terdapat sekitar 50 ribu peternakan unggas, terdiri atas yang kecil dan besar. Pemerintah tentu tidak mampu menyelidiki tiap peternakan, itu sebabnya peran perguruan tinggi seperti Universitas Chulalongkorn dapat sangat membantu.

Biaya Pemusnahan

Dalam kesempatan yang sama, Tri Satya menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia menjadikan vaksinasi sebagai metode penanganan setelah menghitung biaya pemusnahan massal hewan yang ditengarai terpapar virus sangatlah besar.

“Dana penanganan flu burung saja sampai saat ini belum ada yang cair, kita sangat kekurangan dana memerangi flu burung,” kata dia.

Thailand, menurut Tri Satya, sangat peduli terhadap penanganan flu burung karena industri peternakan di dalam negeri memang sangat rentan — berbeda dengan Indonesia.

“Pangsa pasar produk peternakan unggas Thailand 60 persennya adalah untuk negeri-negeri Eropa, yang peraturannya melarang ternak tervaksin. Sementara di Indonesia, industri peternakan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri yang sudah sangat besar,” kata dia.

Di lain pihak, pilihan vaksinasi kurang disukai oleh kalangan pecinta unggas.

Sekretaris Umum Pelestari Burung Indonesia, Endang Budi Utami, menyebutkan bahwa biaya penanganan flu burung dengan cara vaksinasi jauh lebih mahal daripada pemusnahan (stamping-out).

“Pertama, vaksinasi tidak bisa digunakan hanya satu kali, melainkan berkali-kali dan harus terus dilakukan selama hewan itu hidup,” kata perempuan yang akrab disapa Emi tersebut.

Alasan kedua adalah vaksinasi sulit dilakukan terhadap burung-burung liar dan besar, sementara banyak koleksi para pecinta burung yang berupa burung liar dan berukuran besar.

“Saya juga yakin bahwa vaksinasi itu tidak dapat membunuh semua virus di dalam tubuh hewan, ada saja yang tersisa dan ini justru membawa celaka nantinya karena virus bisa lebih mutan,” jelasnya.

Pilihan stamping-out seperti tindakan Thailand atau vaksinasi adalah hal yang sama-sama mengandung resiko. Namun ibarat membeli mobil baru, setiap orang dapat saja dihadapkan dengan pilihan membelinya dengan cara kredit atau tunai.

Membeli tunai memang terasa berat di awal, namun mobil dibawa pulang tanpa rasa tergelayut utang.

Sementara membeli dengan cara berutang, sama-sama membawa pulang mobil baru, namun yang satu ini harus ditambah dengan cicilan serta kewajiban membayar bunga — yang pada akhirnya dapat membuat harga mobil nyaris setara dengan dua mobil baru bila dibeli tunai.

Pemerintah Indonesia bisa jadi kesulitan bila harus menyediakan sejumlah uang tunai yang besar pada metode stamping-out, namun hampir dapat dipastikan semua virus berakhir di situ.

Metode vaksinasi memungkinkan pengendalian penyebaran virus, tetapi tak ada jaminan virus berhenti berkembang sehingga bukan tidak mungkin biaya ekonomi pada masa mendatang bisa jauh lebih mahal daripada stamping-out. (Ant)

Vaksin BCG menyebabkan penyakit dan kematian pada bayi HIV-positif Oleh: The Kaiser Daily HIV/AIDS Report

http://spiritia.or.id/news/bacanews.php?nwno=0511

Vaksin BCG menyebabkan penyakit dan kematian pada bayi HIV-positif
Oleh: The Kaiser Daily HIV/AIDS Report

Tgl. laporan: 6 November 2007

Vaksin BCG, yang ditujukan untuk mencegah tuberkulosis (TB) pada anak di negara berkembang, dapat menyebabkan penyakit dan kematian di antara beberapa bayi HIV-positif. Hal ini dikatakan para peneliti dalam surat kabar Los Angeles Times. Temuan ini tercakup dalam laporan tentang koepidemi HIV/TB yang diterbitkan oleh Forum for Collaborative HIV Research pada 1 November 2007. Laporan ini mengatakan bahwa “manfaat yang berpotensi mencegah TB berat” pada bayi HIV-positif adalah “risiko terkait lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan vaksin BCG.”

WHO menyarankan agar semua bayi yang sehat harus menerima vaksin BCG segera setelah lahir. Tetapi, lembaga ini mengeluarkan laporan pada Mei 2007, yang mengubah pendapatnya karena bukti menunjukkan bahwa bayi HIV-positif lebih berisiko mengembangkan penyakit BCG. Vaksin BCG berdasarkan pada rangkaian bakteri penyebab TB yang dilemahkan, yang ditemukan pada ternak. Banyak bayi yang menerima vaksin BCG ini adalah HIV-positif saat lahir dan oleh karena itu mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal ini mengakibatkan mereka rentan terhadap penyakit BCG, yang disebabkan oleh bakteri sapi ini yang ada pada vaksin.

Sebuah penelitian menemukan bahwa vaksin tersebut memiliki 75% tingkat mortalitas di antara anak dengan penyakit BCG dan 70% anak tersebut adalah HIV-positif. Hal ini dikatakan oleh Mark Cotton – rekan penulis laporan forum dan para peneliti HIV/AIDS di Universitas Stellenbosch Afrika Selatan.

Menurut Cotton, diperkirakan 400 dari setiap 100.000 bayi HIV-positif di provinsi Western Cape, Afrika Selatan menjadi sakit akibat vaksin BCG, dan belum diketahui seberapa besar masalah ini di seluruh Afrika.

Gizi Jinten Tangkal Kanker dan AIDS

http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Nutrition&y=cybershopping|0|0|6|456

Gizi Jinten Tangkal Kanker dan AIDS
Nutrition Thu, 24 Jul 2008 15:30:00 WIB

Jinten kaya akan zat gizi, terutama karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral. Jenis rempah-rempah ini tak hanya memperlancar ASI, tetapi juga dapat menangkal penyakit kanker, AIDS, rematik, dan hipertensi.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan rempah-rempah. Ini pula yang membuat wilayah negara kita dijajah Belanda lebih dari 3,5 abad. Salah satu jenis rempah adalah jinten.

Sekilas jinten berbentuk seperti biji wijen. Di Indonesia, jinten memang kalah populer daripada jenis rempah-rempah lainnya, meskipun biasa digunakan sebagai bumbu di beberapa negara seperti Italia, Perancis, dan Jerman.

Selain sebagai bumbu masakan, biji jinten juga digunakan sebagai komponen obat tradisional di India, yaitu untuk mengatasi masalah gangguan pencernaan, pengobatan pasca persalinan, dan meningkatkan laktasi (air susu ibu).

Masyarakat Timur Tengah dan Afrika juga menggunakan biji jinten untuk meningkatkan kesehatan dan melawan berbagai penyakit.

Jenis jinten

Masyarakat dunia mengenal beberapa jenis jinten, yaitu jinten (Carum carvi L.), jinten manis (Pimpinella anisum L.), jinten putih (Cuminum cyminum L.), jinten hitam manis (Nigella damacena L.), dan jinten hitam pahit (Nigella sativa L.).

Menurut Farel (1990), jinten (Carum carvi L.) berasal dari Belanda. Dalam bahasa Inggris, jinten disebut dengan caraway seed. Panjang biji jinten rata-rata 6 mm.

Jinten manis (Pimpinella anisum L.) diduga berasal dari Timur Tengah, tetapi dikenal hampir di seluruh belahan dunia. Di Indonesia, jinten manis juga dikenal dengan nama adas manis atau dalam bahasa Inggris disebut anise seed.

Jinten manis mempunyai panjang biji berkisar antara 3 hingga 5 mm dengan lebar 1 sampai 2 mm, berwarna cokelat hijau keabuan.

Jinten putih (Cuminum cyminum L.) dalam bahasa Inggris dikenal dengan cumin seed. Berasal dari Mesir dan biasa dimanfaatkan di Amerika Selatan, Afrika, dan Timur Tengah. Panjang biji berkisar 6 mm, berwarna cokelat kekuningan.

Jinten hitam (Nigella sp) diduga berasal dari Eropa Selatan. Dalam bahasa Inggris, jinten hitam terkenal dengan nama love in the mist. Terdiri dari dua jenis, yaitu jinten hitam manis dan jinten hitam pahit.

Jinten hitam merupakan jenis jinten yang paling populer dibandingkan dengan jinten jenis lain.

Memenuhi AKG

Jinten mempunyai kandungan gizi yang sangat baik, terutama karbohidrat, protein, dan seratnya. Jinten putih mengandung vitamin A yang sangat baik, yaitu 1.270 SI per 100 gram bahan, sedangkan jinten hitam sangat kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E. Konsumsi 100 gram biji jinten telah memenuhi 55 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) vitamin B1 yang dianjurkan dalam sehari, yakni 35 persen AKG vitamin B6 dan 33 persen AKG niasin.

Jinten merupakan sumber kalium yang potensial, sehingga sangat baik dikonsumsi penderita hipertensi. Namun, penggunaan biji jinten pada umumnya hanya sebagai bumbu masakan, sehingga jumlahnya tidak banyak.

Jinten biasanya digunakan sebagai pelengkap bumbu kari atau kuah bersantan.

Tabel. Komposisi kimia berbagai jenis jinten per 100 gram
Zat gizi jinten*    Jinten manis    Jinten segar*    Jinten putih segar*    Jinten hitam**
Air (g)     9,9     9,5     8,1     6,4
Protein (g)     19,8     17,6     17,8     20,2
Lemak (g)     14,6     15,9     22,3     32
Karbohidrat (g)     49,9     50,5     44,2     37,4
Kalsium (mg)     689     646     931     188
Besi (mg)     16     37     66     57,5
Magnesium (mg)     258     170     366     –
Fosfor (mg)     1.351     440     499     –
Kalium (mg)     17     1.441     1.788     1.180
Natrium (mg)     6     16     168     85,3
Seng (mg)     4     5     5     –
Niasin (mg)     363     –     5     6,3
Vitamin A (SI)     –     –     1.270     –
Vitamin C (mg)     –     –     8     –
Vitamin B1 (mg)     –     –          0,8
Piridoksin (mg)     –     –          0,79
Vitamin E (mg)     –     –          0,34
Sumber Pustaka: * Farrel (1990), ** Nergiz dan Otles (1993)

Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Selain sebagai bumbu masakan, jinten berkhasiat membantu penyembuhan berbagai penyakit. Yang biasa digunakan untuk pengobatan adalah biji jinten hitam.

Menurut Hutapea (1994), biji jinten hitam, terutama jinten hitam pahit, berkhasiat sebagai obat cacing. Hargono (1985) menyatakan, biji jinten hitam bisa mempelancar ASI, sebagai peluruh kentut, pencegah muntah, pencahar, dan pengobatan pasca persalinan.

Jinten hitam bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Menurut El Kadi dan Kandil (1986), jinten hitam meningkatkan rasio antara sel-T penolong dengan sel-T penekan sebesar 72 persen. Berarti bisa meningkatkan aktivitas fungsional sel pembunuh alami.

Hasil penelitian Dr. Basil Ali (1993) dari The College of Medicine, King Faisal University, Arab Saudi, jinten hitam bisa digunakan untuk membantu penyembuhan penyakit kanker, AIDS, dan penyakit lain yang berhubungan dengan penurunan tingkat kekebalan tubuh.

Dr. Haq (1997) dari The Department of Biological and Medical Research Center, Arab Saudi, menyatakan jinten hitam meningkatkan rasio antara sel-T penolong dan sel-T penekan sebesar 55 persen, dengan rata-rata pencapaian aktivitas sel pembunuh alami 30 persen.

Jinten hitam juga baik untuk mengobati alergi karena mempunyai aktivitas antihistamin, yaitu asam amino yang diproduksi jaringan tubuh yang dapat menyebabkan reaksi alergi, dan berhubungan dengan suatu kondisi seperti asma cabang tenggorokan.

Mahfouz dan Bahr El Din (1963) mengemukakan bahwa nigellone yang diisolasi dari minyak atsiri jinten hifam dapat menekan gejala asma cabang tenggorokan.

Chakravarty (1993) mengemukakan, kristal nigellone merupakan agen penghambat histamin dengan cara menghambat protein kinase C, yang dikenal sebagai zat pemacu pelepasan histamin. Kristal nigellone juga menurunkan pengambilan kalsium dari penyangga sel sehingga dapat menghambat pelepasan histamin.

Jinten hitam diyakini berfungsi antitumor. Pusat penelitian Amala di Amala Nagar, India (1991), mengemukakan bahwa asam lemak berantai panjang yang berasal dari jinten hitam mencegah pembentukan EAC (Ehrlich Ascites Carcinoma) dan sel DLA (Dalton’s Lymphoma Ascites) yang merupakan jenis sel kanker yang umum ditemukan.

Jinten hitam juga berfungsi sebagai antimikroba. The Pakistan Journal of Pharmacy tahun 1989 mengemukakan tentang kegunaan antijamur dari minyak atsiri jinten hitam.

Department of Pharmacy, Universitas Dhaka, Bangladesh, pada tahun 1992 mengemukakan, minyak atsiri jinten hitam efektif melawan bakteri Vibrio cholera, Escherichia coli, dan Shigella sp.

Masyarakat Pakistan dan Bangladesh secara tradisional menggunakan jinten hitam untuk mengatasi muntah, diare, dan sakit perut karena adanya gas dalam perut. Juga untuk membantu mengatasi keadaan yang tidak enak akibat obat pencahar.

Cegah Radang Sendi, Perbanyak ASI

Jinten hitam bersifat antiperadangan. Menurut El Dakhakny (1965), jinten hitam mengurangi efek radang sendi. The Pharmacology Research Laboratories, Department of Pharmacy, King College, London, mengemukakan, bahwa turunan dari fixed oil jinten hitam, yaitu tymoquinie merupakan agen antiperadangan. Cara kerjanya dengan menghambat pembentukan eicosanoid.

