Ratusan Juta Anak Diselamatkan Imunisasi

http://www.suaramerdeka.com/harian/0706/09/kot30.htmSabtu, 09 Juni 2007 SEMARANG

Ratusan Juta Anak Diselamatkan Imunisasi

UNGARAN – Pengaruh negatif setelah imunisasi sangat kecil dibanding dengan manfaatnya yang memberi kekebalan pada ratusan juta anak. Kejadian yang menimpa Elva Yunita (3 bulan) dan Zahrodin (9 bulan) balita di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, yang meninggal pada Senin (4/ 6) setelah diimunisasi, adalah bagian sangat kecil dari efek vaksin.

”Penyebab kematian dua balita tersebut masih dalam penelitian Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) Jateng. Begitu kami mendengar ada KIPI segera terjun ke lapangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan dokter Sulthoni melalui Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dokter gigi Muhammad Gunadi di kantornya, kemarin.

Pihaknya juga melakukan pengecekan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Candi, Bandungan. Petugas medis yang memberikan imunisasi sudah dimintai keterangan. ”Kapan imunisasi, kapan balita tersebut sakit, dan dibawa ke rumah sakit sudah kami catat. Prosedurnya sudah benar. Vaksin DPT dan campak yang diberikan kepada dua bayi itu masih dalam kondisi bagus,” tandas Gunadi.

Dia menjelaskan, KIPI memang ada, dari tingkat ringan sampai berat. Menurutnya jika misalnya tidak ada KIPI maka justru akan terjadi KLB tinggi. Sebab, dengan adanya KLB tinggi berarti cakupan imunisasi rendah.

”Kami harap masyarakat tak perlu resah karena kejadian itu. Bisa jadi kematian dua balita tersebut karena memang penerimaan reaksi masing-masing anak berbeda. Kalau program imunisasi terhambat justru malah berbahaya bagi balita,” ungkapnya.

Berjalan Bagus

Ia juga nenepis anggapan bahwa dua balita tersebut salah obat dan jarum suntiknya tidak higienis. Saat imunisasi di Pustu Candi, 25 Mei lalu, terdapat 22 balita yang diimun. Gunadi menjelaskan, pihaknya juga tak menginginkan, adanya kasus tersebut. Selama ini manajemen penyimpanan vaksin sudah berjalan bagus. ”Masyarakat jangan resah dengan berita kematian dua balita itu. Sebab manfaat imunisasi lebih besar. Dan berjuta-juta diselamatkan imunisasi,” papar Gunadi.

Ia mengingatkan jika memang ada KIPI, seperti panas, lemes, dan kejang-kejang pada anak segera dibawa ke petugas medis secepatnya. ELva dan Zahrodin sebelum meninggal juga mengalami panas, lemas, dan kejang-kejang.

Elva Yunita adalah anak pasangan Suyamto (40) dan Jamiah (38) warga RT 01 RW I Kalibendo, Candi, dan Zahrodin anak Ahmad Said (38) dan Jumirah (33) warga RT 02/ RW VIII Dusun Ngipik, Desa Candi.

”Kami sudah menerima apa yang menimpa pada anak saya. Ini sudah menjadi takdir kami. Kami tidak menuntut apa-apa,” jelas Jumirah. (H14-16)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s