Kisah Bayi-Bayi Mati usai Diimunisasi – Dari tabloid nurani

http://www.tabloidnurani.com/RUBRIK/336/kisah.html

Kisah Bayi-Bayi Mati usai Diimunisasi

Haruskah imunisasi justru berakibat kematian bayi? Pertanyaan itu kembali muncul usai kabar kematian Zahrodin dan Elva Yunita. Benarkah itu reaksi obat usai imunisasi atau ada kesalahan bidan? Berikut liputannya.

TAK banyak yang dikatakan Jumirah (33), warga Dusun Ngipik, Desa Candi, Ambarawa, Kabupaten Semarang ini. Istri Ahmad Said (38) ini masih larut dalam duka yang amat dalam. Semua itu karena anak ketiganya Zahrodin (9 bulan) meninggal dunia setelah disuntik imunisasi di Puskesmas Pembantu Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Ketika ditemui NURANi, Sabtu (09/06), wajah Jumirah masih terlihat pucat dengan mata yang berkaca-kaca menandakan ia habis menangis.

“Kami sangat kehilangan anak kami yang lucu, Mas,” paparnya sedih. Diceritakannya, Jumat (25/05) Jumirah membawa bayinya beserta beberapa tetangganya yang memiliki bayi datang berbondong-bondong ke  Puskesmas Pembantu Candi untuk mendapatkan imunisasi gratis. Pada saat itu Zahrodin akan diimunisasi campak. Semula keadaan berlangsur lancar, namun setibanya di rumah, suhu badan Zahrodin panas, badannya lemah, serta mengeluarkan keringat dingin. Melihat gejala kurang baik itu, Zahrodin diberi minum obat pemberian bidan puskesmas.

“Karena badannya (Zahrodin, red) panas, saya beri minum obat pemberian bidan puskesmas, tetapi kondisinya semakin lemah,” katanya.

Keesokan harinya suhu badan Zahrodin tidak kunjung menurun. Jumirah pun membawa anaknya ke Rumah Sakit Ambarawa. Dua hari lamanya Zahrodin menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Kariadi Semarang. Sekitar satu minggu Zahrodin menjalani perawatan tetapi akhirnya, Minggu (03/06) sekitar pukul 20.00 Wib Zahrodin meninggal dunia.

“Akhirnya nyawa anak saya tak tertolong lagi,” kata Jumirah sedih.    Menurut Jumirah, setelah diimunisasi, anaknya diberi obat oleh bidan puskesmas sebanyak empat tablet.

“Tiga di antaranya sudah diminum anak saya, satu tablet lainnya diambil dokter atau tim kesehatan,” katanya.

Kepergian Zahrodin juga menyisakan duka bagi Zaini (35), pamannya. Zaini merasa sangat kehilangan kepergian kemenakannya. Sebelum kejadian nahas itu terjadi, Zaini sempat bernadar akan menggelar syukuran kecil-kecilan jika keponakannya itu sudah bisa berjalan. Namun belum terwujud cita-cita Zaini menyaksikan keponakannya berjalan, Allah telah mengambil dia untuk selamanya.
“Rencananya saya akan memfoto keponakan saya saat dia sudah bisa jalan, namun siapa sangka semua berakhir seperti ini,” ratapnya sedih.

KEJANG-KEJANG
Duka serupa juga dirasakan orangtua Elva Yunita (3 bulan), Suyamto (40) dan Jamiah (37). Ketika NURANi menyempatkan diri bertakziah di rumahnya di Dusun Kalibendo, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Suyamto terlihat duduk termenung di sudut ruangan. Pandangannya kosong seolah menanggung beban yang teramat berat.

Setelah menghela napas panjang, Suyamto menceritakan, Jumat (25/05) lalu, Elva, sapaan untuk anaknya, mengikuti program imunisasi Depteri Pestulis Titanus (DPT) di Puskesmas Pembantu Candi. Di sana dia diimunisasi oleh bidan setempat berupa Depteri Pestulis Titanus (DPT).

Sama kejadiannya dengan Zahrodin, setelah disuntik imunisasi, suhu tubuh Elva juga panas. Kemudian oleh ibunya diberi minum obat pemberian dari bidan. Namun setelah diminumkan justru kondisinya melemah, bahkan malam harinya tubuh Elva sempat mengalami kejang-kejang.

Esok harinya, Elva dilarikan ke RS Ambarawa dan sempat menginap selama 3 hari. Karena tak kunjung membaik, Elva akhirnya dirujuk ke RS Kariadi dan sempat menjalani opname selama sepekan hingga jiwanya tidak tertolong, Senin pagi (04/06) sekitar pukul 09.30 Wib.

“Kami masih terpukul dengan kejadian ini Mas,” ungkap Suyamto.

Di tempat yang sama, Ahmad Zaini, Adik kandung Suyamto menolak untuk memperpanjang kasus ini. Ketika disinggung apakah ada maksud untuk mengadukan masalah ini ke pihak berwajib, Ahmad Zaini menggelengkan kepalanya.

DISELIDIKI
Terkait dengan kasus itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr Sulthoni MKes membantah bahwa meninggalnya dua balita itu bukan karena imunisasi. “Sekarang sudah ditangani tim kesehatan dari Pemprov Jateng dan Kabupaten Semarang. Kasus ini baru dalam penyelidikan tim kesehatan untuk mengetahui penyebab kematian dua balita tersebut,” kilahnya.

Lantas, apa yang menyebabkan dua balita itu mengalami kejang-kejang dan panas-dingin setelah imunisasi? Kata Sulthoni, sudah wajar setelah imunisasi seorang balita akan mengalami demam dan panas. Itu akibat reaksi obat imunisasi yang dimasukkan dalam tubuh si bayi. Obat itu akan membentuk sistem kekebalan dalam tubuh biar si bayi tidak mudah kena penyakit.  Dr Sulthoni menambahkan, pihaknya telah memeriksa vaksin maupun obat penurun panas yang diberikan kepada kedua balita.

“Tim sudah terjun untuk memeriksa vaksin dan obat yang diberikan. Saat ini vaksin dan obat sudah dibawa ke lab,” tegasnya.

Dia menyebutkan, kasus kematian balita pascaimunisasi tersebut merupakan yang kali pertama terjadi di Kabupaten Semarang. Sulthoni mengimbau agar masyarakat tidak resah dengan kejadian tersebut. Karena faktor penyebabnya bukan karena kesalahan vaksin maupun obat yang diberikan pascaimunisasi.

“Imunisasi sudah menyelamatkan berjuta-juta masyarakat Indonesia, jadi dengan adanya kejadian ini masyarakat tidak perlu takut,” tambahnya. Tapi pertanyaannya, mengapa tim dokter tidak bisa memberikan pertolongan untuk kedua bayi itu? Tentu harus ada jawaban yang benar dan menjawab kehawatiran ibu-ibu yang lain. 05/yun

About these ads

4 comments

  1. saya s7 dengan pihak dinkes, bahwa kematian balita tersebut bkan krn imunisasi. saya sendiri salah seorang bidan. wjar setelah imunisasi balita demam. keadaan kurang baik balita tsb bs disebabkan krn faktor laen,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s