WHO Nilai Vaksinasi Massal Anti H5N1 Tak Diperlukan

22/12/2007 00:39 WIB

22/12/2007 00:39 WIB

WHO Nilai Vaksinasi Massal Anti H5N1 Tak Diperlukan
Indra Subagja – detikcom

Jenewa – Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyatakan pemberian vaksin secara massal dalam kampanye melawan flu burung tidak diperlukan. Ini karena belum terbuktinya wabah flu burung menjadi pandemic.”Belum ada bukti yang menunjukan kalau kita harus melakukan vaksinasi terhadap seluruh populasi, karena belum diketahui apa sebenarnya yang menyebabkan pandemic,” kata Asisten Direktur Jenderal WHO David Heyman seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/12/2007).Virus H5N1, yang telah menyebabkan 209 kematian sejak 2003 lalu, adalah bukan satu-satunya jenis virus yang bisa menyebarkan pandemic. Tetapi ada jenis lainnya seperti H5, H7, atau H9 yang hampir sejenis.Heyman menjelaskan banyak negara yang menyebarkan kampanye vaksinasi masal sebagai upaya perlawanan dan perlindungan dari serangan virus flu burung. Namun hal itu justru sebaliknya, seperti contoh ketika terjadi vaksinasi wabah flu di AS pada 1976 lalu, justru memberikan efek lain.”Pemberian vaksinasi justru akan memberikan kekebalan yang lebih rendah melawan virus dan justru akan memudahkan terjadi pandemic, ini sebagai efek dari pemberian vaksin itu,” tandas Heyman.( ndr )WHO Nilai Vaksinasi Massal Anti H5N1 Tak Diperlukan
Indra Subagja – detikcom

Jenewa – Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyatakan pemberian vaksin secara massal dalam kampanye melawan flu burung tidak diperlukan. Ini karena belum terbuktinya wabah flu burung menjadi pandemic.”Belum ada bukti yang menunjukan kalau kita harus melakukan vaksinasi terhadap seluruh populasi, karena belum diketahui apa sebenarnya yang menyebabkan pandemic,” kata Asisten Direktur Jenderal WHO David Heyman seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/12/2007).Virus H5N1, yang telah menyebabkan 209 kematian sejak 2003 lalu, adalah bukan satu-satunya jenis virus yang bisa menyebarkan pandemic. Tetapi ada jenis lainnya seperti H5, H7, atau H9 yang hampir sejenis.Heyman menjelaskan banyak negara yang menyebarkan kampanye vaksinasi masal sebagai upaya perlawanan dan perlindungan dari serangan virus flu burung. Namun hal itu justru sebaliknya, seperti contoh ketika terjadi vaksinasi wabah flu di AS pada 1976 lalu, justru memberikan efek lain.”Pemberian vaksinasi justru akan memberikan kekebalan yang lebih rendah melawan virus dan justru akan memudahkan terjadi pandemic, ini sebagai efek dari pemberian vaksin itu,” tandas Heyman.( ndr )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s