The Microbiology Unit of The Research, College of Pharmacy, King Saudi University, menyatakan aktivitas antiperadangan oleh jinten hitam mirip produk komersial dan tidak menimbulkan alergi. Menurut Agarwahl (f979), minyaknya bisa meningkatkan volume air susu ibu.

The University of Potchefstroom pada 1989 mengungkapkan kombinasi dari bagian lipid dan struktur hormon dalam jinten hitam dapat meningkatkan aliran ASI, menstimulasi sumsum tulang dan sel imun, meningkatkan produksi interferon, melindungi sel normal dan mencegah perusakan sel oleh virus, menghancurkan sel tumor, meningkatkan jumlah antibodi yang memproduksi sel-B.

Jinten hitam baik dikonsumsi orang sehat karena mengikat radikal bebas dan menghilangkannya. Mengandung sterol, khususnya betasterol, yang dikenal punya aktivitas antikarsinogenik, juga mencegah rematik.

Menurut Houghton (1995}, tymoquinone, yang terkandung dalam biji jinten hitam dapat menghambat jalur siklo-oksigenase dan lipo-oksigenase yang berfungsi sebagai mediator dari alergi dan peradangan. Asam lemak tidak jenuh tidak lazim (C20:2) yang mirip asam arakhidat juga berperan dalam menghambat substrat, sehingga membantu pencegahan rematik,

EI-Tahir (1993) menemukan pemberian thymoquinone secara intravena dapat menurunkan tekanan darah. Komponen alkaloid yang menyebabkan rasa pahit dalam jinten hitam, yaitu nigelline, mampu menurunkan demam, menguatkan jaringan, mencegah iritasi kulit, meningkatkan selera makan dan metabolisme, meredakan masalah pencernaan, serta menguranqgi kelebihan asam.

Selain jinten hitam, jinten dari jenis lain juga mempunyai khasiat. Menurut The George Mateljan foundation, jinten putih mempunyai efek antikarsinogen, sehingga efektif mencegah penyakit tumor, terutama yang menyerang saluran pencemaan dan tumor hati. Kandungan vitamin A membantu menginaktivasi radikal bebas di dalam tubuh.

Jinten putih digunakan secara tradisional, terutama di negara-negara Barat, untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan saluran pencemaan.

Sebagai Minuman & Makanan Tambahan

Tingginya nilai gizinya, biji jinten dapat direkomendasikan sebagai makanan tambahan. Di Eropa, biji jinten, terutama jinten manis, sering ditambahkan ke dalam aneka kue, cake, ataupun roti untuk memperkuat aroma. Juga ke dalam teh atau susu untuk menambah kenikmatannya.

Untuk keperluan industri makanan dari obat, bijinya biasa diolah menjadi oleoresin. Oleoresin diperoleh dengan cara mengekstrak biji jinten yang telah dilumatkan dengan pelarut organik. Hasil ekstraksi berupa bahan semi padat yang memiliki aroma dan rasa khas.

Warm minyak oleoresin kuning kehijauan. Minyak ini rasa dan aromanya jauh lebih tajam daripada biji jinten segar. Untuk membantu penyembuhan penyakit, jinten sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah besar. Jinten tidak mengandung komponen yang bersifat alergi dan membahayakan kesehatan.

Seperti rempah lain, jinten dapat dikonsumsi sebagai teh. Menurut Schultz (1998} dan Wichtl (1994), teh jinten bisa dikonsumsi 2-3 kali sehari.

Di pasaran kini banyak dijual jinten dalam bentuk bubuk. Meski lebih praktis, rasa dan aromanya kurang tajam dibandingkan dengan jinten utuh.

Untuk mendapatkan rasa tajam, jinten sebaiknya digoreng sebelum digunakan untuk membuat bumbu masakan.

Oleh:
Prof. DR. Made Astawan
Ahli teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: Senior

Puasa: Detoksifikasi Luar-Dalam

http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Hot+Topic&y=cybermed|0|0|5|167

Puasa:
Detoksifikasi Luar-Dalam
Hot Topic Mon, 29 Sep 2008 16:00:00 WIB

Tubuh kita adalah kuburan racun. Di zaman modern ini kira-kira ada 80 ribu jenis racun yang masuk ke tubuh lewat makanan, minuman dan udara yang kita hirup setiap detiknya! Detoksifikasi adalah jawaban untuk mengusir racun dari dalam tubuh.

Racun adalah segala sesuatu yang memiliki dampak buruk pada fungsi sel tubuh. Racun ini ada yang diproduksi sendiri dan merupakan hasil olahan dari fungsi tubuh. Ada pula yang terbuat dari zat kimia sintetis, zat asing bagi tubuh kita.

Racun buatan ini di zaman modern melenggang masuk tubuh dengan bebas lewat makanan, minuman, dan udara. Diperkirakan setiap tahun ada 2.000 jenis zat kimia baru buatan manusia yang masuk ke tubuh. Lebih mengerikan lagi, diperkirakan 80 ribu zat kimia sudah telanjur masuk ke dalam tubuh.

Dibandingkan dengan generasi kakek dan nenek dulu, tubuh kita penuh muatan racun. Di zaman kakek dan nenek belum ada makanan hasil olahan yang mengandung pengawet di meja makan, kecuali kerupuk. Dulu semua makanan serba alami. Nenek kita pun dulu mencuci dan membersihkan rumah memakai pembersih dari bahan alami.

Ketika mereka membutuhkan udara segar, tinggal membuka jendela, bukan menyalakan AC atau memasang penyegar ruangan buatan. Mereka tidak direpotkan telepon genggam dan komputer, yang diam-diam juga beracun.

Kebanyakan racun yang menumpuk dalam tubuh kita berasal dari gaya hidup, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan olahan. Makanan jenis ini mengandung zat-zat artifisial, pengawet, penstabil, pewarna, perasa, lemak trans yang sangat berbahaya.

Selain itu, makanan olahan kaya akan garam dan gula. Lebih parah lagi, makanan tak sehat biasanya mengandung pestisida, hormon, dan racun metal berat berbahaya.

Serangan racun juga masuk ke tubuh setiap hari lewat obat-obatan, nikotin dari rokok dan kafein kopi. Tak banyak orang sadar bahwa obat bebas ataupun obat resep dokter sebenarnya juga merupakan sumber racun berbahaya.

Dibersihkan hati

Sebenarnya tubuh sudah memiliki sistem sendiri untuk membersihkan diri dari racun. Jika sistem dalam tubuh bekerja secara optimal, tentu saja racun yang “indekos” itu jumlahnya akan minimal. Tubuh yang sehat dan bekerja secara optimal ditandai dengan setidaknya dalam sehari buang air besar sekali atau dua kali.

Perjalanan makanan dalam tubuh manusia sehat antara 24 hingga 48 jam. Kenyataannya, transit makanan dalam tubuh manusia sibuk dan tak sempat berpola hidup sehat bisa mencapai 65 hingga 100 jam!

Buktikan sendiri dengan mengonsumsi akar bit. Warna bit itu akan mengotori warna feses, sehingga Anda bisa tahu, kapan saat makan dan kapan makanan itu keluar dalam bentuk feses.

Organ tubuh yang paling bertanggung jawab dalam membersihkan tubuh dari racun adalah hati. Dalam rongga tubuh, hati adalah organ terbesar. Warnanya cokelat kemerahan gelap karena setiap waktu organ hati menampung kira-kira setengah liter darah.

Ada dua pembuluh yang menyuplai darah ke dalam hati. Sebagian besar suplai darah itu berasal dari pembuluh portal yang membawa zat makanan dan racun dari sistem pencernaan. Sisanya dari pembuluh arteri hepatik yang membawa darah kaya oksigen dari jantung.

Hati tersusun dari kira-kira 300 miliar sel yang siap mengontrol proses metabolisme tubuh. Apa pun yang kita makan, minum, hirup lewat udara, serap lewat kulit, semuanya akan terkumpul di hati. Sel-sel hati ini akan memproses nutrisi dari zat makanan menjadi zat yang dibutuhkan tubuh.

Racun-racun juga dimetabolisasi oleh hati, sehingga dapat dibuang dengan aman. Beberapa racun yang sudah dicerna itu disalurkan ke pembuluh darah, dan akhirnya disaring oleh ginjal untuk kemudian dibuang lewat air seni.

Zat racun yang lain dibawa oleh cairan empedu, cairan berwarna kuning atau kehijauan yang diproduksi oleh hati. Cairan ini dibawa melalui saluran empedu menuju kandung empedu dan usus untuk kemudian dibuang lewat buang air besar.

Tugas hati tak hanya itu. Hati adalah pabrik zat kimia yang penting dalam tubuh kita. Hati bertugas menyimpan kelebihan gula alias glukosa. Glukosa dikeluarkan tubuh ketika kita butuh energi. Hati juga memproduksi albumin, cairan empedu, kolesterol, faktor pembeku darah, globin, dan faktor-faktor kekebalan tubuh.

Albumin adalah protein yang mengatur pertukaran air antara darah dan jaringan. Empedu adalah cairan yang membawa keluar zat tak berguna dan mencerna lemak di usus kecil.

Kolesterol adalah zat yang dibutuhkan sel dalam tubuh. Faktor pembeku darah dibutuhkan untuk menghentikan perdarahan. Globin adalah bagian hemoglobin pembawa oksigen dalam darah. Faktor kekebalan tubuh melindungi tubuh dari infeksi.

Cuti badan

Boleh dibilang, beban kerja yang diemban hati sungguh berat. Meski begitu, hati tak pernah mengeluh bekerja keras saat kita terlalu banyak mengonsumsi lemak atau rajin memasukkan racun ke dalam tubuh. Kerap terjadi hati tiba-tiba ditemukan sudah bengkak dan rusak tanpa pemberitahuan lewat gejala-gejala tertentu.

Tak perlu menunggu hati rusak untuk mengetahui tubuh penuh racun. Tanda-tanda tubuh tersesaki oleh racun ini sebenarnya mudah dikenali. Berat badan yang bertambah bisa merupakan tanda tubuh kelebihan racun.

Demikian juga kehadiran selulit di paha dan daerah lain. Selulit ini sebenarnya merupakan lemak beracun yang terperangkap di kulit daerah pinggul, paha, dan pantat.

Selain itu, alergi, sakit kepala, tekanan darah tinggi, gangguan menstruasi, hipoglikemi atau gula darah rendah, sindrom kelelahan kronis, kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, ketidakseimbangan hormon, ketidaksuburan sebenarnya merupakan tanda-tanda bahwa tubuh membutuhkan detoksifikasi.

“Detoksifikasi adalah sebuah usaha untuk membersihkan tubuh dengan menghilangkan racun yang mengendap dalam tubuh,” ujar Dr. Inayah Budiasti, Sp.GK, MS, dokter spesialis gizi yang berpraktik di Hang Lekiu Medical Center Jakarta.

Cara bersih-bersih racun adalah dengan mengurangi beban kerja tubuh. “Yaitu dengan memilih jenis makanan yang diasup supaya tidak membebani kerja tubuh. Nah, bulan Ramadan merupakan masa untuk tidak memberi beban berat bagi tubuh,” kata dokter yang akrab disapa Dr. Asti ini.

Sehari-hari tubuh punya pekerjaan rutin berat, “Setiap hari tubuh harus menyiapkan sistem tubuh berupa produksi imunitas, hormon, antioksidan, dan lain-lain. Tubuh juga harus memperbaiki sel tubuh dan mengganti jaringan. Selain itu, tubuh juga harus memproduksi dan mensuplai makanan ke seluruh tubuh,” paparnya.

Puasa, menurut Dr. Asti, merupakan cara ideal untuk membersihkan tubuh setelah setahun bekerja keras. “Seperti halnya kita yang bekerja terns, tubuh juga butuh liburan,” ujarnya. Pada saat “liburan” itu tubuh memperbaiki seluruh sel-sel di dalamnya.

Proses reparasi sel itu bertahap dan membutuhkan waktu. “Sistem tubuh kita ini sangat kompleks. Tubuh tidak bisa menerima kejutan berupa sistem pembersihan yang mendadak dan singkat,” ungkapnya.

Bulan Ramadan, menurutnya, ideal karena waktunya panjang, sehingga tubuh punya kesempatan beradaptasi. Sebagai detoksifikasi yang meringankan kerja sistem tubuh, ibadah puasa hendaknya dijalankan dengan bijaksana.

“Jangan sampai makan berlebihan karena takut lemas dan lapar saat berpuasa,” ujar Dr. Asti.

Jadi alih-alih mengistirahatkan tubuh, berat badan malah naik. Karena takut lapar atau bisa juga balas dendam seusai menahan lapar selama 14 jam, makan jadi berlebihan dan tak mempertimbangkan gizinya. Bukan hanya berat badan, kadar kolesterol juga ikut meroket gara-gara pola makan yang keliru saat berpuasa.

Perbanyak serat

Banyak orang mengira kehilangan jam makan dan takut lemas, sehingga makan berlebihan. Menurut Dr. Asti, sebenarnya kita tidak kehilangan waktu makan. Sehari kita makan besar tiga kali dan dua kali camilan. Pada saat puasa, dengan pengaturan waktu makan, kita tidak kehilangan waktu makan.

Saat sahur pukul tiga, kita makan setara makan pagi. Sebelum imsak, jangan lupa makan buah atau minum susu. Ini setara dengan mengonsumsi snack pagi.

“setelah itu kita berpuasa dan baru mulai makan setelah buka. Ada yang langsung mengonsumsi makan berat saat buka, ada juga yang memilih camilan. Yang mengonsumsi makan berat, setelah magrib dan salat tarawih boleh makan snack. Jadi sebetulnya, dengan pengaturan makan seperti ini kita tidak kehilangan waktu makan,” papar Dr. Asti.

