MUI: Vaksin Polio Halal

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/22/Jabar/1994567.htm

MUI: Vaksin Polio Halal
PIN Putaran Pertama 30 Agustus 2005

Oleh: Dwi Bayu Radius

Bandung, Kompas – Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang menghalalkan penggunaan vaksin polio oral untuk Pekan Imunisasi Nasional. Fatwa ini dikeluarkan mengingat ada keraguan kehalalan vaksin dari sejumlah kalangan akibat proses pembuatannya yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam.

Demikian dikatakan anggota Komisi Pengkajian dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Utang Ranuwijaya di Bandung, Sabtu (20/8).

Hal itu tertuang dalam keputusan Komisi Fatwa MUI Nomor 16 Tahun 2005 tentang Penggunaan Vaksin Polio Oral yang ditetapkan 25 Juli lalu.

Utang mengatakan, vaksin polio bukan tidak halal, hanya saja pembuatannya masih menggunakan media dan proses yang belum sepenuhnya sesuai dengan syariat Islam. Dalam proses pembuatan vaksin, misalnya, digunakan ginjal kera sebagai media untuk perkembangbiakan virus.

Meski demikian, izin kehalalan vaksin dimungkinkan mengingat kondisi saat ini yang dinilai darurat. Bila Pekan Imunisasi Nasional (PIN) terhambat karena kendala kehalalan vaksin, kerugian yang dialami adalah cacat fisik pada generasi mendatang akibat polio.

PIN putaran pertama akan dilakukan 30 Agustus 2005 dan yang kedua 27 September 2005. Dalam keputusan fatwa tersebut disebutkan, pemberian vaksin polio oral saat ini dibolehkan, sepanjang belum ada vaksin jenis lain yang produksinya menggunakan media dan proses yang sesuai dengan syariat Islam.

Empat provinsi

Sosialisasi fatwa MUI itu dilakukan di empat provinsi yang dianggap rawan terjadi penolakan vaksin dari masyarakat setempat, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Banten.

Utang Ranuwijaya mengatakan bahwa PT Bio Farma akan mengupayakan vaksin yang sepenuhnya halal dalam tiga tahun mendatang.

Anggota staf Subdinas Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Jawa Barat, Uus Sukmara, mengatakan, fatwa MUI tersebut sangat meringankan tugasnya.

Uus menambahkan, pada pemberian vaksin di Jabar (mopping up) akhir Juni 2005, sebanyak 380.000 balita tidak sempat diimunisasi. Adapun di putaran pertama akhir Mei lalu, 19.000 balita tidak mendapatkan vaksin.

Di Indonesia terdapat sekitar 24 juta balita yang rencananya akan divaksin polio, termasuk di Jabar sebanyak 4,5 juta balita.

Dana untuk penyelenggaraan PIN di Jabar Rp 24 miliar untuk setiap putaran. Dana itu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jabar, Organisasi Kesehatan Dunia, serta Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk anak-anak (Unicef).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s