Komda Kipi Teliti Balita yang Meninggal Pasca-imunisasi

http://kompas.com/kompas-cetak/0506/04/Jabar/1794713.htm

Komda Kipi Teliti Balita yang Meninggal Pasca-imunisasi

Bandung, Kompas – Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komda Kipi) Jawa Barat melakukan penelitian terhadap Angga, anak berusia 4,5 tahun dari Tasikmalaya yang meninggal tiga jam setelah diimunisasi polio pada hari Selasa (31/5) lalu.

“Kami sudah menurunkan tim sebanyak empat orang untuk melengkapi data dan meneliti penyebab kematiannya,” kata Dr Suganda Tanuwijaya, Ketua Komda Kipi, di Bandung, Jumat (3/6).

Suganda menduga kematian balita tersebut bukan diakibatkan pemberian imunisasi polio. “Kami menerima laporan dari Tasikmalaya bahwa ada satu anak meninggal tidak lama setelah diimunisasi polio,” ujar Suganda. Tetapi, sambung dia, penyebab kematian anak balita tersebut adalah vaksin polio. “Itu kesimpulan yang terlalu cepat. Vaksin polio tidak mematikan sebab virus dalam vaksin sudah dilemahkan, kecuali untuk melawan virus penyebab polio saja,” katanya.

Menurut Suganda, dua hari sebelum divaksin balita bernama Angga itu sakit demam tinggi. Tetapi orangtuanya tidak membawa ke dokter sehingga tidak diketahui penyebab demam tinggi itu.

Namun, saat divaksinasi, Angga sudah sembuh. Tetapi tiga jam setelah divaksinasi polio, anak tersebut minum susu lalu muntah. Lalu orangtuanya membawa ke puskesmas terdekat, tetapi kemudian Angga meninggal. Orangtuanya tidak mengizinkan anak tersebut diautopsi.

Menurut dia, dari Purwakarta juga dilaporkan ada lima anak sakit setelah diimunisasi polio. Jenis sakitnya, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), panas tinggi, dan kejang serta muntah mencret.

Suganda menduga hal tersebut bukan disebabkan vaksin polio. “Setiap hari ada anak yang meninggal terkena ISPA, panas, kejang, dan muntah mencret. Tetapi karena kebetulan ada imunisasi polio, maka dihubung-hubungkan,” tutur Suganda.

Menurut Suganda, vaksin polio tidak memicu ISPA, panas dan kejang, serta muntah mencret, apalagi kematian. “Selama 30 tahun saya menjadi dokter anak belum pernah ada anak yang alergi karena vaksin polio. Selain itu, vaksin polio aman. Tidak ada dalam literatur ada anak meninggal disebabkan vaksin polio,” ujarnya. (YNT)

One comment

  1. Betul bu’ Suganda, tdk pernah ada dalam literatur, karena memang sengaja disembunyikan. Jangan butakan mata hatimu. Pertanggung jawabanya kelak amat berat. Banyak kok dokter tidak imunisasi anaknya. Krn anak2 org miskin sudh diimunisas. Dunia tdk brnilai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s