Tujuh Balita Alami Gejala Lumpuh setelah Imunisasi Polio

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0506/22/jab08.html

Tujuh Balita Alami Gejala Lumpuh setelah Imunisasi Polio

Bogor, Sinar Harapan
Jumlah balita (bawah lima tahun) yang dirujuk ke rumah sakit setelah menerima imunisasi polio tampaknya terus bertambah. Kali ini tujuh balita asal Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dirujuk pihak puskesmas setempat ke RSU PMI Bogor karena menderita panas, kejang-kejang dan gejala lumpuh layuh.
Namun hingga Selasa (21/6) malam, hanya dua balita yang masih tetap dirawat. Lima lainnya dipaksa pulang oleh orang tuanya dengan alasan tidak jelas. Kondisi dua anak yang dirawat itu kini berangsur-angsur pulih.
Humas RSU PMI Bogor Andi Mukti, ketika dikonfirmasikan SH membenarkan pihaknya mendapat rujukan tujuh balita yang menderita panas, kejang-kejang dan gejala lumpuh layuh dari Puskesmas Caringin. Tapi hanya dua orang yang dirawat. Sedangkan lima korban, antara lain Fuji (3), Nur’aini (3), Febrianti (1,3) dan Rosita (3) dibawa pulang oleh keluarganya.
”Kita sudah meminta agar bayi-bayi itu dirawat karena kondisinya cukup serius. Tapi orang tuanya tidak mau dan mereka membawa anaknya pulang ke rumah. Saya tidak tahu apa alasannya,’’ ujar Andi.

Panas Tinggi
Menurut Ny Baidah (31), ibu kandung Nur Azizah, gejala lumpuh layuh yang menimpa anaknya berawal dari imunisasi polio yang dilaksanakan 31 Mei 2005. Balita malang ini mengalami panas yang cukup tinggi setelah mendapatkan tetesan imunisasi polio.
Tidak hanya sebatas panas, tapi Nur Azizah juga menderita kejang-kejang. Seiring dengan badan panas serta kejang-kejang, putri bungsu anak pasangan Ny Bedah dengan H Soleh (48) ini tidak bisa duduk dan tidak mampu berjalan.
”Sebelum menderita panas dan kejang-kejang, anak saya cukup lincah dan bisa duduk maupun jalan. Sekarang Nur hanya tergolek lemas. Bahkan sudah seminggu ini tidak nangis sama sekali,’’jelasnya
Nasib serupa juga menimpa Alfi. Bocah ini menderita gejala lumpuh layuh beberapa hari setelah mendapatkan imunisasi polio. Sebelum mengalami gejala lumpuh, Alfi menderita panas badan dan kejang-kejang.
Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, HM Sjahuri ketika dikonfirmasi, Selasa (21/6) siang mengatakan, kasus yang menimpa balita asal Kecamatan Caringin itu sedang dalam penelitian. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) sedang mengambil sampel darah dan urin serta kotoran bayi tersebut untuk dikirim ke Laboratorium Bio Farma di Bandung.
Mengenai biaya perobatan balita itu, HM Sjahuri mengatakan akan menjadi tanggungan pemerintah setempat. Untuk itu, ia meminta para orang tua tidak memaksakan anaknya pulang dari rumah sakit jika kondisinya belum pulih. (gin)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s