Yudha Menderita Infeksi Tulang

Yudha Menderita Infeksi Tulang

http://www.indomedia.com/sripo/2004/03/18/1803nas2.htm

PALEMBANG, SRIPO — Yudha (3,6 bulan), buah hati Yunan (43) almarhum dan Devi (21), warga Sako Kenten yang sebelumnya tinggal di Jl Sultan Mansyur Lrg Sungai Itam NO 13 RT 05 Kelurahan Bukitlama, terbaring di Ruang Ortopedi Wanita (ROW) RSMH dengan dua kaki tergantung.
Dr Rendra Leonas, SpBO, FICS (K), dokter bedah tulang, sendi, otot dan tulang belakang RSMH, yang merawat Yudha, mengatakan sakit yang dialami Yudha adalah infeksi tulang (osteomyelitis). Menurutnya, penyebab penyakit ini adalah kuman strevtocaccus atau strapilococus. “Kebanyakkan penyakit ini terjadi pada anak-anak. Kasus ini juga terjadi pada orang dewasa,” tuturnya.
Menurutnya, kuman tersebut masuk melalui saluran pernafasan atas masuk ke dalam pemburuh darah. Menyebabkan melalui darah kuman terbawa masuk ke dalam tulang dan tulang panjang (metapicis). Pada tulang panjang ini aliran darah lebih banyak dan berkelok-kelok disinilah tempat berkembang biaknya kuman. Pada anak-anak lempeng pertumbuhan yang terdapat tulang panjang berguna untuk mekanisme pertumbuhan dan pertahanan tubuh.
Lanjut Rendra, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi. Penderita bisa menderita cacat tubuh dan mengalami gangguan pertumbuhan. Asalkan hal ini ditangani secara dini, tetapi bila terlambat penderita bisa terkena kontraktur (gangguan pada sendi). “90 persen kondisi Yudha sudah baik, tetapi kita tetap mengawasi perkembangannya. Kakinya kita gantung tersebut agar supaya tidak bengkok, kalau bengkok dia akan mengalami gangguan sendi. Bengkak di kakinya itu berisi nanah,” jelas Rendra sambil menambahkan penyebab kondisi Yudha seperti ini kecil kemungkinan disebabkan oleh imunisasi.
Setelah Imunisasi
Devi, orangtua Yudha, ditemui di RSMH, mengatakan satu bulan lalu, Yudha dibawa Ida (45)–neneknya–imunisasi ke Puskemas di Makrayu, malam harinya tubuh Yudha panas dan kaki kirinya bengkak. Esok harinya Yudha dibawa lagi ke puskesmas, para medis menyarankan agar kaki dan tubuh anaknya dikompres. “Ibu yang membawa Yudha diimunisasi. Saya tak tahu imunisasi apa. Setelah itu badan Yudha panas dan bengkak,” jelasnya.
Menurutnya, dua hari setelah itu, bukan kaki yang bengkak bahkan dada dan kaki kanan serta tangannya juga. Lalu anaknya dibawa ke dokter praktek di kawasan Dempo. Dokter hanya memberikan salep dan menyarankan tubuh anaknya dikompres. Walaupun sudah ke dokter bengkak di kaki anaknya belum juga kempes, kemudian dirinya membawa Yudha ke dokter anak yan lainnya. Atas saran dokter agar anaknya diopname di RSMH.
“Dokter bilang kaki dan dada anak saya berisi cairan dan akan mengalami kelumpuhan karena tulangnya rapuh. Baru dua hari ini kami pindah dari sal anak-anak ke ROW. Sejak dirawat di sal anak, kaki Yudha dikeluarkan cairanya,” tutur Devi.
Ketika Sripo menghubungi Devi melalui ponsel semalam, mengatakan bahwa dirinya telah mengetahui dari dokter bahwa sakit yang diderita anaknya itu bukan karena imunisasi, tetapi bisa disebabkan oleh flu yang berkepanjangan dan komplikasi ke penyakit lain.
“Memang Yudha sejak kecil hingga sekarang terus terkena flu tapi dia tidak batuk. Biarlah kami atasi sendiri,” ungkap Devi. (sep)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s