Susu Sapi Bikin Bayi Alergi

Susu Sapi Bikin Bayi Alergi
Selasa, 12 Mei 2009 | 22:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Dokter spesialis anak ahli imunologi Dr Zakiudin Munasir mengatakan, susu sapi dan produk turunan susu sapi lainnya merupakan penyebab alergi terbesar, terutama pada bayi.

Dr Zakiudin Munasir, dalam seminar “Apakah Alergi diturunkan Secara Genetik” di Jakarta, Selasa, mengatakan, susu sapi yang merupakan protein asing utama bagi bayi pada bulan-bulan awal kehidupannya berpotensi menimbulkan reaksi alergi yang pertama kali, dengan gejala-gejala pada saluran cerna seperti diare dan muntah.

Menurut dia, adanya protein asing dalam tubuh bayi dan ditambah kondisi saluran pencernaannya yang belum sempurna, sehingga bayi rentan mengalami alergi yang diakibatkan oleh susu sapi ini.

“Makanan yang cocok untuk bayi adalah ASI (air susu ibu). Itulah sebabnya, bayi disarankan diberi ASI (air susu ibu) eksklusif, setidaknya hingga usia 6 bulan,” kata Zakiudin.

Fungsi ASI dalam mencegah alergi karena mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein “Hypo allergenik”, DHA, probiotik dan kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi.

Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala merugikan tubuh mulai dari gangguan pernafasan, kulit hingga mata.

Selain susu sapi, Zaikudin juga menyebut makanan lain, seperti telur, makanan laut, kacang-kacangan dan masih banyak lagi macamnya pemicu alergi.

Zakiudin menjelaskan bahwa angka kejadian alergi terus meningkat sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat yang semakin modern.

Dia menyebut, banyaknya zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman, selain itu tingginya polusi saat ini merupakan penyebab terjadinya alergi.

“Memang alergi di Indonesia tidak sebesar di negara maju lainnya, namun ityu perlu diwaspadai,” tegasnya.

Zakiudin menyebut tiga tindakan pencegahan terjadinya alergi, yakni menghindari pencetus alergi, menjalani hidup sehat dan memakai obat-obatan.

“Jika terjadi alergi, hindari makanan atau hal lain yang menjadi pemicunya. Jika sudah terjadi yang lakukan dengan obat-obatan atau terapi,” katanya.

Terkait pengobatan alergi, dokter biasanya memberikan obat-obatan seperti antihistamin dan kortikosteroid (baik yang diberikan lewat mulut, suntikan, maupun inhalasi) untuk memperkuat dinding sel mast dalam tubuh pasien.

7 comments

  1. Terima kasih informasinya anak saya Yova, mengalami alergi namun belum pernah disebutkan karena susu formula yang dikonsumsinya sejak usia 2 bulan. Dokter anak telah memberikan pengobatan, apakah lebih baik diobati rutin atau dicoba tidak lagi mengkonsumsi susu formula berbahan dasar yang mengandung laktosa ? adakah susu sapi yang lebih aman? terima kasih

    Salam,

    Dessy

    1. Allah SWT mengatakan bahwa Madu itu baik. RasuluLlah SAW menyarankan Madu. yakinlah bahwa Allah tidak akan ingkar janji. Minumlah madu. Anak saya alhamduliLlah memiliki kesehatan yang superior tanpa susu sapi, jarang sakit dan sangat cerdas. Allahu Akbar

    1. Bayi berusia 3 bulan dengan madu yang dijadikan syrup. Dosisnya ketika bayi merasa lapar🙂
      Dosis ibu menyusui sehari 2 kali syrup madu.

  2. anak saya alergi susu sapi, jadi saya menggantinya dgn rutin mengkonsumsi madu, sarikurma dan minyak zaitun. Ternyata ketiganya memiliki gizi,vitamin,yg dibutuhkan u anak2. Mis.minyak zaitun bermanfaat u perkembangan otak. U informasi lbh lanjut silahkan klik link berikut
    http://azzahraherbalagency.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s