Sering merasa lemas saat puasa itu terjadi karena salah strategi. Rasa lemas terjadi karena saat sahur mengonsumsi makanan yang memancing produksi insulin dalam tubuh. Insulin ini kemudian menyebarkan membawa makanan untuk disalurkan ke seluruh sel yang membutuhkan.

“Usus pun cepat kosong. Kondisi ini akan memicu lambung memproduksi asam lambung. Lalu ini memicu otak memproduksi sinyal lapar,” tuturnya.

Karena berpuasa, perut tak boleh diisi. Keadaan ini akan ditanggapi tubuh dengan mengirim sinyal kondisi kelaparan. Dalam kondisi ini, tubuh yang lemas dan kelaparan disikapi tubuh dengan melambatkan metabolisme tubuh.

Agar terhindar dari situasi itu, Dr. Asti menyarankan untuk tidak menyantap makanan pemicu insulin di saat sahur. “Makanan yang memicu insulin itu contohnya adalah nasi padang,” ujarnya.

Supaya tubuh tetap segar dan mampu menjalankan fungsi detoksifikasi, ia menyarankan konsumsi banyak serat dan air saat sahur. Serat dan air lebih lama mendiami usus, sehingga tldak segera membuat tubuh mengirim sinyal lapar ke otak. Selain itu, serat baik untuk melancarkan buang air besar. Serat berasal dari buah dan sayur. “Jangan lupa buah saat sahur. Lalu pilih menu berkuah saat sahur, misalnya sup sayuran,” tuturnya.

Aturan lebih ringan saat berbuka puasa. “Yang harus diingat, jangan makan berlebihan saat buka. Ingat, kolak dan cendol nilai kalorinya bisa 200 hingga 300. Jangan makan terlalu banyak. Bila tahu akan dijamu untuk makan malam, pembuka puasa diperingan. Kalau makan kolak, sebaiknya pilih yang santannya encer,” katanya.

Sembilan Manfaat Detoksifikasi

1. Berat badan turun, selulit berkurang
Berat turun adalah efek samping yang langsung terasa. Berat akan stabil jika detoksifikasi dan hidup sehat terus berlanjut. Selulit (lemak yang terperangkap dalam kulit) biasanya berkumpul di sekitar pinggul, paha dan pantat berkurang jika racun berkurang.

2. Kadar kolesterol dan tekanan darah berkurang
Detoksifikasi berarti mengurangi lemak jenuh dan garam, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayuran serta asam lemak esensial. Hasilnya, kadar kolesterol dan tekanan darah menurun.

3. Kulit lebih cantik
Kulit bermasalah merupakan cermin masalah di dalam tubuh. Jerawat, eksim, psoriasis, dan lain-lain bisa diringankan dengan detoksifikasi.

4. Meningkatkan vitalitas
Kadang kita merasakan lelah saat ada masalah dalam hidup. Vitalitas adalah hadiah yang didapat usai menjalani detoksifikasi.

5. Pencernaan sehat
Pencernaan penuh racun tidak efisien menyerap nutrisi karena banyak sumbatan. Racun di saluran cerna itu bisa bocor dan masuk ke aliran darah, sehingga menimbulkan gejala alergi, lemah, dan sakit kepala. Buang air besar lancar dan rutin pertanda pencernaan bersih.

6. Kesuburan meningkat
Detoksifikasi merupakan cara mudah dan murah untuk meningkatkan kesuburan. Lakukan detoksifikasi tiga bulan sebelum berencana hamil.

7. Sembuh dari masalah kronis
Migrain, sembelit, stres merupakan masalah kronis, mungkin tanpa diketahui akar penyebabnya. Detoksifikasi bisa mencabut akar masalahnya.

8. Sistem kekebalan tubuh meningkat
Kekebalan tubuh meningkat dengan nutrisi yang tepat. Detoksifikasi memberikan tubuh penuh vitamin dan antioksidan yang menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan.

9. Membersihkan pikiran
Membawa pikiran beracun mengenai diri sendiri, misalnya tentang kegagalan, akan membatasi sukses dan kebahagiaan. Detoksifikasi membantu membersihkan pikiran, sehingga Anda bisa:

• Membebaskan diri dari emosi negatif seperti kemarahan, kesedihan, ketakutan, rasa bersalah, rasa sedih.
• Menghentikan kebiasaan buruk dan mengubah kesimpulan yang menggerogoti kenikmatan dan kesuksesan hidup.
• Mengurangi stres dan menambah rasa tenang, percaya diri, dan kepuasan dalam segala situasi.
• Menyelesaikan konflik dengan keluarga, teman, dan rekan kerja.
• Meningkatkan kejernihan mental dan kreativitas.

Mendeteksi Racun Dalam Tubuh

Hidup di tengah dunia modern, rasanya sulit mengklaim diri bebas dari racun. Mari ikuti tes di bawah ini untuk mengetahui seberapa besar risiko yang kita alami untuk kemasukan racun. Jika menjawab “ya” untuk salah satu hal di bawah ini, tak ada salahnya untuk mengikuti detoksifikasi.

Pola makan
Apakah Anda makan atau minum secara teratur:
1. Makanan olahan seperti makanan jadi, roti, makanan kalengan, biskuit, keripik, cake, cokelat, atau permen.
2. Daging/ikan nonorganik.
3. Makanan asin, termasuk di antaranya kecap asin.
4. Gula/pemanis yang ditambahkan ke makanan atau minuman.
5. Produk susu nonorganik.
6. Minuman berkafein.
7. Minuman berkarbonasi.
8. Alkohol.
9. Jus atau minuman yang mengandung zat tambahan seperti pengawet, pemanis, dan lain-lain.

Di rumah dan tempat kerja:
1. Apakah Anda membersihkan rumah menggunakan disinfektan?
2. Apakah Anda menggunakan microwave?
3. Apakah Anda memasak barbecue lebih dari sekali sebulan?
4. Apakah Anda sering memasak bertemperatur tinggi seperti memanggang?
5. Apakah Anda menggunakan pestisida di kebun?
6. Apakah Anda tinggal di dekat kebun yang menggunakan pestisida?
7. Apakah Anda tinggal di dekat kabel tegangan tinggi atau dekat menara pemancar telepon genggam?
8. Apakah Anda tinggal di dekat lapangan terbang?
9. Apakah Anda tinggal di kota besar?
10. Apakah Anda bekerja di ruangan ber-AC?
11. Apakah Anda bekerja di pabrik bahan kimia?
12. Apakah Anda bekerja menggunakan peralatan elektronik seperti mesin fotokopi dalam jangka waktu panjang?

Langkah Detoksifikasi Sederhana

• Hindari makanan atau minuman mengandung zat pemanis, pewarna, pengawet.
• Pilih makanan segar, jangan makanan olahan.
• Pilih makanan organik
• Batasi daging
• Gunakan pembersih rumah dari bahan alami
• Simpan makanan di piring keramik
• Banyak minum air putih
• Hindari gorengan
• Kurangi kafein
• Kurangi penggunaan televisi, telepon genggam.

Tanda Perlu Detoksifikasi

Apakah Anda mengalami hal-hal berikut ini?

Berkaitan dengan fungsi hati:
• Selulit
• Mual setelah mengonsumsi makanan berlemak
• Bertambah gemuk di perut atau kelebihan berat badan
• Depresi, perubahan suasana hati
• Alergi, asma
• Sakit kepala
• Tekanan darah tinggi
• Gangguan menstruasi/timbulnya menopause dini
• Gula darah rendah
• Sindroma kelelahan kronis
• Ketidakseimbangan hormon
• Ketidaksuburan
• Nyeri di payudara

Berkaitan dengan pencernaan:
• Lendir kekuningan di pagi hari
• Sembelit
• Kembung
• Sering buang air besar encer
• Susah buang air besar.

Sumber: Senior

Inilah Produk yang Mengandung Melamin di Indonesia!

Inilah Produk yang Mengandung Melamin di Indonesia!
Inilah produk-produk yang mengandung susu asal Cina, dan positif terdapat campuran melamin didalamnya.

Sabtu, 27 September 2008 | 13:58 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SABTU — Departemen Kesehatan mengeluarkan rilis terbaru terhadap hasil pemeriksaan produk asal China yang mengandung susu dan diindikasi tercampur melamin. Dari 19 produk impor asal China yang mengandung susu, hanya ditemukan enam produk yang terdapat di sarana distribusi/pasar di Indonesia.

Keenam produk tersebut adalah;

– Guozhen (susu bubuk full cream, dipasarkan lewat MLM)

– Oreo Wafer Stick (hanya yang buatan China. Produk buatan Indonesia aman),

– M & M’s (kembang gula, bungkus kuning dan bungkus coklat),

– Snickers (biskuit),

– White Rabbit (kembang gula, kemasan merah & hijau)

Soybean Drink with Milk (kemasan hijau dan kuning, termasuk Soyspring Instant Milk Cereal dan Soyspring Instant Peanut Milk).

Lima produk pertama, terdaftar di Badan POM. Akan tetapi, satu produk terakhir, yaitu Soybean Drink, merupakan produk impor ilegal.

Dalam jumpa pers di Gedung Departemen Kesehatan, Sabtu (27/9) siang, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari memaparkan, keseluruhan sampel produk impor asal China ditemukan positif mengandung melamin dengan kadar melamin berkisar 8,51 mg per kg (ppm) sampai 945,86 mg per kg (ppm).

“Terhadap produk yang mengandung melamin tersebut akan segera dilakukan pemusnahan,” kata Siti.

Di luar enam produk itu, ada 16 produk lain asal China yang tidak ditemukan di pasar. Produk itu adalah Jinwei Yougoo, Meiji Indoeskrim Gold Monas, Oreo Chocolate Sandwich Cookie, Dove Choc, Merry X-Mas (kembang gula), Penguin (kembang gula), Nestle Nesvita Materna (makanan ibu hamil dan menyusui) dan Nestle Milkmaid (selai susu).

Masyarakat yang menemukan produk-produk diatas di pasaran diminta melaporkan ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan telepon (021) 4263333/32199000 atau SMS ke 081511997772.

Strategi Kaum Pagan Menuju The New World Order

Strategi Kaum Pagan Menuju The New World Order

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/strategi-kaum-pagan-menuju-the-new-world-order-bag-6.htm

Kamis, 18 Sep 2008 08:19 Kini tutuplah mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika kini berbagai upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita.

Berbagai penyakit baru terus bermunculan menghinggapi manusia dan parahnya belum ditemukan obat yang paten yang mampu menyembuhkan secara total, seperti halnya virus HIV, dan juga Virus H5N1 dalam kasus Flu Burung. Kita tentu ingat, setiap kali ada korban meninggal akibat virus ini, media massa baik cetak maupun elektronik senantiasa menyebutnya sebagai ‘Suspect Flu Burung’ alias baru diduga, bukan dipastikan.

Di lain sisi, obat-obatan kimiawi yang diproduksi oleh dunia medis dan direkomendir oleh para dokter ternyata juga tidak bebas dari efek samping. Obat untuk sesuatu penyakit ternyata jika digunakan secara kontinyu akan menimbulkan penyakit lain. Penyakit utama yang diderita pun bisa jadi bertambah kuat dan sebab itu membutuhkan dosis dari obat yang sama yang lebih besar lagi agar penyakit atau virus atau kuman yang lebih kuat bisa dibasmi.

Parahnya, aneka bahan konsumsi manusia yang berasal dari alam pun ternyata dewasa ini sudah jauh dari nilai sehat. Sayuran dan buah-buahan misalnya, dalam perawatannya selalu disemprot dengan herbisida atau insektisida yang tidak aman bagi manusia. Belum lagi zat pengawet yang biasa diberikan kepada sayuran dan buah-buahan impor agar lebih tahan lama dan tidak mudah busuk, juga menambah daftar zat kimia berbahaya yang dipastikan akan ikut masuk ke dalam tubuh manusia jika dikonsumsi. Lama-kelamaan, zat-zat yang jumlahnya mungkin sangat kecil ini, bisa menjadi besar karena mengendap di dalam tubuh dan menjadi bibit penyakit.

Satu contoh, seorang perempuan yang sejak muda sering mengkonsumsi mie instan atau penganan pabrik yang mengandung Mono Sodium Glutamat (MSG) alias bahan penyedap atau penguat rasa yang lazim ditambahkan ke dalam banyak sekali penganan produk pabrik, lima sampai sepuluh tahun ke depan pasti akan tumbuh kista di dalam tubuhnya yang bisa jadi bertambah ganas menjadi tumor. Banyak sekali kasus ini di dunia dan juga di Indonesia.

Ironisnya, penggunaan MSG oleh media massa malah dipromosikan secara besar-besaran sebagai zat yang mampu mendongkrak rasa dan kenikmatan sebuah makanan, namun tidak dipaparkan secara jujur efek samping membahayakan bagi tubuh manusia. Berbagai penelitian dari dunia medis tentang bahaya MSG pun tidak disosialisasikan secara massal. Akibatnya, hanya orang-orang tertentu yang care terhadap kesehatan-lah yang berusaha sekuat tenaga menghindari penggunaan zat aditif tersebut. Sedangkan kalangan bawah yang tertutup akses informasi (karena buku atau pendidikan mahal harganya), dan kelompok ini jauh lebih besar kuantitasnya, tidak mengetahui akan bahaya tersebut dan terus-menertus mengkonsumsi penganan yang tidak sehat tersebut. Akibatnya, berbagai penyakit mereka derita dan biasanya kematian selalu menjadi akhir dari cerita mereka karena untuk berobat ke dokter pun mereka tidak memiliki cukup uang.

