Rita Tewas Setelah Imunisasi Campak

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/032007/06/0201.htm

Rita Tewas Setelah Imunisasi Campak
Tim Forensik Belum Pastikan Penyebab Kematiannya

BANDUNG, (PR).-
Bocah perempuan bernama Dede Rita (5) meninggal dunia Senin (5/3) pagi setelah mengalami demam selama dua hari. Menurut Ny. Ita, ibunda Rita, suhu tubuh anaknya terus meninggi setelah mendapat imunisasi campak.

Ditemui di Ruang Pemulasaraan RS Hasan Sadikin (RSHS) Jln. Pasteur Kota Bandung, Ny. Ita mengatakan, Jumat (2/3) lalu, dia membawa dua anaknya, Rita (5) dan Nani (6), ke Posyandu Desa Sarimukti Kec. Cipatat Kab. Bandung untuk mendapat imunisasi campak. “Kakaknya (Nani) sempat panas juga, tapi sekarang sudah sembuh. Tapi, Rita, perut dan tangannya bengkak-bengkak dan suhu tubuh panas terus sejak Jumat (2/3) sore,” kata warga RT 3 RW 7 Desa Sarimukti Kec. Cipatat Kab. Bandung itu.

Melihat kondisi anak ke-4 dari 5 bersaudara itu sakit, Ny. Ita membawanya ke bidan setempat, Minggu (4/3). “Setelah lapor ke bidan, kemudian diberi obat. Tapi, enggak turun-turun sampai meninggal tadi pagi,” katanya.

Sebelum diimunisasi campak, Ny. Ita mengaku, anaknya dalam keadaan bugar dan tidak menderita sakit apa pun.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian Rita, pihak keluarga mengajukan permintaan autopsi di RSHS. “Saya hanya ingin tahu penyebab sebenarnya kenapa anak saya meninggal,” ujar Ny. Ita.

Bidan Eni yang menangani Rita dan sempat mengantarkannya ke RSHS, mengatakan, anak tersebut termasuk dalam 600 anak yang mendapat imunisasi campak di Posyandu Sarimukti. “Setelah diperiksa, saya beri obat penurun panas. Kalau ada apa-apa, dibawa lagi aja. Tapi, paginya sudah meninggal,” katanya.

Belum pasti

Atas permintaan orang tuanya, jenazah Rita diautopsi oleh tim forensik RSHS, kemarin. Namun, menurut Wakil Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Komda KIPI) Jawa Barat Prof. Dr. Suganda, Sp.A.(K) didampingi Ketua Tim Dokter Forensik RSHS dr. Norman Heriyadi, hasil autopsi yang bisa menunjukan penyebab kematian Rita baru bisa diperoleh satu bulan kemudian.

“Hasilnya masih lama, biasanya 1 bulan. Tapi, karena ini kasus langka, diharapkan cepat selesai dalam 2-3 minggu,” kata Suganda.

Mengutip keterangan Ny. Ita, yang menyebutkan bahwa Rita sempat mengeluhkan sakit di bagian ulu hati, Suganda mengatakan, untuk kasus ini, belum dapat dipastikan akibat imunisasi campak. ”Harus dilihat berdasarkan hasil autopsi agar akibat kematiannya akurat. Jangan ditebak-tebak,” katanya.

Menurut dia, hanya 10% anak yang mengalami reaksi panas setelah diimunisasi campak. “Biasanya beberapa anak mengalami panas, tapi timbulnya 6 hari setelah imunisasi. Tidak begitu disuntik langsung panas,” ujar Suganda.

Disebutkan pula, apalagi tidak diberikan imunisasi campak, 30.000 anak Indonesia bisa meninggal. “Dalam 25 menit, satu anak dapat meninggal. Selama ini, belum ada laporan kasus meninggal akibat diberi vaksin campak, karena memang tidak berbahaya,” katanya. (A-158)

3 comments

  1. aduh jadi takut, tp apa benar biasanya setelah 5 hari imunisasi campak efeknya suhu badannya panas dan timbul bintik2, biasanya berapa lama efeknya hilang?

  2. Wah sy jd bimbang ni kbetulan bidan anak sya menyuruh sya untuk memberi imunisasi campak pda usia 7bln pdahal yg sya tahu campak diberikan pda usia 9bln,tolong ksh sya pndapat yg baik ya tman2 krn bln dpn ank sya msuk usia 7bln

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s