Penyebab Kematian Ita, Radang Otak Bukan Imunisasi

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0703/06/nus02.html

Selasa, 06 Maret 2007

Dinas Kesehatan Serang
Penyebab Kematian Ita, Radang Otak Bukan Imunisasi

Serang–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang memastikan penyebab kematian Ita Rosita (7), murid SD Inpres Sibuyung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang adalah radang otak, bukan infeksi akibat imunisasi campak dan polio dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN).
“Ini hasil diagnonis dari RSUD Serang yang merawat Ita. Kalau orang tua Ita masih belum puas, kami persilakan untuk menempuh jalur hukum. Selain itu, Ita harus diotopsi untuk memastikan kematian tersebut,” kata dr Agus Gusmara, Kasubdin P3KL Dinkes Kabupaten Serang yang juga Ketua Koordinasi Pelaksanaan PIN Kabupaten Serang, Senin (5/3).
Sebelumnya, Ita Rosita (7), murid SD Inpres Sibuyung, Mancak, Serang meninggal dunia, Minggu (4/3) pukul 09.00 WIB di RSUD Serang, setelah diimunisasi polio dan campak di sekolahnya. Mariani (30) dan Ny Iti (26), orang tua Ita meyakini, kematian anaknya akibat suntikan dalam PIN.
Agus Gusmara, Kasubdin P3KL Dinkes Serang mengemukakan, vaksin campak dan polio bereaksi selama 24 jam. Sedangkan Ita sakit dan dirujuk ke RSUD Serang setelah tiga hari di rumah. “Ita diimunisasi pada hari Selasa, kemudian ke Puskesmas Mancak pada Jumat. Puskesmas ini merujuk Ita ke RSUD Serang. Dia meninggal hari Minggu siang. Menurut pengetahuan dan diagnosis dokter yang menanganinya, penyebab kematian Ita bukan infeksi, tetapi radang otak yang telah lama dialaminya,” kata Agus.
Agus mengemukakan hasil investigasi yang dilakukan timnya menyebutkan, sembilan kawan Ita ternyata tidak mengalami apa-apa setelah disuntik vaksin. “Satu botol vaksin itu untuk ukuran 10 orang. Dari 10 itu, hanya Ita yang mengalami sakit,” katanya.
Dia menjelaskan soal jarum suntik yang digunakan para medis dalam memvaksin murid-murid SD. Jenis jarum suntiknya adalah BD Soloshot, yakni hanya bisa digunakan sekali suntik.
Mariani dan Ny Iti, orang tua korban, tetap berkeyakinan anaknya meninggal karena suntikan dalam PIN. “Anak kami sudah dikuburkan, tak perlu digali lagi untuk otopsi. Kami tidak mau,” kata Mariani.
Mariani menceritakan, dua hari setelah mendapatkan imunisasi, Ita Rosita mengalami kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa seperti orang yang keracunan obat. Di sekujur tubuhnya terdapat bintik-bintik merah, dan kedua bola matanya pun memerah, serta lengan kiri bekas suntikan polio ada lingkaran kecil warna merah.
Khawatir dengan kondisi putrinya, Mariani yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkutan umum (angkot) jurusan Cilegon–Mancak membawa putri kesayangannya ke RSUD Serang atas rujukan dari Puskesmas Mancak, Jumat (2/3). Dikatakan Mariani, dari keterangan dokter di RSUD Serang, terjadi tetanus pada bekas imunisasi.
(iman nur rosyadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s