Satu contoh lagi tentang zat aditif. Tahukah Anda jika setiap ayam goreng yang disajikan oleh berbagai resto fasfood ternama dunia merupakan ayam yang dari telur hingga dewasa dan dipotong, masa hidupnya tidak sampai dua bulan? Ayam tersebut besar dengan cepat disebabkan suntikan hormon yang diberikan secara berkala dengan jumlah yang besar. Hormon tersebut tidaklah hilang tatkala ayam tersebut digoreng. Hormon itu tetap ada dan masuk ke dalam perut kita saat kita menyantapnya. Inilah penjelasan mengapa anak-anak remaja sekarang banyak yang menderita obesitas dan berbagai macam penyakit. Jika masih ragu, tontonlah film semi dokumenter yang cukup menghibur berjudul ‘Super Size Me’ yang disutradarai Morgan Spurlock dari AS.

Coba sekarang tutup mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika sekarang ini berbagai upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita, lewat peperangan, propaganda media massa, hegemoni ekonomi, penyakit, konflik, makanan, dan bahkan obat-obatan. Apakah ini berjalan dengan sendirinya? Tentu sangat naif jika kita mengira demikian.

Fluoride

Zat kimia ini secara umum dipersepsikan orang sebagai zat ampuh untuk memperkuat tulang gigi. Sebab itu, zat ini banyak disisipkan di dalam pasta gigi. Bahkan 66% cadangan air minum warga AS telah dicampuri zat ini secara sengaja. Benarkah fluoride berguna?

Jawaban yang ada mungkin akan mengejutkan kita semua. Fluoride telah diteliti banyak pakar kesehatan dan ternyata ditegaskan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Antara lain bisa menyebabkan kanker tulang, oestoporosis, masalah persendian, turunnya kadar testoteron dan estrogen, dan sanggup mengkorosi lapisan enamel gigi. Bahkan dikatakan jika fluoride lebih merusak gigi ketimbang garam.

Sekarang, pergilah ke toko atau super market yang ada. Carilah racun tikus. Dan lihatlah, apa bahan utama pembuat racun tikus? Yakni Sodium Fluoride. Ini adalah zat kimia ionik yang paling beracun setelah Potasium Dikromat. Saat ini, perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis air minum dalam kemasan diketahui telah memasukkan fluoride ke dalam produk air minum dalam kemasan mereka. Hal ini dilakukan tanpa membubuhkan keterangan sedikit pun dalam label kemasannya.

Dunia medis juga telah mengetahui jika fluoride juga digunakan sebagai obat anti depresan, yang menghilangkan agresifitas dan motivasi manusia, termasuk menurunkan hasrat untuk berkembang-biak. “Fluoride memang tidak memiliki faktor yang menguntungkan secara biologis, ” tegas Dr. Rima Laibaow dari Natural Solutions Foundation.

Ekstrak Meniran Bantu Penderita AIDS

Ekstrak Meniran Bantu Penderita AIDS
Kamis, 21 Agustus 2008 | 17:23 WIB

PARA penderita HIV/AIDS kini mendapat sebuah harapan baru dalam meningkatkan kesembuhan. Berdasarkan hasil temuan awal dari Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, peluang penderita HIV/AIDS untuk sembuh semakin meningkat dengan mengombinasikan pengobatan antiretroviral dengan terapi adjuvant menggunakan ektrak meniran atau phylanthus.

Seperti diungkap DR.Drs.Suprapto Ma’at, Apt, MS, di Jakarta, Kamis (21/8), ektrak meniran berpotensi meningkatkan harapan kesembuhan para penderita HIV/AIDS karena terbukti dapat meningkatkan kadar salah satu jenis sel pertahanan tubuh Limfosit T – terutama sel T helper (sel Th).

“Ekstrak meniran untuk penderita HIV AIDS bersifat sebagai adjuvant, terutama untuk meningkatkan T-helpernya. Saya akan rencanakan untuk menelitinya lebih lanjut dan sangat yakin hasilnya akan baik,” ungkap  DR. Suprapto dalam diskusi Kolaborasi Jangka Panjang Penelitian dan Industri Farmasi yang digagas PT. Dexa-Medica .

Ektrak menir, jelas Suprapto, pada prinsipnya dapat digunakan sebagai terapi adjuvant pada pengobatan infeksi yang membandel seperti infeksi virus, infeksi jamur, infeksi bakteri, intraseluler dan penyakit infeksi kronis lainnya.

“Adjuvant artinya membantu dalam menanggulangi suatu infeksi. Selain diberikan obat standar,  ditambah dengan stimulan.  Dengan terapi adjuvant, proses penyembuhan penyakit bisa lebih cepat dan yang lebih penting adalah menghilangkan proses kekambuhan,” papar peneliti yang baru mendapat penghargaan BJ Habibie Technology Award 2008 atas riset aplikatifnya tentang tanaman Meniran untuk Stimuno itu.

Kasus unik
Keyakinan DR.Suprapto akan prospek cerah esktrak meniran bagi pengobatan AIDS makin bulat setelah ia menemukan kasus peningkatan sel Th secara signifikan pada seorang pasien di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya belum lama ini.

“Beberapa bulan lalu, ada seorang pasien asal Denpasar yang juga anak seorang dokter kandungan. Sakit yang dialami pasien ini awalnya belum diketahui penyebabnya, namun tiga bulan terakhir suhu tubuhnya tak pernah di bawah 39 derajat celcius,” ungkapnya.

Pasien ini, lanjut DR Suprapto, sempat dicurigai menderita enfeksi malaria dan TBC, tetapi upaya pengobatan tak kunjung membuahan hasil. Tim dokter yang terdiri dari beberapa ahli akhirnya menyimpulkan bahwa pasien ini mengalami masalah kekebalan tubuh, sehingga harus diperiksa kadar limfositnya – terutama sel Th (T-helper atau CD4+).

Sel Th ini berfungsi mengaktifkan dan mengatur sel-sel lainnya pada sistem kekebalan (misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T sitotoksik) yang semuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.

Hasil pemeriksaan T-helper ternyata menunjukkan bahwa kadarnya sangat rendah yakni 52, yang bisa dikategorikan pasien sudah mengidap AIDS stadium lanjut. Dokter lalu memberikan ekstrak manira dengan penambahan dosis secara bertahap setiap bulan dan ternyata jumlah sel Th terus meningkat sebelum akhirnya kembali normal memasuki bulan ketiga.

“Dengan kasus ini, ada rencana untuk melakukan penelitian penggunaan ekstrak meniran di antara pasien HIV/AIDS, terutama AIDS,” ujarnya

DR Suprapto juga telah meminta kepada RSUD Dr Soetomo untuk membantu pasien HIV/AIDS tidak mampu dengan memberikan ekstrak filantus sebagai terapi adjuvant bersama obat atretroviral.
“Saya yakin ekstrak menir nanti akan dapat membantu, bukan mengobati, penyembuhan HIV/AIDS. Atau paling tidak memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang umur penderita,” tegasnya.

Obat Tradisional Pengusir Demam Anak

Obat Tradisional Pengusir Demam Anak
Kamis, 21 Agustus 2008 | 09:30 WIB

Sebagai langkah pertolongan pertama, obat tradisional dapat diandalkan untuk mengatasi demam.

BANYAK orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat  memberikan obat-obatan tradisional.

Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.

Tiga Jenis Demam

Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).

2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).

3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.

Aneka Obat Tradisional Penurun Panas

Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)

1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)

Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.

2. Kunyit (Curcuma longa)

Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.

Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.

4. Pegagan (Centella asiatica L.)

Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.

Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)

Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.

Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.

6. Bawang merah (Allium cepa L.)

Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)

Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

9. Air kelapa muda

Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.

Dosis Aman untuk Anak

Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

Usia Dosis

Bayi                       1/8 dosis dewasa

2­-5 tahun              1/4 dosis dewasa

6­-9 tahun              1/3 dosis dewasa

10-13 tahun           1/2 dosis dewasa

14-16 tahun          3/4 dosis dewasa

Penulis: Utami Sri Rahayu

Konsultan Ahli: dr Adji Suranto, SpA dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT DKI Jaya)

MPOWER dan Rokok

IPTEK
MPOWER dan Rokok
Rabu, 3 September 2008 | 03:00 WIB

IRWAN JULIANTO

Tanggal 12 Mei 1994, sebuah paket berisi 4.000 halaman dokumen internal rahasia industri rokok tiba di kantor Prof Stanton Glantz di Institut Pengkajian Kebijakan Kesehatan Departemen Kedokteran Universitas California, San Francisco. Pengirimnya anonim.

Dokumen yang dikirim itu ternyata amat mengejutkan karena membeberkan aktivitas dan kebohongan publik perusahaan rokok Brown & Williamson, anak perusahaan British American Tobacco (BAT). Tahun 1996, Prof Glantz dan timnya memublikasikan buku The Cigarette Papers, yang menawarkan intipan lewat lubang kunci bagaimana industri rokok bekerja. Buku ini tidak hanya mengubah secara mendasar persepsi masyarakat Amerika Serikat tentang industri rokok dan bagaimana mengubah kebijakan publik untuk meregulasi dan melitigasi industri rokok.

Pada dekade 1980-an industri rokok sudah terpojok ketika Surgeon General dijabat C Everett Koop pada 1981-1989, yang dengan laporannya Nicotine Addiction (1988) menyatakan nikotin adalah bahan aktif yang menimbulkan kecanduan mirip heroin dan kokain. Koop makin membuat industri rokok kelabakan dengan tudingan ”perokok pasif” yang disebabkan asap lingkungan tembakau (environmental tobacco smoke/ETS) terancam kanker paru.

Menurut Koop dalam pengantar buku The Cigarette Papers, buku itu memastikan bahwa para ilmuwan dan eksekutif perusahaan rokok B&W dan BAT sejak awal 1960-an sudah tahu sifat dan efek biologis nikotin, bahkan mengeksploitasinya untuk membuat para perokok makin kecanduan. ”Buku ini adalah senjata vital untuk perang melawan rokok,” tulisnya.

Indonesia patut malu

Bagai gelindingan bola salju, dokumen-dokumen rahasia B&W dan enam perusahaan rokok AS lainnya tahun 1998 diperintahkan oleh pengadilan untuk diungkapkan kepada umum. Demikian Mardiyah Chamim, wartawati Tempo dalam buku Kemunafikan dan Mitos di Balik Kedigdayaan-Penelusuran Dokumen Industri Rokok (2007). Di antaranya terdapat memo internal PT BAT Indonesia tentang upaya melobi pejabat, legislator, ilmuwan, hingga wartawan.

Acara ”Media Briefing on Smoking Issues” bulan September 1992 di Nusa Dua, Bali, yang dihadiri wartawan Asia Pasifik adalah salah satu contoh kegiatan untuk menyatakan bahwa rokok tidak seberbahaya yang digembar-gemborkan media AS. Liputan Kompas (13/9/1992) berjudul ”Industri Rokok Mulai Lancarkan Kampanye Tandingan” dipelintir dengan terjemahan ”Cigarette Industries Begin to Launch Equal Campaign” dilaporkan dalam salah satu memo laporan Humas BAT Indonesia kepada markas besarnya. Jika tak hati-hati membaca dokumen semacam ini, bisa ditafsirkan bahwa semua wartawan sudah ”terbeli” oleh industri rokok.

Liputan Kompas (31/8) tentang kehidupan petani tembakau di Temanggung yang mempersoalkan upaya Komnas Perlindungan Anak meminta MUI mengeluarkan fatwa haram bagi rokok juga telah disalahpahami sebagai tidak mendukung kampanye antirokok. Seorang guru besar ilmu politik yang belakangan menjadi aktivis antirokok mengirimkan >small 2<sms>small 0< ke mana- mana karena liputan Kompas itu.

Ada lagi beberapa LSM, termasuk YLKI, yang melakukan litigasi kepada Presiden dan DPR yang hingga kini belum menandatangani dan meratifikasi Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC), padahal 168 negara lain sudah melakukannya. FCTC yang disepakati dalam Dewan Kesehatan Dunia (WHA) tahun 2003 merupakan traktat internasional pengendalian tembakau.

Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Menkes Achmad Sujudi berkali-kali mengusulkan agar Indonesia mendukung FCTC, tetapi ditentang oleh menteri-menteri yang membidangi pertanian, tenaga kerja, industri, dan keuangan. Tak jelas bagaimana upaya Menkes Siti Fadilah Supari empat tahun terakhir, tetapi yang jelas Indonesia patut malu karena dinilai dunia tidak serius mengendalikan rokok sehingga posisinya sejajar dengan negara-negara gurem, seperti Andorra, Eritrea, dan Guinea Bissau.

Padahal, Dirjen WHO Margaret Chan dalam buku WHO Report on the Global Tobacco Epidemic, 2008 mengingatkan, pada abad ke-20, epidemi tembakau telah membunuh 100 juta penduduk dunia dan pada abad ke-21 ini jika tak ada upaya serius dapat membunuh 1 miliar orang! Tahun ini diperkirakan ada 5,4 juta kematian akibat rokok, lebih banyak dibandingkan gabungan kematian akibat TBC, HIV/AIDS, dan malaria. Menurut Suwarta Kosen (2007), biaya kesehatan akibat rokok yang dikeluarkan Indonesia pada tahun 2006 sebesar 18,1 miliar dollar AS atau sekitar 5,1 kali pendapatan negara dari cukai tembakau pada tahun yang sama.

Sayang sekali, kegiatan kampanye antirokok di Indonesia berjalan sendiri-sendiri dan tidak terkoordinasi/bersinergi. Seyogianya pemerintah dan masyarakat menggunakan strategi pengendalian dampak tembakau yang dilancarkan WHO tahun ini, yaitu enam kebijakan disingkat MPOWER: (M)onitor penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahannya; (P)erlindungan terhadap asap rokok; (O)ptimalkan dukungan untuk berhenti merokok; (W)aspadakan masyarakat akan bahaya tembakau; (E)liminasi iklan, promosi dan sponsor rokok; (R)aih kenaikan cukai rokok.

