Bocah Lima Tahun Tewas Usai Imunisasi

http://www.ypha.or.id/information.php?subaction=showfull&id=1173189316&archive=&start_from=&ucat=2&

Bocah Lima Tahun Tewas Usai Imunisasi
Posted on: 06 Mar 2007 by ypha

Seorang bocah berusia lima tahun asal Padalarang, Kabupaten Bandung, meninggal dunia dua’hari setelah diimunisasi di sebuah posyandu. Bocah tersebut, Dede Rita, meninggal Senin (5/3) pagi setelah mengalami panas tinggi dan kejang-kejang.

“Belum sempat saya bawa ke puskesmas, anak bungsu saya ini meninggal di pangkuan,” kata. Ny Ita, ibunda Dede, di RS Hasan Sadikin, Bandung. Dede meninggal sekitar pukul 05.00.

Petugas puskesmas yang akhirnya memeriksa jenazah Dede menyarankan agar jasad bocah itu dibawa ke RS Hasan Sadikin guna diautopsi agar penyebab kematian bocah tersebut jadi jelas. Menurut Ita, keluarganya menduga kematian Dede ada kaitannya dengan imunisasi yang diterima bocah itu, Jumat (2/3).

“Saat diimunisasi, kondisi anak saya dalam keadaan sehat, begitu juga pada hari Sabtu. Namun, sejak Minggu siang hingga Senin dini hari kondisi anak saya panas dan kejang-kejang, kemudian pada Senin pagi terkulai tak bergerak lagi,” katanya. Dede merupakan anak ke.lima pasangan petani Turi-Ita, warga Kampung Sukamanah, Cipatat, Padalarang. Dede disuntik vaksin di salah satu posyandu di Kampung Sukamanah yang menyelenggarakan imunisasi pada Jumat itu.

Sementara itu, seorang siswi kelas satu SD di Banten, Ita Rosita, meninggal dunia 10 hari setelah diimunisasi polio di sekolahnya. Pihak sekolah menduga tewasnya Ita akibat jarum suntik yang digunakan bergantian. Namun pihak rumah sakit menyatakan Ita meninggal akibat radang otak.

Ita meninggal dunia di RSUD Serang, Minggu (4/3) pukul 09.00 setelah tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Sorenya, jenazah Ita dikebumikan sekitar 50 meter dari rumah orangtuanya di Kampung Bantuwangi, Kelurahan Sangiang, Kecamatan Mancak, Serang.

Ibunda Ita, Ny Siti Rohimah, menduga Ita meninggal akibat suntikan vaksin campak. Siti menceritakan, ketika pulang sekolah pada Rabu (22/2) siang, Ita mengeluh pusing, mata pedas, serta pegal pada tangan kiri. Putri pertama pasangan Mulyani-Siti Ronimah itu pun bercerita bahwa di sekolah dia disuntik vaksin campak dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN).

“Dia hilangnya kepala itu seperti ada yang nusuk-nusuk,” ujar Siti. Esoknya, suhu tubuh Ita panas tinggi. Namun, Ita tetap berangkat sekolah. Hari berikutnya, panas badan Ita makin tinggi sehingga siswi kelasIA SDN Sibuyung, Mancak, itu tak sanggup berangkat sekolah.

Sejauh itu, Siti hanya memberikan ramuan tradisional sebagaimana galibnya penduduk desa tersebut mengobati anak yang demam. Menurut Siti, dirinya memberikan air seduhan daun tanaman obat yang tumbuh di kampungnya yang telah diberi mantra.

Hasilnya, suhu badan Ita menurun. Namun, Kamis (1/3) malam, sulung dari dua bersaudara itu kejang-kejang, mulutnya berbusa, dan ada bintik berwarna merah di sekujur tubuhnya. Sang ayah, Mulyani (32), segera memanggil mantri Puskemas Mancak yang tinggal sekitar 200 meter dari rumahnya. Mantri tersebut menyarankan agar Ita buru-buru dibawa ke rumah sakit. “Karena peralatan di puskesmas di sini tidak memadai,” ujarnya.

lta dibawa ke RSUD Serang di ibu kota Kabupaten Serang yang perjalanannya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dari kota Serang, jalan terdekat ke Mancak adalah lewat jalan Serang-Anyer.

Selama dirawat di RSUD Serang, dalam sehari, Ita bisa kejang-kejang hingga lima kali. Kejang-kejang itu baru reda setelah Ita diberi obat penenang. Pada Minggu sekitar pukul 09.00, Ita meninggal dunia.
Wakil Direktur RSUD Serang, dr Boediarjo, mengatakan Ita meninggal akibat komplikasi radang otak. Boediarjo yang dihu

bungi melalui telepon genggamnya Senin (5/3) siang menambahkan pihaknya juga meneliti kaitan kematian Ita dengan imunisasi yang diterima siswi SD tersebut.
“Kepastiannya tunggu hasil penelitian tim ahli yang memeriksa kejadian ikutan pascaimunisasi,” ujarnya.

Kepala SD Sibuyung, Baehaki, yang ditemui kemarin mengatakan sekitar 280 dari 359 murid (kelas 1-6) sekolah tersebut menerima suntikan pada pelaksanaan PIN tersebut. Sedangkan sisanya kabur ketika tahu hari itu ada petugas PIN datang. “Namanya anak-anak, mendengar akan disuntik mereka langsung kabur dari sekolah,” ujar Baehaki.

Bidan Puskesmas Mancak, Rosidah, yang datang ke SDN Sibuyung mengatakan bahwa satu jarum suntik digunakan untuk satu orang. Jarum suntik itu, katanya, sudah didesain sedemikian rupa sehingga tidak bisa dipakai ulang.

Firasat akan ditinggal oleh putri kesayangannya itu sudah dirasakan Mulyani, malam sebelum Ita menjalani PIN. Sopir angkutan jurusan Cilegon-Mancak itu bermimpi dikejar dan diseruduk sejumlah kerbau. Saat bertanya ke orang pintar, pria yang sudah 17 tahun jadi sopir angkutan umum itu mendapat jawaban bahwa mimpi itu menandakan ada anggota keluarganya yang akan terserang penyakit. (nir/Ant)

(Tuesday, 06 March 2007, Warta Kota, Page : 1, Size : 193.1667 mmc Circulation : 93,500)

2 comments

  1. punten punya data KLB atau KIPI kabupaten Bandung dan kabupaten bandung barat tahun 2000 s/d 2009??
    saya butuh data itu untuk KTI saya

    1. Mohon maaf, akhir2 ini saya kurang aktif mengumpulkan data2. Silakan anda Googling sendiri atau search di blog saya.
      Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s