Dinkes-MUI Medan Bahas Kapsul Mengandung Lemak Babi

 

Dinkes-MUI Medan Bahas Kapsul Mengandung Lemak Babi

By Republika Contributor
Kamis, 23 Oktober 2008 pukul 21:08:00

MEDAN–Dinas kesehatan Sumut dan MUI Medan diminta duduk bersama dalam satu meja untuk mengkaji hasil penelitian Lembaga Pengkajian dan Penelitian Obat dan Makanan (LPPOM) MUI Medan terkait adanya kandungan lemak babi dalam bahan kapsul. 

“Dinkes dan MUI harus secepatnya mengambil keputusan, apakah benar kapsul yang banyak beredar di pasaran saat ini mengandung lemak babi atau tidak,” kata pengamat sosial Universitas Sumatera Utara (USU) Yos Rizal MSi, di Medan, Kamis. 

Ia mengatakan, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan masyarakat akan menjadi korban dan semakin bingung, sebab masyarakat muslim akan sangsi untuk mengkonsumsi obat karena ragu atas kehalalannya. 

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Muhammad Hatta, mengatakan, dewasa ini sekitar 80 persen obat-obatan kapsul dari luar negeri yang banyak beredar di masyarakat dicampur dengan lemak babi, seperti misalnya obat insulin. 

“Hal itu sangat mengherankan kenapa pemerintah tidak bisa memberi pengawasan terhadap obat-obatan, termasuk juga makanan, minuman, dan kosmetik yang beredar,” katanya. 

Seharusnya, katanya, pemerintah dapat memberi jaminan keselamatan kepada masyarakat, karena sesuai kategori hukum, apapun yg merusak kesehatan itu dilarang. 

“Untuk itulah, diharapkan RUU tentang sertifikasi halal segera disetujui pemerintah,” katanya. 

Sementara Kasubdin Bina Farmasi dan Makanan Dinkes Sumut, Siskandri, mengatakan hasil penelitian itu sendiri masih belum jelas dari mana asalnya. 

“Kapsul yang beredar di Indonesia itu bebas dari kandungan lemak babi, kecuali obat-obatan impor. Kami telah mengundang MUI Medan untuk membicarakan hal ini (22/10) untuk meminta klarifikasi tentang hasil penelitian mereka, tapi mereka tidak datang,” katanya. 

Menurut dia, Badan POM sendiri sudah melakukan pengawasan secara ketat terhadap obat yang beredar, baik dari luar maupun dalam negeri., bahkan khusus obat impor dimintakan sertifikasi halal dari negara asalnya. 

Untuk kapsul asal dalam negeri hanya diproduksi dua pabrik, yakni, Kapsulindo dan Kapsuljel yang berkedudukan di Jakarta. Kedua pabrik tersebut, produksinya menggunakan bahan dari lemak sapi dan hal itu pun sudah diakui halal oleh MUI pusat. ant/pt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s