Pengendalian epidemi akibat merokok memang tak cukup hanya dengan upaya mengharamkan rokok yang malah kontroversial dan tak produktif. Iklan rokok harus ditandingi dengan iklan layanan masyarakat dan ”gerilya media” yang cerdas dengan biaya murah, yang terbukti efektif, seperti dilakukan Tony Schwartz di AS. Juga tak cukup dengan desakan kenaikan cukai rokok atau perda larangan merokok di tempat umum, yang di Jakarta ternyata cuma jadi ”macan kertas”.

45 Mitos dan Fakta Seputar ASI

45 Mitos dan Fakta Seputar ASI
Sabtu, 9 Agustus 2008 | 17:51 WIB

JAKARTA, SABTU – Kekhawatiran bahwa menyusui akan menyebabkan payudara kendur, hanyalah sebuah mitos yang tak terbukti kebenarannya. Presenter Sophie Navita, yang menyusui kedua anaknya mengatakan, mitos tersebut tidak benar. Payudara kendur, kata Sophie, karena kehamilan yang menyebabkan perubahan hormon.

“Payudara memble, itu karena hamil dan perubahan hormon bukan karena menyusui. Kalau nggak mau memble, ya jangan hamil,” ujar Sophie dalam Obrolan Santai “Kembali ke ASI, Sebuah Pilihan Bijak”, di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8) sore.

Dalam sebuah buku panduan yang diperbanyak oleh World Vision Indonesia, disebutkan 45 mitos dan fakta tentang ASI. Ingin tahu? Inilah mitos (M) dan fakta (F) tersebut

*M : Menyusui menyebabkan payudara kendur. F : Payudara kendur disebabkan oleh bertambahnya usia dan kehamilan.
*M : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu. F : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.
*M : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui. F : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting.
*M : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi. F : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.
*M : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi. F : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh. F : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh. F : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja. F : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
*M : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi. F : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.
*M : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi. F : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.
*M : Pisang dapat membersihkan usus bayi. F : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.
*M : Susu formula sama baiknya dengan ASI. F : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.
*M : Susu formula membuat bayi lebih sehat. F : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.
*M : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI. F : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.
*M : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi. F : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.
*M : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu. F : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.
*M : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar. F : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.
*M : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang. F : Bayi menangis belum tentu lapar.
*M : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI. F : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran. F : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI. F : Ketika sakita, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.
*M : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya. F : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.
*M : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring. F : Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.
*M : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui. F : Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.
*M : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan. F : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga. F : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi. F : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.
*M : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri. F : Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.
*M : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan. F : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.
*M : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya. F : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.
*M : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir. F : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.
*M : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis. F : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.
*M : Bayi menangis, pasti karena lapar. F : Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.
*M : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain. F : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar.
*M : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih. F : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.
*M : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong. F : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.
*M : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri. F : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.
*M : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
*M : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan IMD.
*M : Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir. F : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.
*M : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir. F : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.
*M : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar. F : Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.
*M : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI. F : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.(ING)

ASI Bikin Anak Cerdas, Kok Bisa?

ASI Bikin Anak Cerdas, Kok Bisa?
Senin, 12 Mei 2008 | 17:04 WIB

INGIN memiliki anak Anda yang cerdas? Berikanlah Air Susu Ibu (ASI) sejak lahir kepada bayi Anda karena dalam ASI terkandung sejenis nutrisi penting yang berfungsi untuk belajar dan mengingat lebih baik yang disebut Gangliosida.

Gangliosida merupakan salah satu komponen dari membran sel manusia, terutama membran sel saraf dan otak. Untuk mendapat asupan nutrisi gangliosida optimal, bayi memang sebaiknya mendapat gangliosida dari ASI. Dalam ASI, ada dua jenis gangliosida yaitu, GD3 (disialogangliosides 3) dan GM3 (monosialogangliosides 3).

Gangliosida banyak terdapat pada air susu ibu pada enam minggu pertama masa menyusui. Pada awal menyusui, ASI yang memancar didominasi GD3. Begitu proses menyusui hampir usai, GM3 mendominasi. “Kadar GD3 pada ASI adalah 2-8 mcg/ml. Sedangkan GM3 mencapai 2-14 mcg/ml.

“Karena itu, ibu yang baru melahirkan dianjurkan memberikan ASI kepada bayinya,” ungkap Ines Gulardi MSC dari PT Fonterra Brands Indonesia pada acara media edukasi bertema Peranan Nutrisi Gangliosida (GA) guna mengoptimalkan hubungan antar-sel otak pada bayi dan Balita di Denpasar, Senin.

Didampingi dr I Gusti Ayu Trisna Windiani SPA dari bagian Tumbuh Kembang Anak RSUP Sanglah Denpasar, ia mengatakan, ASI membantu pembentukan hubungan antar-sel otak, membantu kemampuan belajar dan menyimpan memori.

Ia menambahkan, selain GA, tumbuh kembangnya bayi juga dipengaruhi oleh stimulan yang diterima. Oleh sebab itu, orangtua diharapkan dapat menstimulasi anak dengan kasih sayang, berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Gangliosida yang terdapat dalam ASI itu juga terkandung dalam susu sapi dan sumber makanan lainnya yang bisa dikonsumsi manusia secara aman.

Namun begitu, ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. Selain alami, kualitas dan kandungan nutrisinya  tidak tertandingi oleh susu formula terutama bagi pertumbuhan bayi secara maksimal.  Untuk itu, jika seorang ibu tidak dapat menyusui bayinya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan, ujar Ines Gulardi.

Peminum ASI Kolesterolnya Lebih Baik

Peminum ASI Kolesterolnya Lebih Baik
Selasa, 12 Agustus 2008 | 16:03 WIB

MEMBERIKAN air susu ibu (ASI) sebagai makanan utama adalah keputusan terbaik untuk bayi di awal masa pertumbuhannya. Selain membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, ASI akan membuat anak tumbuh lebih cerdas dan sehat. Tepatnya, ASI akan menormalkan kolesterol.

Di antara sekian banyak manfaatnya bagi bayi, sebuah penelitian terbaru di AS mengindikasikan bahwa ASI dapat mempengaruhi pembentukan sistem metabolisme lemak dalam darah. Seperti dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition, pemberian ASI semasa bayi akan membuat seseorang tumbuh lebih sehat saat karena kadar kolesterolnya cenderung lebih baik saat mencapai usia dewasa.

Kesimpulan ini merupakan hasil analsis dan kajian data 17 riset melibatkan 17 ribu partisipan yang memperoleh ASI maupun susu formula. Kajian riset ini, kata peneliti, pada intinya memberi rekomendasi bahwa paparan terhadap ASI secara dini berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa.

“Oleh karena ada bukti substansial bahwa ASI menyediakan manfaat dan proteksi kesehatan  jangka panjang, pemberian ASI sebaiknya diutamakan apabila memungkinkan,” ungkap para peneliti seperti dikutip WebMD.

Dari hasil analisis terungkap,  para partisipan dari tujuh penelitian yang mendapat ASI secara ekslusif tercatat memiliki kadar kolesterol yang sedikit lebih rendah pada masa dewasa dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan susu formula.

Dalam tinjauan penelitian sebelumnya, para ahli juga menemukan bahwa kadar kolesterol darah  tercatat lebih tinggi pada bayi-bayi yang diberikan ASI ketimbang bayi yang mendaparkan susu formula. Ketika menginjak usia kanak-kanak,  kadar kolesterol pada kedua kelompok ini tidak menunjukkan perbedaan.

“Penemuan ini membawa kami pada sebuah hipotesa bahwa paparan sejak dini terhadap ASI yang mengandung kolesterol tinggi mungkin dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol jangka panjang ,” kata peneliti.

Kajian riset ini didasarkan atas data-data dari 17 studi observasi yang mencatat apakah partisipan mendapatkan ASI atau susu formula dan juga menjalani pengukuran kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa. Data diambil dari sekitar  17.000 partisipan — 12.890 di antaranya mendapat ASI dan  4.608 lainnya meminum susus formula. Penelitian juga memperhitungkan faktor lain seperti status sosial ekonomi,  indeks masa tubuh, usia dan kebiasaan merokok.

Alasan mengapa pemberian ASI menyebabkan rendahnya kadar kolesterol saat dewasa, kata para ahli, adalah tingginya kandungan kolesterol dalam ASI  kemungkinan dapat memicu perubahan fisiologis yang mempengaruhi sintesis kolesterol. Namun begitu, peneliti juga menekankan bahwa  faktor lain seperti perbedaan gaya hidup antara orang dewasa yang semasa kecilnya mendapat ASI atau susu formula, mungkin juga berperan.

MUI Siapkan Fatwa Haram untuk Rokok

MUI Siapkan Fatwa Haram untuk Rokok
Selasa, 12 Agustus 2008 | 13:08 WIB

JAKARTA, SELASA — Jika Anda memiliki kebiasaan merokok, ada baiknya Anda mulai mengurangi dan perlahan-lahan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Selain dipastikan mengganggu kesehatan, saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah membahas kemungkinan dikeluarkannya fatwa haram atas lintingan tembakau tersebut.

“Akhir tahun ini kita akan membahas dengan sejumlah ulama, dan fatwa akan diberlakukan secara nasional jika dalam rapat tersebut menyetujui fatwa haram,” kata Ketua Umum MUI Amidhan di kantor MUI, Jakarta, Selasa (12/8) siang.

Amidhan menjelaskan, fatwa haram ini sesungguhnya bukan lagi hal baru di MUI. Pada bulan Juli lalu, ada rapat koordinasi daerah wilayah Sumatera yang telah menetapkan fatwa haram bagi rokok. Namun, menurutnya, ketetapan itu masih akan dibicarakan dengan sejumlah ulama dalam rapat ijtima. Sebelum ini, lanjut Amidhan, MUI Pusat telah menentukan fatwa makruh pada rokok, lima tahun yang lalu.

Sementara itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak dan Ikatan Ahli Kesehatan pun mendesak MUI agar segera menetapkan fatwa haram bagi rokok. Untuk itu, hari ini Komnas Perlindungan Anak dan ikatan ahli kesehatan mendatangi kantor MUI untuk membicarakan hal tersebut.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi berharap, dengan ditetapkannya fatwa haram bagi rokok akan menekan angka perokok di kalangan anak. “Ini akan membentuk paradigma baru tentang bahaya merokok. Yang penting, pemerintah juga harus ikut tanggap dalam upaya ini,” kata Seto.

Masih Banyak Anak Terancam Rokok

Masih Banyak Anak Terancam Rokok
Selasa, 12 Agustus 2008 | 20:30 WIB

JAKARTA, SELASA – Industri rokok di Indonesia kini makin menjerat anak-anak dan remaja melalui berbagai strategi marketing seperti iklan, promosi, sponsorship, point of sales hingga Corporate Social Responsibility yang mereka lakukan.

Komisi Nasional Perlindungan Anak menyatakan bahwa iklan, promosi dan sponsorship rokok mengancam hak hidup anak. Oleh karena itu iklan, promosi dan sponsorship rokok harus dilarang, kata Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi saat audiensi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa (12/8).

Komnas Perlindungan Anak diterima oleh Ketua MUI H. Amidhan, H.Nazri Adlani (Ketua), KH. Khalil Ridwan, Dr. Yunahar Ilyas, Prof. Amir Syarifuddin, Prof. Dr. Hj. khuzaerah, Dr. Anuar Abbas (Sekretaris), Dra. Hj. Wedya Safitri (Sekretaris).

Selain itu, Komnas Perlindungan Anak juga mendorong peran serta masyarakat, dalam hal ini MUI untuk segera mengeluarkan fatwa MUI yang menyatakan jika tembakau atau rokok adalah haram untuk melindungi anak-anak Indonesia dari dampak yang lebih buruk lagi.

Industri rokok mengeluarkan dana hampir Rp 1,6 trilyun untuk menjual rokok produksi mereka lewat iklan, promosi dan sponsorship. Ini tidak sebanding dengan pengeluaran negara untuk memberi layanan kesehatan bagi masyarakat akibat merokok melalui program Askeskin yakni Rp 167 trilyun pada tahun 2005.

Berdasarkan hasil pantauan Komnas Perlindungan Anak, iklan yang disponsori perusahaan rokok telah berada dimana-mana. Iklan itu masuk pada wilayah-wilayah perlintasan yang dilalui oleh anak-anak.

Hal ini terpapar dalam hasil penelitian Keterpajanan remaja terhadap iklan dan kegiatan yang disponsori industri rokok , meliputi 99,7 persen remaja melihat iklan rokok di televisi, 87,7 persen remaja melihat iklan rokok di media luar rua ng, 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di koran dan majalah, 81 persen remaja pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok.

Menanggapi hal itu, MUI meminta komnas Perlindungan Anak untuk membuat MoU (kesepahaman) antara MUI dan Komnas Anak yang mengatur tentang perlunya tindakan perlindungan bagi anak dari bahaya tembakau atau rokok.

Berdasarkan kesepahaman tersebut, MUI akan membahas urgensi adanya Fatwa MUI yang menyatakan jika tembakau/rokok adalah haram dalam Ijtima’ (Kongres Nasional MUI) yang direncanakan akan dilangsungkan pada akhir tahun ini.

MUI mendorong dan mendukung lembaga-lembaga terkait lainnya agar bisa melakukan hal serupa sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap upaya perlindungan anak (khususnya perlindungan anak dari bahaya dampak tembakau/rokok).

Mari Dukung Ibu Memberi ASI!

Mari Dukung Ibu Memberi ASI!

