Depkes: Vaksin Meningitis tak Berenzim Babi

http://www.republika.co.id/koran/14/48813/Depkes_Vaksin_Meningitis_tak_Berenzim_Babi

Depkes: Vaksin Meningitis tak Berenzim Babi

Kamis, 07 Mei 2009 pukul 22:45:00

MEDAN — Departemen Kesehatan RI melalui Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Prof dr Tjandra Yoga Adhitama, memastikan bahwa vaksin meningitis yang disuntikkan kepada jamaah haji dan umrah tidak mengandung bahan dari babi. Untuk itu, para calon jamaah haji atau umrah diminta agar tak ragu dengan suntik meningitis yang dilakukan Depkes.

“Kepastian tidak adanya kandungan babi ini merupakan penjelasan resmi dari Depkes RI bahwa vaksin meningitis untuk calon jamaah haji dan umrah tidak mengandung bahan dari babi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Utara, dr Candra Syafei SpOG, yang mengutip surat resmi dari Depkes tersebut, kemarin (6/5).

Dalam surat tertanggal 4 Mei 2009 yang dikeluarkan melalui Pusat Komunikasi Publik Depkes RI itu, Dirjen P2PL menyatakan, vaksin yang digunakan calon jamaah haji dan umrah Indonesia adalah vaksin meningitis Mencevax ACWY. Dalam proses pembuatannya, vaksin ini menggunakan kultur media yang bebas binatang, termasuk bebas dari >material bovine (sapi) dan porcine (babi).

“Jadi, vaksin meningitis yang digunakan jamaah haji dan umrah tidak mengandung unsur babi,” ujar Candra yang mengutip pernyataan Dirjen P2PL dalam surat tersebut. Bahkan, lanjut Candra, dalam surat tersebut, Depkes RI menyatakan, vaksin itu juga digunakan jamaah haji dari Arab Saudi, Iran, Nigeria, Yaman, Malaysia, Filipina, Singapura, Pakistan, Bangladesh, Ghana, India, Kazakstan, Kuwait, Lebanon, dan lain-lain.

Candra menambahkan, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap jamaah haji atau umrah divaksin meningitis agar terhindar dari penyakit radang selaput otak. Menurut dia, gejala klinis penyakit itu adalah demam (panas tinggi) mendadak, nyeri kepala, mual, muntah, ketahanan fisik melemah, dan kemerahan di kulit. Pada keadaan lanjut, kesadaran menurun sampai koma serta terjadi pendarahan.

“Berkumpulnya populasi dalam jumlah besar dari berbagai negara di Arab Saudi, seperti pada musim haji, berpotensi terhadap penyebaran kuman dan penyakit. Karena itu, pemberian vaksinasi merupakan upaya yang penting dalam memberi perlindungan kesehatan jamaah haji,” ujar Candra.

Penjelasan Depkes itu berbeda dengan hasil temuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan LPPOM MUI Sumatra Selatan. Berdasarkan hasil penelitian dengan melibatkan Universitas Sriwijaya, LPPOM MUI Sumsel menemukan adanya kandungan enzim <I>porchin<I> dalam vaksin meningitis untuk jamaah haji dan umrah.

Direktur LPPOM MUI Pusat, Muhamad Nadratuzzaman Hosen, juga sempat mengatakan, kasus vaksin meningitis mengandung enzim babi ini merupakan kasus lama. ”Departemen Kesehatan juga tahu, tapi hanya didiamkan. Banyak vaksin yang mengandung enzim babi, bukan vaksin meningitis saja,” ungkapnya.  nin/hri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s