Lima Balita Sakit Setelah Imunisasi Polio

http://www.liputan6.com/sosbud/?id=102786

03/06/2005 17:59 Polio
Lima Balita Sakit Setelah Imunisasi Polio


Liputan6.com, Purwakarta: Lima bayi berumur lima tahun ke bawah di Purwakarta, Jawa Barat, mengalami demam tinggi, mencret, hingga mimisan setelah mendapat imunisasi polio. Orang tua para bocah yakin anaknya terserang penyakit ini akibat diberi vaksin polio. Namun, sejauh ini, keyakinan mereka belum bisa dibuktikan secara medis. Hingga Jumat (3/6), Dinas Kesehatan Purwakarta sedang menyelidiki kasus ini.

Kelima balita itu kini dirawat di Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta. Menurut para orang tua, anak mereka sakit setelah menerima vaksin polio dalam kegiatan imunisasi serentak di tiga provinsi beberapa waktu silam. Siti, salah seorang ibu yang anaknya sakit mengaku, Andela yang berusia 19 bulan mengalami diare setelah tiga jam diberi vaksin polio. Kondisi tak jauh beda juga dialami balita lain yang mengalami panas tinggi usai imunisasi polio.

Sebelumnya dari Tasikmalaya, Jabar, seorang bayi meninggal dunia setelah mendapatkan imunisasi polio. Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kematian bayi ini. Kuat dugaan, bayi itu mengidap penyakit berat sebelum mendapat vaksin polio. Memang seharusnya bayi dalam keadaan sehat saat mendapatkan imunisasi.

Sementara itu, keluarga Amin Pupu yang menderita lumpuh layu di Kampung Parung Poncol, Sawangan, Depok, Jawa Barat, hanya pasrah menanti realisasi janji Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota Depok untuk membantu membawa mereka ke rumah sakit. Sebab, hingga kini, belum ada yang mendatangi keluarga ini [baca: Satu Keluarga di Depok Lumpuh].

Istri dan enam anak Amin Pupu yang sudah belasan tahun menderita lumpuh layu tak bisa berobat karena Amin yang bekerja serabutan sebagai petani penggarap tak punya cukup uang. Pendapatannya cuma cukup buat makan. Untuk nafkah keluarga, Amin dibantu seorang anaknya yang sudah bekerja.

Di sisi lain, anggota keluarga yang lumpuh mengeluh kian sulit bergerak. Bahkan, kondisi Sadiyah, istri Amin, mulai lemah. Dia harus dibantu berdiri dan berjalan. Langkahnya pun tertatih-tatih karena kakinya lemas. Sementara Tabroni, salah seorang putra Amin, mengaku kaki dan tangannya kerap nyeri.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s