Selasa, 5 Agustus 2008 | 19:18 WIB

KANDUNGAN air susu ibu (ASI) ternyata memberi manfaat yang sangat besar bagi bayi bila kita memberikan ASI kepada mereka. Sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari bahwa menyusui adalah salah satu hak bayi di awal kehidupannya. Oleh karena itu, sosialisasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan perlu ditingkatkan.

“Meski berbagai kalangan meyakini menyusui merupakan naluri, namun kenyataannya menyusui adalah keterampilan yang harus dipelajari dan dipahami para ibu, juga praktisi kesehatan termasuk bidan, dokter spesialis anak, dokter kebidanan dan tenaga medis lain,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Badriul Hegar, dalam seminar Bedah ASI, Selasa (5/8), di Jakarta.

Terkait hal itu, IDAI terus mengupayakan sosialisasi ASI kepada anggotanya dan masyarakat dengan berbagai strategi antara lain meningkatkan ilmu pengetahuan tentang ASI, meningkatkan keterampilan dengan memberi pelatihan manajemen laktasi bagi petugas kesehatan dan masyarakat di sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta. Strategi lain adalah menginformasikan tentang ASI melalui media cetak dan elektronik.

Komitmen IDAI adalah terus mengupayakan setiap bayi mendapat haknya di awal kehidupan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap orang tua akan mempunyai perasaan lebih berarti bila mereka dapat memberi yang terbaik untuk anaknya, kata Badriul. Pihaknya berharap, upaya ini akan memberi dukungan para orang tua untuk mendapat emas seperti yang didengungkan pada Pekan ASI Sedunia tahun 2008.

Mendapatkan ASI merupakan hak asasi bayi yang dapat dipenuhi bila para ibu mendapat perlindungan dan bantuan menyeluruh tentang informasi manfaat pemberian ASI. Sejak awal kelahiran, bayi hanya diberi ASI dan disusui sesering mungkin tanpa dibatasi. Bayi bisa mengukur sendiri kemampuan dan kebutuhan cairan yang diperlukan. “Kita hanya perlu meluangkan waktu dan memberi kesempatan padanya untuk mendapat yang terbaik yang dia butuhkan,” ujarnya.

ASI mengandung nilai nutrisi yang secara kuantitas seimbang serta secara kualitas sangat unggul. Komposisi nutrien atau zat gizi yang terkandung di dalam ASI sangat tepat dan ideal untuk tumbuh kembang anak. Di samping itu, komposisi ASI juga menyebabkan bayi dan anak yang mengonsumsi terjaga kesehatannya.

ASI bukan merupakan tempat penularan dari sebagian besar infeksi pada ibu. Oleh karena itu, menyusui merupakan tindakan terbaik bagi ibu dan bayi. Pada sebagian besar kasus ibu menyusui dengan tersangka infeksi, menghentikan menyusui hanya akan mengurangi masukan nutrisi dan manfaat kekebalan dari ASI, kata Badriul menambahkan.

Kecerdasan anak ditentukan oleh interaksi sejumlah faktor. Salah satu faktor penting penentu kecerdasan adalah nutrisi, terutama pemberian ASI sejak lahir untuk waktu cukup lama atau eksklusif enam bulan. ASI juga dapat memenuhi semua kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang. ASI sebagai makanan bayi paling ideal dan tidak dapat digantikan oleh susu formula sudah tidak dapat disangkal lagi, ujarnya.

Badriul menambahkan, keberhasilan pemberian ASI eksklusif enam bulan dapat diwujudkan dengan motivasi kuat, pengetahuan dasar tentang menyusui, usaha yang terus-menerus, dan dukungan fasilitas persalinan sayang bayi. Pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan harus pula selalu ditingkatkan agar dapat berperan aktif dalam mengatasi kendala yang mungkin timbul selama proses menyusui.

Memberi Madu untuk Si Kecil?

Memberi Madu untuk Si Kecil?
Sabtu, 9 Agustus 2008 | 12:17 WIB

Madu memiliki banyak manfaat karena mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Sebenarnya boleh-boleh saja memberikan madu untuk si kecil, tapi madu untuk bayi dan balita hanya yang refined dan purified with no additive (sudah dibersihkan dan dimurnikan).

Menurut penjelasan dr.Adi Tagor Sp.A dari RS Pondok Indah Jakarta, madu asli dikhawatirkan mengandung bibit penyakit. “Jadi, tak boleh madu asli yang masih ada lilin-lilin atau sarang tawonnya, karena ditakutkan ada bahaya mikrobiologinya, yaitu spora dari clostridium botulinum tadi.” Terlebih buat bayi, “selain harus madu yang steril, juga jangan madu palsu karena bisa menimbulkan berbagai reaksi.”

Madu yang asli, terang dr.Adi Tagor jika menyentuh protein mentah seperti telur, maka telurnya jadi matang, tapi matangnya denaturasi (pematangan secara kimia). “Jadi, kumannya tak mati.”

Itu sebab, Adi Tagor sama sekali tak membenarkan pemberian madu dengan telur mentah untuk bayi dan anak. Dikhawatirkan ada kuman salmonella yang masuk lewat pori-pori telur. “Telur setengah matang itu, kan, kumannya enggak mati. Padahal, kuman ini bisa menyebabkan penyakit tifus atau paratifus. Bayi dan balita paling rentan untuk terkena, apalagi bayi yang belum boleh mendapat imunisasi tifus.”

Jadi, sarannya, paling tidak telurnya harus tiga perempat matang. “Jika untuk orang dewasa telurnya dimasak 5 menit, maka untuk anak harus 9 menit. Namun lebih bagus lagi jika sampai matang karena lebih aman.”

Susu Sapi, Ya Buat Anak Sapi!

Susu Sapi, Ya Buat Anak Sapi!
Sabtu, 7 Juni 2008 | 10:53 WIB

DOKTER Anak dr. Attila Dewanti, Sp.A mengingatkan para ibu akan pentingnya Air Susu Ibu (ASI). Apalagi, ditengah kondisi lingkungan yang semakin tak bersahabat dengan kesehatan, ASI akan memberikan kekebalan pada tubuh anak. Manfaatnya, anak tidak akan rentan terhadap berbagai macam penyakit, kata dr. Attila, jangan buru-buru memutuskan memberikan susu sapi pada anak Anda.

“Anak kita anak manusia kan, Bu? Ya kalau anak manusia, dikasihnya ya susu yang juga berasal dari manusia, yaitu ASI. Kalau susu sapi, ya buat anak sapi. Betul kan? Tidak ada yang lebih baik dari ASI, walaupun anak kita diberikan susu formula yang paling mahal sekalipun,” terang Attila dihadapan puluhan ibu, dalam seminar Pengaruh Global Warming Terhadap Kesehatan Anak, di Jakarta, Sabtu (7/6).

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran UI itu kemudian memaparkan, ASI ekslusif harus diberikan bagi bayi selama 6 bulan pertama tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, ataupun air putih. “Juga tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Setelah 6 bulan, baru mulai diberikan makanan pendamping ASI,” lanjut dia.

Perbedaan susu pada ASI dan susu sapi, terletak pada kadar kandungan lemak, protein dan laktosanya. Kandungan ketiganya, lebih besar terkandung pada ASI dan akan mendukung ketahanan tubuh anak terhadap penyakit. Termasuk, akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Keuntungan psikologis pemberian ASI pada anak, akan menimbulkan ikatan emosional (emotional binding) antara ibu dan anak.

“Hubungan ibu dan bayi lebih erat dan penuh kasih sayang, ibu merasa lebih bahagia, bayi lebih jarang menangis, ibu berperilaku lebih peka dan lebih jarang menyiksa bayi. Untuk perkembangannya, anak akan menunjukkan uji kepintaran yang lebih baik,” ujar Attila lagi.

Saranpun disampaikan Attila, untuk melindungi kesehatan dan menjaga tumbuh kembang anak secara baik di lingkungan yang semakin rentan penyakit. Diantaranya, seperti telah dipaparkannya yaitu pemberian ASI eksklusif, memberikan makanan dengan gizi seimbang dan imunisasi yang lengkap sejak baru lahir hingga dewasa.

“Pesan saya, kenali perubahan pada lingkungan kita. Karena selain genetik dan nutrisi, lingkungan juga akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak,” kata Attila. (ING)

Susu Kedelai Bukan Solusi Bayi Alergi Susu Sapi

http://surabaya.detik.com/read/2008/07/07/182727/968279/466/susu-kedelai-bukan-solusi-bayi-alergi-susu-sapi

Senin, 07/07/2008 18:27 WIB
Susu Kedelai Bukan Solusi Bayi Alergi Susu Sapi
Imam Wahyudiyanta – detikSurabaya


Surabaya – Banyak orang berpikir bahwa susu soya (kedelai) adalah jalan terakhir bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, sebab bisa saja sang bayi mengalami alergi karena bayi tidak mendapat Air Susu Ibu (ASI) sebelumnya.

“Bayi yang mendapat ASI eksklusif memiliki risiko lebih kecil untuk mengalami alergi,” ujar dokter spesialis anak, Dr Carlos H Lifschitz MD dalam press conference ‘The Hidden Faces of Cow’s Milk Allergy’ di Ambrosia Hall, Resto Nine Jalan Mayjen Sungkono, Senin (7/7/2008).

Dengan ASI yang jelas-jelas memiliki segala kelebihan daripada susu formula, kata Carlos, bayi bisa mendapatkan sumber nutrisi terbaik. Dan dengan nutrisi terbaik, sistem imun bayi bisa berkembang dengan lebih baik. Namun, sayangnya tidak semua bayi beruntung mendapat cukup asupan ASI sehingga sang ibu beralih ke susu sapi formula.

Sayangnya tidak semua tubuh bayi tahan dengan susu sapi. Bayi kadangkala alergi terhadap susu sapi yang ditandai dengan muntah, gatal-gatal, sakit perut, kembung, diare, konstipasi dan lain-lain setelah minum susu sapi. Carlos sendiri tidak menyarankan penggunaan susu soya dalam penanganan alergi susu sapi.

“Formula protein soya sebaiknya tidak diberikan kepada bayi yang mengalami alergi di bawah umur 6 bulan,” tambah Carlos.

Carlos sendiri menyarankan untuk menggunakan formula terhidrolisa sebagian (partially hydrolized) dan terhidrolisa penuh (extensively hydrolized) daripada pemberian susu soya. Formula tersebut merupakan formula yang mana proteinnya sudah terpotong-potong menjadi lebih pendek sehingga meminimalkan untuk terjadinya alergi.

“Yang menyebabkan alergi adalah protein di dalam susu sapi,” tutur dokter lulusan University of Buenos Aires, Argentina itu.

Carlos sendiri menjelaskan bahwa alergi susu sapi merupakan suatu keadaan yang mana sistem kekebalan tubuh seorang bayi bereaksi terhadap protein dalam susu sapi dengan menampakkan gejala-gejala tertentu.

Sistem kekebalan penderita alergi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi. Sehingga timbul berbagai gejala reaksi alergi yang umumnya menyerang 3 organ tubuh yakni, kulit, saluran cerna dan saluran napas.

Orang tua dengan anaknya yang menderita alergi susu sapi perlu memonitor menu diet anak untuk memastikan tidak ada kandungan susu sapi di dalam menu sang anak, terutama bila sang anak menderita reaksi anafilaksis (anaphylactic) yakni, serangan alergi yang bersifat mendadak dan membahayakan jiwa.

Berdasarkan data dari Vandenplas Y et al Arch Dis Child 2007 92:902-908, alergi susu sapi merupakan bentuk alergi makanan yang paling sering ditemukan pada anak berusia kurang dari 2 tahun. Diperkirakan 27,5% anak pada kelompok umur ini mengalami alergi protein susu sapi.(iwd/fat)

80% Imunitas Balita Ada di Dalam Pencernaan

http://surabaya.detik.com/read/2008/08/01/143338/981377/466/80-imunitas-balita-ada-di-dalam-pencernaan

Jumat, 01/08/2008 14:33 WIB
80% Imunitas Balita Ada di Dalam Pencernaan
Imam Wahyudiyanta – detikSurabaya


detiksurabaya/Imam W

Surabaya – Tidak seperti orang dewasa, seorang balita sangat mudah atau rentan terhadap serangan penyakit. Hal tersebut dikarenakan sistem daya tahan tubuh balita yang memang belum berkembang sepenuhnya seperti sistem daya tahan tubuh orang dewasa.

Komponen pertahanan tubuh atau yang disebut dengan imunitas pada balita sendiri lebih banyak ditentukan oleh faktor dari dalam tubuhnya yakni, di dalam sistem pencernaan. Dan memang 80% komponen imunitas balita berada di dalam sistem pencernaan.

“Saluran cerna yang sehat adalah awal imunitas yang kuat pada balita,” ujar Group Brand Manager Nutrilon, Frinzy Zulkarnain, dalam jumpa pers ‘Protection From the Inside’ di Hotel Sheraton, Jumat (1/8/2008).

Frinzy menambahkan bahwa salah satu solusi untuk meningkatkan imunitas pada balita adalah dengan memberikan nutrisi yang tepat bagi kesehatan saluran cerna. Dan salah satu faktor kunci kesehatan saluran cerna adalah adanya dominasi bakteri baik dibandingkan dengan bakteri patogen.

Pertumbuhan bakteri baik, kata Frinzy, dapat ditingkatkan dengan asupan prebiotik yang merupakan makanan bagi bakteri baik. Prebiotik sendiri salah satunya bisa diperoleh dari susu yang dijual di pasaran.

Frinzy lebih lanjut mengatakan, setidaknya ada 6 manfaat prebiotik bila dikonsumsi oleh balita. Manfaat itu adalah meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran cerna, mengurangi pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran cerna, menguatkan dinding saluran cerna.

