50 Ekor Kambing Mati Setelah Disuntik Vaksin Anthrax

08/12/2004
18:52 WIB
50 Ekor Kambing Mati Setelah Disuntik Vaksin Anthrax
*Bagus Kurniawan* – detikcom  *Yogyakarta* –

Diperkirakan lebih dari 50 ekor kambing mati setelah disuntik vaksin anthrax di Kabupaten Sleman – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Namun diperkirakan jumlahnya akan bertambah karena hewan ternak yang divaksin itu lebih dari 1.000 ekor.

Puluhan ekor kambing tersebut mati setelah disuntik vaksin anthrax oleh petugas bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman pada tanggal 29-30/11/2004 lalu.
Kambing yang mati itu sebagian besar milik warga Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem terutama di Dusun Sawungan, Purworejo, Wonorejo, Banteng dan Boyong.

“Kami mau saja ketika ada petugas mantri hewan yang memberikan vaksn anthrax pada akhir bulan November lalu,” kata Suwaryo warga dusun Purworejo Desa Hargobinangun, Rabu (8/12/2004).
Menurut dia, dari lima ekor kambing yang dimilikinya sudah dua ekor yang mati pada hari Senin (6/12/2004) dan Selasa (7/12/2004).
“Sekarang tinggal tiga ekor, kami khawatir kambing-kambing itu juga akan mati semua setelah divaksin,” katanya.

Suwaryo mengatakan, kambing-kambing yang mati itu dengan tandai di bagian dubur dan alat kelamin mengalami pembengkakan.
Kambing yang sudah divaksin, sebelum mati justru tidak mampu berjalan/lumpuh dan tidak mau makan.
Jumlah ini bisa bertambah banyak karena di Dusun Purworejo sedikitnya terdapat 6 orang yang memelihara kambing maupun hewan ternak lainnya.

Sedangkan di Desa Hargobinangun sendiri terdapat 30 orang yang punya kambing. Sementara itu menurut Kepala Desa Hargobinangun Mulyono, jumlah kambing di desa tersebut sekitar 1.000 ekor.
Jumlah hewan ternak sapi sekitar 2.300 ekor dan kuda sebanyak 3 ekor. Sedangkan babi tidak ada.

“Kami juga bingung akibat peristiwa ini. Tetapi kasus ini sudah kami laporkan kepada Dinas untuk ditindaklanjuti.
Sayangnya dinas belum memberikan penjelasan kepada warga,” kata Mulyono.
Menurut Mulyono, untuk meredakan keresahan warga, pihak desa setempat bersama Ketua DPRD Sleman Rendradi Suprihandoko dan ketua Komisi B DPRD Sleman Farchan Hariem memberikan bantuan sumbangan sebesar Rp 50 ribu kepada pemilik ternak yang mati.
“Kami juga menuntut kepada dinas ataupun pemda agar bersedia memberikan ganti rugi karena kambing bagi warga Hargobinangun merupakan harta simpanan mereka,” imbuhnya.
Akibat peristiwa itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Ir Achmad Yulianto telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kambing-kambing yang mati setelah divaksin.

Menurut Yulianto, program vaksin di wilayah Sleman karena merupakan daerah endemik Antraks.
Vaksinisasi hewan ternak itu telah dimulai sejak bulan Oktober 2004 dengan menggunakan vaksin yang di produksi PT Pusvepma.
“Kami belum dapat menyimpulkan apa penyebabnya. Kami masih menunggu hasil penelitian Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan di Bogor dan pengujian dilaboratorium Fakultas Kedokteran Hewan UGM,” katanya. *
(nrl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s