WAKEFIELD,NEEDLEMAN : BERKORBAN DEMI ILMU

http://www.autisme.or.id/berita/article.php?article_id=69
WAKEFIELD,NEEDLEMAN : BERKORBAN DEMI ILMU

NATIONAL AUTISM ASSOCIATION

Press release : June 15, 2006.
Persamaannya begitu mencolok tentang apa yang sedang terjadi saat ini dengan 30 tahun yang lalu. Seorang peneliti yang gigih mencari jawaban dan mempertanyaan keamanan dan effektivitas sebuah produk yang terkenal, menjadi bulan2an perusahaan raksasa.

Pada tahun tujuh puluhan, cat dan bensin yang dicampur timbal hitam adalah 2 produk yang terkenal. Suatu saat, seorang peneliti : Dr Herbert Needleman, melakukan studi tentang hubungan langsung antara kecerdasan anak dengan paparan timbal hitam.
Sebagai jawaban industri timbal hitam menyewa para ilmuwan yang “netral” untuk menuduh Needleman melakukan scientific misconduct dan mengadilinya.
Dikemudian hari salah seorang dari mereka mengaku telah dibayar oleh industri timbal.
Penelitian Needleman-lah yang menyebabkan dihapuskannya pemakaian timbal dalam cat dan bensin.

Tiga dekade kemudian Dr Andrew Wakefield mengalami hal yang sama. Ketika ia mengumumkan telah menemukan virus measles yang sama dengan yang disuntikkan liwat vaksin MMR dalam peradangan usus anak-anak autistik maka iapun langsung dituduh melakukan hal yang menyalahi ilmu. Ia diadili oleh para teman sejawat di negaranya dan bahkan dikeluarkan dari rumah sakit dimana ia bekerja.
Minggu yang lalu , sekali lagi penelitian Wakefield dibuktikan kebenarannya dengan penelitian serupa di Amerika dengan hasil yang sama.

Sebelumnya telah ada 2 penelitian di Amerika dengan hasil yang sama.

Dr Stephen Walker dari Wake Forest University School of Medicine, meneliti anak-anak dengan autisme regressif dan gangguan pencernaan. Dari hasil yang telah masuk sampai saat ini, semua ditemukan virus measles dengan jenis yang sama dengan vaksin MMR. Ia menemukan virus tersebut pada 87% anak-anak yang ditelitinya.
Belum ada tanggapan apapun dari pemerintahnya. Namun ia tidak mengalami nasib yang sama seperti Wakefield.
Kapan para dokter di Indonesia akan berani melakukan penelitian seperti ini ?(Red)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s