Selain itu prebiotik juga dapat meningkatkan imunitas mukosa saluran cerna, menurunkan insiden infeksi (ISPA dan diare) dan meningkatkan kelembutan BAB sehingga menghindarkan konstipasi.

Namun Frinzy mengingatkan bahwa selain imunitas, hal lain yang diperlukan oleh balita adalah nutrisi penumbuh otak. Namun 2 hal tersebut adalah 2 hal yang berbeda. Dalam arti nutrisi yang digunakan untuk mengembangkan hal itu tidak sama.

“Namun susu yang mempunyai komposisi imunitas pasti juga tidak lupa memberikan komposisi untuk pertumbuhan otak,” tandas Frinzy.(iwd/fat)

Wuih! Bocah Autis Meningkat 10 Kali Lipat

http://surabaya.detik.com/read/2008/08/09/150621/985711/466/wuih!-bocah-autis-meningkat-10-kali-lipat

Sabtu, 09/08/2008 15:06 WIB
Wuih! Bocah Autis Meningkat 10 Kali Lipat
Irawulan – detikSurabaya


Surabaya – Jumlah anak yang ditemukan terkena autis setiap tahun mengalami peningkatan. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlahnya hampir 10 kali lipat.

Hal itu dikatakan Dr Y Handojo, Ketua Yayasan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus AGCA Center kepada wartawan di sela-sela Festival Anak Dengan Kebutuhan Khusus di GedunG Wanita Jalan Kalibokor, Surabaya, Sabtu (9/8/2008).

“Semakin banyak. Kita tengarai setiap dekade ini jumlah anak autis meningkat,” kata Dr Y Handojo. Namun dia tidak menyebutkan berapa besar peningkatan setip tahunnya.

Autis kata Handojo bisa disembuhkan asalkan para orangtua rajin melakukan terapi. Anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti itu kata Handojo dalam sehari minimal melakukan terapi selama 8 jam. Oleh karena itu biaya untuk anak autis sangat besar.

“Mereka berbeda dengan anak lain. Satu anak satu pendamping. Oleh sebab itu biayanya mahal,” tuturnya.

Anak yang menderita autis itu menurutnya bisa terdeteksi dari umur 1-2 tahun. Dan pada usia 1,5- 2 tahun itu paling bagus dimulai terapi. Karena pada saat usia itu kata dia percabangan otak belum lekat.

“Kalau tidak ada konflikasi atau infeksi terapi bisa dilakukan selama 2,5 – 3 tahun sudah selesai terapi untuk perilaku dasar,” jelasnya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi anak terkena autis kata dia adalah faktor polusi seperti logam berat, benturan pada kepala, infeksi kemudian ada kelainan pada usus dan vaksinasi serta faktor genetik.

“Tidak mengenal kaya atau miskin atau tinggal di daerah mana, anak bisa terkena autis,” ungkapnya.

Makanan bagi anak autis kata Handojo tidak boleh diberikan sembarangan. Hindari susu sapi dan tepung terigu. Ini bisa mempengaruhi pada emosi anak autis.

“Mengandung gluten sekitar 7 persen mereka tidak tahan. Ini berpengaruh pada emosi dan sulit mengontrol diri,” tandasnya.(wln/bdh)

OBAT RESEP DOKTER BELUM ADA YANG BERSERTIFIKAT HALAL

Kutipan dari Milist: Halal-Baik-Enak@yahoogroups.com
2 Agustus 2008

OBAT RESEP DOKTER BELUM ADA YANG BERSERTIFIKAT HALAL

Assalamu’alaykum wr.wb.

Saya baru saja mengikuti acara pertemuan ilmiah tahunan
bidang kebidanan & penyakit kandungan, 25-30 Juli 2008.
Perhelatan besar yang dihadiri oleh sekitar 2.000 orang
dokter spesialis kebidanan & kandungan perwakilan dari
seluruh Indonesia, tahun ini berlangsung di Balikpapan
Kalimantan Timur.

Sebagaimana biasanya, acara seperti ini selalu dimeriahkan
oleh pameran obat & teknologi bidang penyakit kandungan
dari puluhan produsen farmasi & alat kesehatan.

Hal yang menjadi teka-teka saya adalah, ternyata
tak ada satu pun produsen peserta pameran obat
ini yang menyatakan telah mendapat sertifikat halal.
Padahal, sebagaimana yang pernah saya posting
sebelumnya, yang dikutip dari koran kompas (17/4/08)
bahwa Direktur LPPOM MUI Muhamad Nadratuzzaman
Hosen menyatakan: “Dari 120 perusahaan obat, baru 5
perusahaan yang telah mengajukan sertifikasi halal”.

Akhirnya teta-teki ini terjawab, karena hampir
bersamaan dengan acara ilmiah ini, tepatnya tanggal
30 Juli 2008, di Balikpapan juga, berlangsung
seminar Kehalalan Makanan, Obat dan Kosmetika
yang berlangsung di Aula Bank Indonesia Balikpapan.

Nara sumber yang hadir yaitu: Direktur LPPOM MUI
Muhamad Nadratuzzaman Hosen PhD, Wakil Ketua Komisi
Fatwa MUI Pusat, Badan POM Kalimantan Timur, Ketua
Ikatan Dokter Indonesia wilayah Kaltim, dll.

Sebelum seminar dimulai, saya sempat berbincang dengan
Bapak Nadratuzzaman, Dir LPPOM MUI. Ketika saya tanya,
obat resep dokter yang mana saja yang telah mendapatkan
sertifikat halal? (Sebagaimana telah diberitakan koran).

Beliau menjawab: “Belum ada satu pun obat resep dokter
yang mendapatkan sertifikat halal”. Saya tentu saja
kecewa. Ternyata berita di koran tersebut tidak akurat,
wartawannya salah kutip, barangkali.

Menurut beliau, bahwa yang telah mendapatkan sertifikat
halal ini baru sebatas beberapa produk suplemen
multivitamin saja, sedangkan obat resep dokter belum
ada yang mengajukan audit.

wassalam,
Yasa

============ ====
Banyak Obat dan Kosmetik Belum Disertifikasi Halal

Selasa 17 April 2007 15:54 wib

JAKARTA, KOMPAS – Banyak obat-obatan dan kosmetika
yang beredar di pasaran belum mendapat sertifikat
halal. Padahal, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-
Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia
(LPPOM MUI) mensinyalir adanya sejumlah obat dan
kosmetik mengandung bahan yang tidak halal. Karena
itu, pemerintah didesak untuk memperketat pengawasan
beragam produk obat dan makanan demi melindungi
konsumen, khususnya kaum muslim.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dalam
sambutannya pada seminar nasional bertema “Kehalalan
Obat-obatan dan Kosmetika LPPOM-MUI”, di auditorium
YARSI, Jakarta, Selasa (17/4), menuturkan, Indonesia
merupakan negara yang paling banyak penduduk
muslimnya, sehingga merupakan potensi pasar yang
besar untuk obat-obatan dan kosmetika lokal maupun
impor.

Wakil Ketua Pengurus Pusat MUI Din Syamsuddin
menyatakan, kehalalan kosmetika dan obat-obatan
masih jadi masalah. Dalam bidang pangan, belum
banyak restoran bersertifikat halal. Bahkan,
yang sudah mencantumkan label halal pun belum
tentu dijamin kehalalannya. “Hal ini disebabkan
belum ada dukungan dari pemerintah, tidak ada
Undang Undang yang mengatur, pencantuman label
halal masih bersifat sukarela. Sedangkan MUI
tidak berwenang mengenai hal tersebut,” ujarnya
menegaskan.

Direktur LPPOM MUI Muhamad Nadratuzzaman Hosen
menuturkan, sampai sekarang baru 16.040 produk
pangan dari 874 perusahaan yang disertifikasi
kehalalannya. Sementara untuk obat-obatan dan
kosmetika, baru lima perusahaan yang mengajukan
sertifikasi kehalalan produk mereka.
“Ini disebabkan kurangnya dukungan dari pemerintah
terhadap upaya perlindungan konsumen dari produk-
produk yang mengandung bahan tidak halal,” ujarnya.

Padahal, LPPOM-MUI mensinyalir penggunaan babi
dan turunannya maupun bagian tubuh manusia dalam
dunia kedokteran lazim terjadi. Bahan-bahan itu
dimanfaatkan dalam pembuatan produk-produk seperti
vaksin, sediaan obat dan bahan kosmetika. Perusahaan-
perusahaan farmasi yang merupakan perusahaan
multinasional juga telah menginformasikan kondisi
itu secara terbuka. “Para ulama sepakat membolehkan
penggunaan obat-obatan dan vaksin yang mengandung
babi jika jika dalam kondisi darurat,” tuturnya.

Sesuai dengan Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992
tentang kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor
71 tentang pengamanan sediaan farmasi dan alat
kesehatan, sediaan farmasi termasuk di dalamnya
obat dan kosmetika harus terjamin keamanan, mutu
dan manfaatnya sebelum dapat diedarkan dan
digunakan di Indonesia. “Selain itu, masyarakat
muslim menuntut obat dan kosmetika yang digunakan
harus halal,” kata Fadilah.

“Kebutuhan dan tuntutan masyarakat makin tinggi
terhadap obat dan kosmetika yang tidak saja harus
aman, bermutu dan bermanfaat, tetapi juga harus
halal. Hal ini merupakan tantangan sekaligus
peluang bagi dunia usaha di Indonesia dan negara-
negara Islam,” ujar Fadilah. Makin terbukanya
perdagangan antar negara membuat Indonesia harus
berhati-hati terhadap produk atau bahan baku yang
tidak halal ataupun diragukan kehalalalnnya,
terutama produk atau bahan yang berasal dari hewan.

Sementara tidak semua dokter mengetahui tentang
status obat-obatan yang akan diberikan pada pasiennya,
termasuk obat-obatan yang digunakan untuk penderita
jantung koroner. Obat itu ternyata mengandung bahan
aktif yang berasal dari babi. “Sayangnya tidak
semua dokter mengerti tentang isi obat. Sementara
konsumen muslim kurang diberi akses untuk mengetahui
jenis dan merek apa obat yang akan diberikan pada
mereka, terutama pasien rawat inap,” kata Prof dr.
Jurnalis Uddin dari Universitas YARSI. ***

=====

13/03/07 18:56

120 Produsen Obat Belum Dapat Sertifikat Halal

Jakarta (ANTARA News) – Lembaga Pengkajian Pangan
Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia
(LPPOM MUI) mengatakan ada sekitar 120 perusahaan
obat-obatan dan tujuh perusahaan kosmetik belum
mendapat sertifikasi halal.

“Sebanyak 120 produsen obat-obatan belum memiliki
sertifikat halal. Baru lima produsen obat dan satu
produsen kosmetik yang sudah mendapat sertifikat
halal dari MUI,” kata Ketua LPPOM MUI Muhamad
Nadratuzzaman Hosen, di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan produsen pangan, obat-obatan, dan
kosmetika memang tidak diwajibkan mendaftar
sertifikasi halal oleh pemerintah. Tetapi untuk
menjaga ketentraman hati dan menjaga umat untuk
tidak memakan sesuatu yang haram LPPOM MUI
menghimbau setiap produsen mau mendaftarkan
produksinya.

Saat ditanya oleh wartawan produk dan produsen
obat atau kosmetik yang belum memiliki sertifikasi
halal tersebut, dia mengatakan bukan menjadi
kewenangan LPPOM MUI untuk menjawabnya, mereka
hanya memiliki wewenang untuk meneliti dan
memberikan sertifikat halal pada produsen yang
memang secara sukarela dan sadar meminta
sertifikasi tersebut.

Sementara itu, menurut Wakil Direktur Bidang
Pelatihan Sosialisasi dan Kajian Ilmiah LPPOM
MUI Pusat Anna Priangayani Roswim, terdapat
banyak sekali obat-obatan di pasaran saat ini
yang tidak jelas halal dan haramnya.

Dia mengatakan baik obat dalam dan obat luar
harus terbebas dari bahan yang tidak halal
sehingga perlu diteliti lebih lanjut dan diberi
sertifikat halal.

Oleh karena itu, dia mengatakan, dalam seminar
yang akan diadakan oleh LPPOM MUI pada 17 April
2007 nanti akan dibahas titik-titik krisis dalam
membuat obat dan kosmetik, seperti vaksin yang
mungkin terkontaminasi dari bahan yang haram.

“Walaupun bentuknya hanya media, cangkang obat
atau kapsul perlu diteliti apakah dia menggunakan
bahan yang halal atau haram,” ujar dia.

Menurut dia, pihak LPPOM MUI juga belum menanyakan
pada Komisi Fatwa apakah bahan yang terbuat dari
tulang kera, kucing, atau organ manusia haram
atau halal bila dikonsumsi untuk obat-obatan.

Padahal selama ini menurut dia, produsen obat-
obatan maupun kosmetik ada yang menggunakan
bahan dari tumbuhan, hewan, mikro sintetik kimia,
atau dari manusia untuk membuat produknya.

Selain itu dia juga mengatakan perlu dicermati
lagi masalah bahan aktif yang digunakan untuk
obat yang berasal dari tumbuhan dinyatakan halal,
belum tentu tembungkusnya atau kapsulnya yang
terbuat dari gelatin terbuat dari bahan yang halal.

Terkadang proses produksi obat sendiri juga harus
dipertanyakan. Karena bisa saja produsen obat
tersebut menggunakan alat yang digunakan juga
untuk memproses obat atau kosmetik dari bahan
yang tidak halal.(***)

Ibu Hamil Tak Wajib Minum Susu

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/01/10374025/ibu.hamil.tak.wajib.minum.susu

Jumat, 1 Agustus 2008 | 10:37 WIB

Ibu Hamil Tak Wajib Minum Susu

Bila kebutuhan gizi sudah terpenuhi dari makanan sehari-hari, minum susu malah bisa mengakibatkan kelebihan berat badan.

