SERENTAK, KAMPANYE CAMPAK DIGELAR

http://www.d-infokom-jatim.go.id/news.php?id=9696

SERENTAK, KAMPANYE CAMPAK DIGELAR

Senin, 22 Januari 2007 21:50:54

Kasubdin P2P dan PL Dinkes Jatim, dr Budi Rahayu MPH, dalam Pertemuan Teknis Persiapan Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Campak serta Sub PIN Polio 2007, di Dinkes Jatim, Surabaya, Senin (22/1) mengatakan, kampanye campak ini dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan di empat propinsi (Papua, Irian Jaya Barat, Maluku, dan Maluku Utara) bersamaan dengan PIN V pada 12 April 2006. Tahap kedua dilaksanakan secara terpadu dengan vitamin A, malaria (pemberian kelambu), dan Polio pada 29 Agustus-29 September 2006 di sembilan propinsi (Sumbar, Riau, Kepulauan Riau, Semsel, Lampung, Babel, Jambi, Bengkulu, dan NTT). “Tahap tiga akan dilakukan pada 20 Februari hingga 20 Maret bersamaan dengan pemberian vitamin A dan Polio,” ujarnya. Kampanye itu akan dilakukan di lima Propinsi. Yakni Jabar, Jatim, Jateng, Banten, dan DKI Jakarta. Sedangkan propinsi yang belum melaksanakan kampanye imunisasi campak akan dilalukan pada Agustus 2007.
Sasaran kampanye imunisasi campak pada crash program adalah anak usia 6-59 bulan, dan catch up campaign pada anak usia sekolah dasar kelas 1-6. “Kegiatan catch up campaign hanya dilakukan di Propinsi Banten dan sebagian kabupaten di Jatim,” tuturnya. Sedangkan sasaran imunisasi polio adalah anak usia 0-59 bulan.
Berdasarkan data Dinkes Jatim, telah terjadi 4922 kasus sepanjang 2006. Penderita terbanyak berada di kisaran usia 1-4 tahun. Sementara daerah yang memiliki jumlah kasus terbanyak adalah Sidoarjo (662 kasus), Jombang (563 kasus), dan Tuban (308 kasus). Meski demikian, penyebaran campak dari tahun ke tahun mengalami penurunan.
Guru Besar FK Unair Surabaya, Prof Ismoedijanto menjelaskan, imunisasi campak dan polio yang dilakukan secara bersamaan tidak akan berdampak pada kesehatan. “Imunisasi Polio dan campak boleh dilakukan bersamaan atau dilakukan sendiri-sendiri dengan jangka waktu satu bulan,” ujarnya.
Mengenai efek yang ditimbulkan (KIPI-Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) bila kedua imunisasi itu dilakukan secara bersamaan, Prof Ismoe menuturkan, hingga saat ini belum ditemukan kasus yang berbahaya pasca imunisasi itu. Namun KIPI juga harus diwaspadai. KIPI yang sering terjadi adalah suhu badan meninggi, rash, konjungtivitas, batuk-pilek, dan diare. “Tapi skala semuanya berada di bawah 5%. Bila hal itu terjadi, perawat akan memberikan paracetamol ataupun memberikan adrenalin,” katanya.
Sementara vitamin A, sebaiknya diberikan sebelum imunisasi campak dilakukan. Hal ini untuk meningkatkan kadar antibodi campak.
Pada prinsipnya, kampanye campak ini adalah untuk menekan jumlah orang yang dapat menularkan campak di bawah titik kritis. Strateginya dengan menekan jumlah orang yang peka terhadap campak pada usia tertentu, terutama di daerah pedesaan terpencil dan daerah kumuh. Untuk keep up-nya dengan mengimunisasi lebih dari 95% bayi. “Ini karena transmisi campak liar bisa ditekan dengan imunisasi. Paling tidak diberikan dua dosis untuk menghentikan transmisinya,” katanya. *(eda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s