Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok Pulih

Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok Pulih
By Republika Newsroom
Rabu, 04 Maret 2009 pukul 14:34:00 <!–
Iklan 468x60

–>

Pasien Sindrom Stevens-Johnson Depok PulihCORBIS.COM

PEMICU: Salah satu pemicu Sindrom Stevens-Jhonson adalah obat-obatan. Pasien seharusnya mengkonsultasikan setiap obat yang akan dikonsumsi

http://www.republika.co.id/berita/35352/Pasien_Sindrom_Stevens_Johnson_Depok_Pulih

DEPOK-Bocah penderita Stevens-Johnson Syndrome yang sempat diisukan sakit karena diimunisasi TT (tokso tetanus) di Kota Depok, Syadiah (7 tahun) dinyatakan pulih setelah 18 hari dirawat di RS Sentra Medika, Depok. Sementara pengawasan konsumsi obat-obatannya masih diperketat. ”Kondisi terakhir Syadiah memungkinkan untuk berobat jalan dan dinyatakan 99 persen sembuh,” terang dokter spesialis anak RS Sentra Medika yang merawat pasien, Indra Sugiarno, Rabu (4/3). Setelah lepas infus lima hari lalu, ujar Indra, Syadiah langsung dikenalkan makanan padat. Bahkan, kini ia bisa makan hidangan favoritnya, mie instan. Selain itu, dokter kulit RS Sentra Medika masih terus memantau kondisi kulit ari pasien pasca pengelupasan seminggu sekali. Lantaran warna kulit Syadiah tidak rata akibat terkelupas (hipopigmentasi). Saat ditanya tentang penyebab penyakit Syadia, Indra belum bisa memastikan karena ada beberapa faktor pemicu, seperti obat, makanan, genetik serta faktor lainnya yang belum diketahui ilmu medis. Namun, ia memastikan penyakit Syadiah ini bukan disebabkan karena imunisasi. ”Kemungkinan besar Syadiah punya faktor genetik yang menyebabkan dia rentan terkena Stevens-Johnson Syndrome dan dari obat-obatan yang diminum,” terangnya. Maka, orangtua Syadiah harus mengkonsultasikan terlebih dulu obat yang dikonsumsi. Terutama dua jenis obat yang acapkali jadi sumber penyakit ini, yaitu obat antikejang dan antiasam urat. Beruntungnya, resiko fatal sindrom ini pada Syadiah hanya sekitar 30 persen. Sehingga ia bisa pulih lebih cepat dan terhindar dari kondisi yang memberatkan penyakit ini, seperti perlengketan saluran pernafasan dan pencernaan yang saling berhadapan di rongga dalam. Di kesempatan yang sama, Sadiyah yang selama perawatan terkesan takut diekspos, saat jumpa pers kemarin ia mau menjawab pertanyaan wartawan dengan sedikit malu-malu. “Saya besok pengen sekolah dan ketemu teman-teman,” ujarnya. Sementara itu, ayah Syadiah, Prasetyo merasa bersyukur atas kesembuhan putrinya. Ia juga mengaku merasa terbantu dengan penanganan medis RS Sentra Medika yang tanggap serta berterima kasih pada Dinkes Kota Depok yang membantu masalah pembiayaan melalui Jamkesmas. Sebelumnya, kasus Syadiah ini menyeret Dinkes Kota Depok yang dituding tidak mendiagnosa terlebih dulu anak-anak yang ikut imunisasi. Akibatnya, Syadiah yang menjadi salah satu peserta imunisasi tiba-tiba mengalami sakit yang mengakibatkan kulit tubuhnya menghitam dari wajah hingga pangkal paha. c84/itz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s