http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=24884&Itemid=34
Jumat, 01 Agustus 2008
3 warga lumpuh setelah diimunisasi
KAJEN – Tiga warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan mengalami lumpuh permanen. Pihak keluarga menyatakan, korban menderita kelumpuhan setelah diimunisasi polio, namun pernyataan resmi dari pejabat Dinas Kesehatan menyebutkan, penyebab kelumpuhan karena faktor genetik.
Ketiga warga yang mengalami kelumpuhan masing-masing sepasang kakak beradik Muhamad Basuni (15) dan Hasan Bisri (12), keduanya putra Wastari (46), warga Desa Pandanarum RT 6 RW I. Sedangkan seorang lagi bernama Kasturah (55), warga Desa Pandanarum RT 8 RW I. Basuni dan Bisri menderita kelumpuhan sejak balita. Sedangkan Kasturah menunjukkan gejala kelumpuhan sejak usia belasan tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr Hasyim Purwadi, Kabag Sosial, Siswoyo SSos, didampingi Ketua Komisi D, HM Safrudin Huna, dan Kepala Desa Pandanarum Zubaidi Ridwan, Kamis siang (31/7), menjenguk ketiga korban dan memberikan santunan berupa uang. Namun, tidak disebutkan berapa besaran uang yang diberikan.
Wastari ditemui ditemui di sela-sela penyantunan, menerangkan, kedua putranya menunjukkan gejala lumpuh setelah demam tinggi usai diberi imunisasi saat kedua anaknya masih balita. Setelah itu, kedua anaknya berangsur-angsur mengalami kelumpuhan. Bahkan anak pertamanya, Muhamad Basuni, kondisinya kini sangat memprihatinkan.
”Kedua anak saya pada tahun 2005 sudah pernah dirawat di puskesmas, namun kami memutuskan pulang karena tidak ada biaya. Saya hanya pekerja serabutan dan harus menghidupi empat orang anak yang masih kecil-kecil,” terang Wastari.
Kasturah kondisinya lebih mengenaskan. Selama puluhan tahun, ia hanya bisa tergolek di tempat tidur di rumah keponakannya yang bekerja sebagai tukang becak.
Menurutnya, ia mengalami gejala kelumpuhan saat usia 13 tahun. Saat itu, ia menderita demam tinggi usai berobat. Ia mengalami kelumpuhan permanen sejak usia 30 tahun.
Bantah malapraktik
Kepala Dinas Kesehatan dr Hasyim Purwadi, membantah jika ketiganya menderita kelumpuhan akibat malapraktik atau pun pascaimunisasi. Menurutnya, ketiga warga tersebut mengalami kelumpuhan karena faktor genetik.
”Kami akan membawa ketiganya ke RSUD Kraton, untuk diperiksa apakah ketiganya kemungkinan bisa difisioterapi. Untuk Hasan Bisri akan diusahakan bantuan alat bantu jalan berupa tripod, sedangkan dua lainnya sudah tidak mungkin dibantu dengan alat bantu jalan,” jelas Hasyim Purwadi.
Kasus kelumpuhan akibat faktor genetik dialami oleh sejumlah warga di Kabupaten Pekalongan, di antaranya Marisah (33), telah meninggal dunia, Mariyah (33), adik Marisah, Warjem (31), adik Mariyah, Caswari (24), Nafisah, dan Inayah (21), semuanya warga Desa Tegalsuruh, Kecamatan Sragi dan masih berhubungan kerabat. haw-bg
waduh kok baro sekarang muncul yoo padahal itu dah lama.tapi yao syukur ada yang prhatian.sama orang kecil
By: Tabita hamida on June 22, 2009
at 4:10 pm