Memberi Madu untuk Si Kecil?

Memberi Madu untuk Si Kecil?
Sabtu, 9 Agustus 2008 | 12:17 WIB

Madu memiliki banyak manfaat karena mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Sebenarnya boleh-boleh saja memberikan madu untuk si kecil, tapi madu untuk bayi dan balita hanya yang refined dan purified with no additive (sudah dibersihkan dan dimurnikan).

Menurut penjelasan dr.Adi Tagor Sp.A dari RS Pondok Indah Jakarta, madu asli dikhawatirkan mengandung bibit penyakit. “Jadi, tak boleh madu asli yang masih ada lilin-lilin atau sarang tawonnya, karena ditakutkan ada bahaya mikrobiologinya, yaitu spora dari clostridium botulinum tadi.” Terlebih buat bayi, “selain harus madu yang steril, juga jangan madu palsu karena bisa menimbulkan berbagai reaksi.”

Madu yang asli, terang dr.Adi Tagor jika menyentuh protein mentah seperti telur, maka telurnya jadi matang, tapi matangnya denaturasi (pematangan secara kimia). “Jadi, kumannya tak mati.”

Itu sebab, Adi Tagor sama sekali tak membenarkan pemberian madu dengan telur mentah untuk bayi dan anak. Dikhawatirkan ada kuman salmonella yang masuk lewat pori-pori telur. “Telur setengah matang itu, kan, kumannya enggak mati. Padahal, kuman ini bisa menyebabkan penyakit tifus atau paratifus. Bayi dan balita paling rentan untuk terkena, apalagi bayi yang belum boleh mendapat imunisasi tifus.”

Jadi, sarannya, paling tidak telurnya harus tiga perempat matang. “Jika untuk orang dewasa telurnya dimasak 5 menit, maka untuk anak harus 9 menit. Namun lebih bagus lagi jika sampai matang karena lebih aman.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s