DPRD akan panggil Kepala Dinas Kesehatan

http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3736&Itemid=58
Sabtu, 09 Juni 2007

DPRD akan panggil Kepala Dinas Kesehatan

UNGARAN – Menyusul meninggalnya dua anak berusia bawah lima tahun (balita) setelah diimunisasi di Puskesmas Pembantu Candi, Kecamatan Bandungan, Komisi D DPRD Kabupaten Semarang segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Semarang untuk mengklarifikasi penyebab kematian dua balita tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Bambang DN, di Ungaran, Jumat (8/6). “Terkait kasus kematian dua balita setelah mengikuti imunisasi itu, dalam waktu dekat kami akan memanggil Kadinkes Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Agar tidak menimbulkan tanda tanya di masyarakat, kata Bambang, Kadinkes harus menjelaskan secara transparan penyebab kematian dua balita warga Desa Candi, Kecamatan Bandungan itu. Untuk itu, Dinkes harus menangani kasus tersebut secara profesional dan proporsional agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Peristiwa itu sangat disayangkan. Kami berharap Dinkes segera melaporkan hasil analisa lebih lanjut dan menangani kasus ini secara transparan,” tukasnya.

Menurut Bambang, pihaknya sudah menghubungi Pelayanan Kesehatan di Sumowono agar kasus tersebut dikaji supaya tidak terjadi kekeliruan persepsi. “Sebab saat ini masyarakat menilai meninggalnya dua balita itu terjadi akibat kurang cermatnya pelayanan kesehatan,” tandas dia.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Semarang, drg Muh Gunadi menjelaskan penyebab kematian dua balita setelah mengikuti imunisasi itu bukan karena kesalahan pemberian obat.

“Obat penurun panas (Paracetamol) yang diberikan kepada dua balita itu kondisinya masih baik, bukan obat kadaluwarsa, ” jelasnya.

Pertama kali
Menurutnya, kasus kematian balita akibat imunisasi tersebut baru kali pertama terjadi di Kabupaten Semarang. Namun dia berharap masyarakat tidak perlu trauma atau takut mengikuti kegiatan imunisasi. “Masyarakat tak perlu takut, karena imunisasi manfaatnya sangat besar untuk kesehatan balita,” tukas Gunadi.

Gunadi mengatakan, dalam pelaksanaan imunisasi di Puskesmas Pembantu Candi, Bandungan beberapa waktu lalu tidak ada suatu pelanggaran. Karena petugas yang melakukan imunisasi merupakan tenaga kesehatan (bidan) dari Dinkes, dan obat-obatan yang diberikan juga dalam keadaan baik.

“Kasus tersebut sekarang telah ditangani oleh Bidang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Dinkes Pemprov Jateng dan Dinkes Pemkab Semarang. Karena kematian terjadi setelah imunisasi, jadi yang berwenang adalah bidang KIPI,” ujar Gunadi.

Seperti diberitakan Wawasan (8/6), dua anak balita yakni Elva Yunita (3 bulan) warga Dusun Kalibendo dan Zahrodin (9 bulan) warga Dusun Ngipik, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang meninggal dunia setelah mengikuti imunisasi di Puskesmas Pembantu Candi, Kecamatan Bandungan. rbd/ac

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s