SUDAH minum susu? Jangan sampai lupa lo, ini demi janinmu.” Nasihat seperti ini rasanya tak asing lagi buat kita yang berbadan dua, seolah minum susu merupakan kewajiban. Hingga, mereka yang tak doyan susu pun akhirnya memaksakan diri meminumnya. Sampai-sampai ada lo ibu hamil yang khawatir akan perkembangan janinnya hanya gara-gara perut si ibu tak bisa menerima susu alias selalu mual-muntah setiap kali minum susu.

“Memang, ibu hamil perlu makanan tambahan. Si ibu kan bukan cuma memberi makan dirinya, tapi juga janinnya,” kata dr Victor Tambunan dari bagian Gizi FKUI-RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Penambahan itu mencakup kalori, protein, kalsium, vitamin, dan mineral.

Untuk kalori, dibutuhkan sebanyak 300 kkal per hari. Kalori sangat penting untuk pembentukan energi tubuh. Sementara itu, kebutuhan protein sekitar 12 gr per hari dan berguna untuk pertumbuhan janin, plasenta, cairan amnion, jaringan uterus, hemoglobin, plasma protein, serta untuk cadangan maternal kala melahirkan dan laktasi. Suplai protein yang dianjurkan, sebagian besar hendaknya dari sumber hewani karena sumber ini menyediakan asam amino dalam kombinasi optimal.

Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi janin, serta peningkatan metabolisme kalsium si ibu. Ibu hamil menahan sekitar 30 gr kalsium selama kehamilan. Sebagian besar ada di tulang yang dapat dengan mudah dimobilisasi untuk pertumbuhan janin pada kehamilan lanjut.

Akan halnya vitamin, yang diperlukan per harinya: 200 mikrogram RE vitamin A; 10 mikrogram vitamin D; 10 mg vitamin E; 65 mg vitamin K; 0,2 mg tiamin; 0,2 mg riboflavin; 0,1 mg niasin; 0,3 mikrogram vitamin B12; dan 150 mg asam folat. Sedangkan mineral yang dibutuhkan per harinya: 20 mg zat besi, 5 mg seng, 400 mg kalsium, 25 mikrogram yodium, 15 mikrogram selenium.

Cukup Dua Gelas Sehari
Nah, susu yang terbuat dari susu sapi dianggap merupakan sumber nutrien yang mendekati ideal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium bagi ibu hamil dan menyusui. Selain itu, di dalam susu juga terkandung kalori dari gula susu (laktosa), vitamin dan mineral. “Jadi, bisa dibilang susu adalah makanan yang hampir sempurna, hingga bisa dijadikan alternatif untuk mencukupi kebutuhan tambahan makanan bagi ibu hamil,” kata Victor.

Namun, bukan berarti ibu hamil wajib minum susu, lo. Apalagi sampai mengandalkan susu, amat tak dianjurkan. Soalnya, susu juga punya kelemahan, yaitu kurang zat besi. Padahal, zat besi pun amat penting untuk ibu hamil. “Kekurangan zat besi akan membuat si ibu mengalami anemia dan mempengaruhi kecerdasan si janin.” Meski tak tertutup kemungkinan si janin sehat-sehat saja sekalipun ibunya mengalami anemia berat. Artinya, janin tak mengalami kekurangan zat besi sedikitpun. Sebab, adakalanya bayi ibarat parasit, mengisap seluruh persediaan zat si ibu hingga ibu mengalami kekurangan zat-zat tertentu tapi janinnya tak kekurangan. Namun begitu, tetap harus dipikirkan kebutuhan zat besi ini, yang bisa diperoleh dari makanan sumber lain seperti hati sapi, sayur bayam atau sayur-sayuran berdaun hijau.

Lagi pula, bila terlalu banyak minum susu membuat kita jadi tak berselera makan makanan lain. Ingat, kan, susu mengandung protein tinggi? Nah, protein lebih lama diserap oleh lambung dibanding karbohidrat atau vitamin dan mineral. Makanya, hanya dengan minum susu, kadang sudah bikin kenyang. Jadi, minum susu cukup 2 gelas sehari, pagi dan malam. Namun minumnya jangan berbarengan dengan saat makan makanan pokok, tapi harus dipisah. Misal, makan malam jam 19.00, maka susu diminum sebelum tidur sekitar jam 22.00. Begitu pula bila sarapan. Minimal, jaraknya 2-3 jam, boleh diminum sebelum atau sesudah makan.

Jika susu diminum berbarengan dengan makanan pokok, maka sayuran dan beras yang kita makan bisa mengganggu penyerapan kalsium dari susu. Padahal, salah satu yang dipentingkan dari susu adalah kalsiumnya. “Pada sayuran dan kulit ari beras ada serat yang namanya asam fitat. Asam fitat inilah yang menghambat penyerapan dari kalsium itu.” Selain itu, asam fitat juga menghambat penyerapan seng dan zat besi. “Jadi, mineral juga diganggu oleh asam fitat ini.” Adapun yang dimaksud asam fitat ialah asam anorganik yang ada di biji-bijian serta gandum. Asam fitat hanya berguna untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri, tapi tidak untuk manusia.

Kelebihan Berat Badan
Dampak lain, bila kebutuhan gizi sudah terpenuhi hanya dari makanan yang kita konsumsi tapi kita tetap ingin minum susu, bisa mengalami kelebihan BB. Padahal, selama kehamilan juga perlu dijaga agar pertambahan BB tak melebihi aturan, yaitu antara 12-15 kg. “Bukankah BB yang meningkat juga berarti mengundang bahaya lain lagi?” ujar Victor. Si ibu bisa mengalami keracunan kehamilan, preeklampsia, maupun diabetes. Bahkan, tubuhnya pun bisa mengalami bengkak, entah di kaki maupun perut, selain juga mengakibatkan si ibu lekas lelah dan sulit menjaga keseimbangan badan.

Jadi, bila kebutuhan gizi si ibu memang sudah terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, ya, tak perlulah ditambah susu. Lain hal bila si ibu kekurangan gizi akibat morning sickness, misal, “tak mengapa kekurangannya itu diberikan dalam bentuk susu. Kita hitung, makanan pokok yang masuk ada berapa dan kebutuhan dia seberapa, lalu kita ambil selisihnya. Tentunya kebutuhan per individu ibu hamil tak sama, tergantung BB dan TB si ibu. Bila dia butuh 2000 kkal, misal, sedangkan makanan yang masuk hanya 1000 kkal dan yang 1000 kkal-nya lagi terbuang akibat muntah-muntah. Nah, kekurangannya ini bisa dipenuhi dengan susu.”

Namun jangan dibalik, lo Bu. Bukan susunya yang digunakan untuk mencapai kebutuhan gizi ibu hamil, melainkan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Susu hanya sekadar untuk mempermudah mencapai jumlah yang dibutuhkan. Jadi, makanan pokoklah yang harus ditambah. Untuk penambahan kalori, misal, bisa diperoleh dari bahan pokok seperti nasi, jagung, ubi, dan lainnya. Untuk protein, diperoleh dari sumber protein seperti daging, ikan, ayam, telur, tahu, tempe, dan sebagainya. Sedangkan vitamin dan mineral bisa didapat dari sayuran dan buah-buahan.

Dengan demikian, pola makan si ibu juga harus diubah: ia harus makan lebih banyak lagi. Persoalannya, tak semua ibu kuat makan banyak. Nah, bila si ibu makannya sangat sedikit, tentu ia bisa muntah jika dipaksa makan banyak. Padahal, kebutuhan tubuhnya meningkat, perlu tambahan 300 kkal setiap hari, belum lagi tambahan zat-zat lain. Otomatis, kalau makannya sedikit, tentu takkan bisa mengejar kekurangan tersebut. Hingga, sebagian ibu hamil lantas mengambil jalan pintas dengan menambahnya lewat susu. Jadi, karena kurang barulah ditambah dengan susu.

Jaga Kekurangan Makanan
Intinya, jangan menganggap kalau sudah minum susu berarti sudah sehat dan dijamin tak kekurangan apa pun. Ini pendapat yang salah karena makanan tetap harus lengkap dengan menu seimbang. Jadi, tak perlu dipaksakan harus minum susu bila ibu hamil benar-benar tak doyan susu. Asalkan si ibu bisa memenuhi kebutuhan gizinya dari makanan, tanpa minum susu pun tak masalah.

Yang penting, tegas Victor, ibu hamil jangan sampai kekurangan makanan. Soalnya, kekurangan makanan akan berdampak pada janin. Bukankah penyerapan ke janin tergantung si ibu? “Jadi, bila kebutuhan gizi si ibu kurang, ya, bayi juga bisa terkena BBLR atau berat badan lahir rendah, yang akan berdampak pada kualitas si bayi selanjutnya.”

Selain itu, bila kebutuhan ibunya tak terpenuhi, janin pun bisa kekurangan asam folat, yang berdampak pada neural cube defect yang mengakibatkan bayi cacat atau meninggal. “Walaupun kalau dilihat dari pola makan ibu-ibu di negara kita, sebenarnya kekurangan asam folat ini jarang terjadi karena ibu-ibu kita sering makan kacang-kacangan seperti tempe dan tahu,” tutur Victor.

Tak Perlu Susu Khusus Ibu Hamil
“Toh, kandungannya tak beda dengan susu full cream biasa asalkan jangan yang skim karena berarti lemaknya sudah dibuang, padahal lemak salah satu sumber energi pula,” tutur Victor.

Memang, akunya, ada beberapa susu khusus ibu hamil yang ditambahkan zat tertentu semisal asam folat yang berguna untuk pertumbuhan otak bayi atau serabut-serabut sarafnya. Namun, bila kita makan hati sapi dan kacang-kacangan, tak perlu lagi harus minum susu mengandung asam folat.

Terlebih, dokter kandungan pun akan memberikan resep tablet asam folat buat ibu hamil jika memang si ibu membutuhkannya. Namun bila kebutuhan asam folat dalam tubuhnya sudah terpenuhi dari makanannya, dokter takkan memberikan. Jadi, tak ada alasan untuk mengonsumsi susu yang mengandung asam folat ya Bu. Apalagi harganya biasanya tak murah kan?

Susu Kedelai
Dibanding susu sapi, susu kedelai memiliki zat besi lebih banyak. Namun kekurangannya, “susu kedelai mengandung asam fitat yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Hingga, zat besi yang banyak itu jadi tak berguna karena tetap tak terserap dengan bagus,” jelas Victor.

Selain itu, susu kedelai berasal dari nabati dan kualitasnya tak sebagus susu hewani. “Protein hewani punya nilai biologi lebih tinggi karena terdiri asam amino esensial yang komplet, sedangkan protein nabati asam aminonya tak lengkap.”

Belum lagi susu nabati tak mengandung laktosa sehingga karbohidratnya sama dengan beras, yaitu berasal dari pati. Makanya, susu ini bagus buat orang yang tak tahan laktosa atau mengalami intoleransi laktosa.

Deadline Vaksin Haram

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=7187&Itemid=1

Deadline Vaksin Haram

Kamis, 10 Juli 2008
Masa berlaku status kedaruratan vaksin berbahan baku haram yang dikeluarkan LPPOM- MUI kepada PT Bio Farma berakhir tahun 2008 ini.  Demikian ungkap LPPOM

Hidayatullah.com–Masa berlaku status kedaruratan vaksin berbahan baku haram yang dikeluarkan LPPOM- MUI kepada PT Bio Farma berakhir tahun 2008 ini.

Namun hingga kini usaha yang dilakukan perusahaan farmasi nasional produsen tunggal vaksin di Indonesia tersebut belum menghasilkan apa-apa.

Demikian diungkap Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosemetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dr M. Nadratuzzaman Hosen kepada http://www.hidayatullah.com di sela-sela acara Pameran Halal Internasional di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Nadratuzzaman, untuk menghasilkan vaksin halal sebenarnya tidak sulit. Yang menjadi masalah, lanjutnya, adalah lemahnya political will pemerintah terhadap masalah halal-haram ini. “Buktinya, Malaysia saja sudah bisa menghasilkan vaksin halal,” tandasnya.

Seperti dilansir Majalah Suara Hidayatullah edisi September 2007, seluruh vaksin yang beredar di dunia saat ini, termasuk vaksin meningitis yang diberikan kepada seluruh jemaah haji,  menggunakan bahan  haram dalam pembuatannya. Di antaranya adalah enzim babi, ginjal kera, ginjal babi, hingga janin bayi hasil aborsi.

Tripsin babi

Salah satu unsur haram yang terdapat dalam vaksin adalah tripsin, enzim yang didapat dari pankreas babi. Menurut penjelasan Ketua Dewan Penasihat LPPOM-MUI, Prof Jurnalis Uddin, tripsin babi sebenarnya bukanlah bahan baku vaksin. Dalam proses pembuatan vaksin, tripsin hanya dipakai sebagai enzim proteolitik (enzim yang digunakan sebagai katalisator pemisah sel/protein).

Pada hasil akhirnya (vaksin), enzim tripsin yang merupakan unsur turunan dari pankreas babi ini tidak terdeteksi lagi. Enzim ini akan mengalami proses pencucian, pemurnian dan penyaringan. ”Hingga jejaknya pun tidak terlihat lagi,” jelas Prof. Jurnalis. Namun karena sudah tersentuh unsur haram dan najis, status kehalalan vaksin jadi bermasalah.

Direktur Pemasaran PT Bio Farma, Sarimuddin Sulaeman mengatakan, Bio Farma sebenarnya telah mengusahakan pengganti tripsin babi sejak tahun 2006.. Penelitian ini memakan waktu tiga tahun. Namun untuk sementara tripsin tersebut masih tetap digunakan.  [surya/www.hidayatullah.com]